TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Suami Anak Mami? Lihat Sisi Positifnya

Bacaan 3 menit
Suami Anak Mami? Lihat Sisi Positifnya

Psikolog Rima Olivia memberikan pencerahan bila ternyata suami bersikap seperti si anak mami. Bacalah tips untuk menerima kekurangan dan juga kelebihannya.

Kita seringkali berpikir, memiliki suami yang bersikap seperti ‘anak mami’ merupakan hal yang sebisa mungkin dihindari. Kita beranggapan bahwa suami seperti ini selalu memicu konflik dalam rumah tangga.

Disadari ataupun tidak, setiap perbedaan yang kita temui dalam rumah tangga berpotensi menjadi konflik dan menyulut pertengkaran antara suami-istri. Konflik akan semakin tajam manakala kita memandang suami sebagai anak mami yang begitu mengesalkan.

Kita akan berlarut-larut membenci sikapnya yang kerap membanding-bandingkan kita dengan sosok ibunya. Bersikap plin plan dan terkesan kurang bertanggung jawab.

Kekurangan-kekurangan suami yang tampaknya semakin jelas dari hari ke hari akan melelahkan kita. Dan tidak mustahil menjadi penyebab retaknya sebuah pernikahan.

Bagaimana cara menyikapi suami anak mami?

Psikolog Rima Olivia, Psi, dalam sebuah wawancara dengan theAsianParent mengatakan tentang pentingnya mengubah sudut pandang. “Begitu kita mengarahkan fokus kita pada kekurangan si suami sebagai anak mami, berderet-deret kelemahannya akan muncul dan membuat kita semakin kesal padanya.

Sebaliknya, kita perlu melihat ‘anak mami’ ini sebagai suatu kelebihan.

“Ada orang yang mungkin memang tidak dibesarkan oleh ibunya, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mengerti bagaimana cara memperlakukan perempuan. Ia menjadi kasar, melihat perempuan sebagai objek, dan tidak tahu bagaimana harus menghormati perempuan.

Bisa dibayangkan bila orang seperti ini menjadi pasangan seumur hidup,” ujar pendiri Ahmada Consulting tersebut.

Lebih jauh psikolog yang berdomisili di Jakarta ini juga mengatakan, “ Jadi, sebaiknya benahi dulu sudut pandang. Anggap hal itu sebagai suatu keuntungan.”

Seringkali emosi membuat kita lupa pada sejumlah kelebihan suami yang kita sebut anak mami ini. Misalnya : sabar, lembut dan penuh perhatian. Di samping itu, jangan lupa, kebiasaan-kebiasaan baik ibu mertua juga banyak menurun pada anaknya.

Kebaikan-kebaikan itu yang membentuk pribadi seorang lelaki, boleh jadi kita memilihnya menjadi suami, karena kita tertarik pada sikapnya. Sikap yang merupakan buah dari didikan sang ibu.

Dengan mengubah sudut pandang, kita akan menerima kekurangan suami sebagai pelengkap dari kelebihan yang kita miliki. Sebaliknya, kekurangan kita akan disempurnakan oleh kelebihan yang dimiliki suami.

Menilai sesuatu secara positif akan membantu kita membina hubungan yang sehat, harmonis dan saling melengkapi.

Sebagai contoh, bila kita memiliki suami yang cenderung plin-plan dan tidak bertanggung jawab, boleh jadi pada saat yang sama kita bisa mengembangkan kemampuan dalam hal memimpin dan mengambil keputusan. Selain itu, kita bisa mengembangkan seluruh potensi yang kita miliki.

Namun, bila kita masih terjebak dalam pemikiran negatif, tentu saja hal itu akan menciptakan konflik yang tak kunjung usai. Hal ini sama sekali tidak membantu mengatasi masalah yang kita hadapi dalam kehidupan berumah tangga.

Ketika kita disibukkan dengan urusan mencela dan mencari-cari kekurangan suami. Menyesali pilihan kita pada lelaki yang kita sebut si anak mami. Pada saat yang sama, barangkali suami kita tengah berusaha untuk tetap bersabar. Berusaha keras untuk menahan emosi dan tidak terpicu untuk membalas sikap kita yang mudah meledak dan tidak sabaran.

Selain itu, dengan mengubah sudut pandang, kita akan lebih memahami ketaatan suami terhadap ibunya sebagai hal yang wajar.

Dengan demikian, sosok mertua tidak lagi tampil sebagai lawan yang harus dikalahkan, melainkan sebagai sahabat yang selalu menjadi pendukung utama kita dalam menghadapi suami.

Baca juga : Bila Mertua Bikin Galau

Jadi bersuamikan anak mami, tidak masalah bukan?

 

Semoga bermanfaat.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • Suami Anak Mami? Lihat Sisi Positifnya
Bagikan:
  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti