TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pakai sepatu lampu yang menyala, bocah ini alami luka bakar tingkat dua

Bacaan 4 menit
Pakai sepatu lampu yang menyala, bocah ini alami luka bakar tingkat dua

Hati-hati, jangan sampai peristiwa ini menimpa buah haati kita...

Parents, waktu kecil dulu pernah punya sepatu lampu yang menyala-nyala? Pokoknya, pakai sepatu LED ke sekolah membuat rasa percaya diri meningkat tajam. Langsung merasa jadi yang paling keren di sekolah!

Ternyata tren sepatu menyala ini masih terus booming di kalangan anak-anak sampai saat ini. Sayangnya, ada bahaya tersembunyi di balik kerennya sepatu LED.

Kaki melepuh akibat sepatu lampu

Peyton, seorang bocah laki-laki 9 tahun asal New York, Amerika Serikat, mengalami luka bakar tingkat dua di kakinya. Menurut sang ibu, Sherry Foster, peristiwa tragis yang menimpa putranya ini terjadi ketika acara water day di sekolahnya.

Sepatu Peyton basah saat festival berlangsung. Meski ia memakai kaus kaki, Peyton mulai mengeluhkan rasa tak nyaman pada kakinya malam itu saat tiba di rumah.

“Saya sempat mengecek. Kakinya kemerahan tapi saya pikir itu karena ia kedinginan setelah basah-basahan di festival,” ujar Sherry. “Besoknya, ia pulang ke rumah sambil mengatakan bahwa kakinya seperti terbakar. Saya cek lagi dan mendapati kakinya dua kali lipat lebih merah, melepuh, dan tampaknya menyakitkan.”

Keesokan paginya, Sherry membawa Peyton ke dokter anak yang akhirnya memberi rujukan ke spesialis kaki. Dokter spesialis menanyakan sejumlah pertanyaan tentang apa yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Saat itulah Sherry dan Peyton menyadari bahwa lampu LED pada sepatunya mati. “Ini menjadi petunjuk bahwa sepatu lampu LED milik Peyton yang menjadi penyebab ia mengalami luka bakar kimia. Dokter mengatakan pernah melihat luka bakar seperti ini sebelumnya,” Sherry menjelaskan.

Luka bakar kimia tingkat dua akibat sepatu lampu

sepatu lampu 3

Peyton didiagnosis mengalami luka bakar kimia tingkat dua dan tiga di sepanjang telapak dan jari kakinya. Sherry akhirnya paham bahwa sepatu Peyton memiliki baterai di dalamnya.

Ketika sepatu lampu itu basah, baterainya mulai mengeluarkan bahan kimia yang membakar kaki Peyton ketika berjalan. “Saya tidak menyadari bahwa hal ini bisa terjadi karena ini sepatu yang dibuat untuk anak-anak, seharusnya dibuat cukup aman. Namun kini semuanya jadi masuk akal mengapa Peyton merasa perih di telapak kakinya,”

“Putraku seorang jagoan. Ia benar-benar tangguh. Saat itu adalah hari pertama liburan musim panas dan Peyton terpaksa membungkus kakinya sehingga tak bisa bermain dengan teman-teman atau saudaranya.”

Saat ini Peyton menggunakan krim khusus untuk kakinya yang harus digunakan selama tiga minggu agar luka bakarnya sembuh.

Sherry ingin memperingatkan Parents tentang merk sepatu yang cukup terkenal ini. “Kami selalu membeli Skechers dan tak pernah ada masalah. Sepatu lampu Peyton, tipe Skechers Rayz memiliki tombol nyala – mati. Jika Parents membeli sepatu tipe ini, saya sarankan agar tidak membiarkan sepatu itu basah atau anak bermain di genangan. Saya tahu anak-anak sangat menyukai sepatu LED yang menyala ini tapi tetap harus hati-hati.”

Artikel terkait: 3 tingkatan dan langkah menangani luka bakar pada anak, panduan penting untuk Parents

Tanggapan pihak Skechers tentang tragedi sepatu LED ini

Seperti dikutip dari CafeMom, pihak Skechers sudah mengetahui kejadian ini dan ingin bertanggung jawab. “Produk sepatu Skechers telah diuji secara ketat demi keselamatan penggunanya. Skechers adalah merk keluarga yang telah menjual jutaan pasang sepatu lampu ke seluruh dunia tapi belum pernah terjadi insiden luka bakar kimia.

Postingan ibunda Peyton tanggal 29 Juni 2018 membuat kami selaku pihak Skechers menyadari adanya kejadian tragis ini. Kami segera mengontak Sherry, menanyakan kondisi putranya, dan memintanya untuk mengirimkan sepatu tersebut.

Kami akan melanjutkan penyelidikan. Meski belum pernah ada kejadian ini sebelumnya, namun keluhan ini akan kami tanggapi secara serius,” pihak Skechers memberikan pernyataan.

JANGAN lakukan ini jika anak Anda menggunakan sepatu LED menyala

sepatu lampu 2

Kejadian luka bakar pada kaki akibat sepatu nyala memang terbilang langkka. Namun, tak ada salahnya untuk tetap berhati-hati.

Bila anak memiliki sepatu LED menyala, pastikan untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Tidak membiarkan sepatu LED kebasahan. Sebaiknya simpan sepatu saat hari hujan. Air hujan mungkin tidak akan langsung merusak sepatu anak Anda, tetapi bahan kimia dalam baterai sepatu nyala bisa membahayakan.
  • Tidak meninggalkannya dalam mobil yang berada di bawah terik matahari. Berhati-hati terhadap suhu udara saat menyimpan sepatu. Suhu yang tinggi bisa memicu baterai dalam sepatu meledak. Sebaiknya simpan sepatu di tempat yang tidak terkena matahari langsung.
  • Jangan mencuci sepatu dengan mesin cuci. Bila ingin sepatu anak tetap bersih, cukup gunakan kain handuk, air hangat serta sabun yang lembut. Jangan terburu-buru mencucinya di mesin cuci.

Apakah anak Anda juga punya sepatu nyala ini?

 

Referensi: CafeMom, Hoverkicks, New York Post

Baca juga:

Balon hidrogen meledak di pesta ulang tahun, gadis ini menderita luka bakar serius

 

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Pakai sepatu lampu yang menyala, bocah ini alami luka bakar tingkat dua
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti