TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Demi ritual cari jodoh, seorang ayah di Sumatra tega memerkosa dua putrinya

Bacaan 4 menit
Demi ritual cari jodoh, seorang ayah di Sumatra tega memerkosa dua putrinya

Kedua korban adalah anak kandung pelaku yang masih di bawah umur.

Mencari pasangan hidup memang bukan hal yang mudah. Bahkan hingga banyak sekali muncul kepercayaan dan ritual cari jodoh yang berkembang di masyarakat. Namun, jangan sampai keinginan mendapat pasangan hidup membuat kita terjerumus ke dalam perbuatan bejat dan kriminal, apalagi sampai melecehkan anak sendiri.

Seperti kisah Ardiyanto, seorang petani di Desa Rantau Ali, Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Musirawas, Sumatra Selatan ini yang tega memperkosa dua putri kandungan sendiri untuk ritual cari jodoh.

Demi ritual cari jodoh, Ardiyanto perkosa dua putrinya sendiri

cari jodoh 3

Dilansir dari Kompas.com, Ardiyanto ditangkap petugas setelah tindakan asusila yang ia lakukan dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

Kapolres Musirawas AKBP Suhendro mengatakan Ardiyanto awalnya menjanjikan kedua putrinya yang inisial SS (17) dan MR (15) untuk mendapatkan seorang jodoh yang kaya raya dengan melakukan ritual cari jodoh. Ritual itu antara lain dengan melakukan hubungan badan.

Ardiyanto pun membawa SS dan MR ke dalam kamar dengan hanya mengenakan handuk. Pria berusia 48 tahun ini kemudian memberikan pisang dan sesuap nasi untuk kedua orang putrinya tersebut.

Ternyata, di dalam makanan yang diberikan kepada korban, pelaku menyembunyikan pil KB. Kemudian setelah memberi kedua putrinya makan, pelaku menyetubuhi keduanya secara bergiliran.

Artikel terkait: 6 Tahun cabuli anak tiri, pelaku: “Saya khilaf”

Demi ritual cari jodoh, seorang ayah di Sumatra tega memerkosa dua putrinya

Suhendro kemudian menjelaskan bahwa perbuatan yang dilakukan Ardiyanto sejak Agustus 2018 lalu tersebut terbongkar setelah pihak keluarga curiga setelah melihat adanya perubahan fisik dari kedua korban.

Setelah itu, kedua korban mengaku kerap disetubuhi tersangka dengan alasan melakukan ritual cari jodoh.

“Kedua korban adalah anak kandung pelaku. Semuanya masih di bawah umur. Mereka digilir secara bergantian oleh pelaku. Modusnya ritual untuk mendapatkan jodoh,” jelas Suhendro.

Akibat perbuatannya tersebut Ardiyanto pun dikenakan pasal 76 huruf E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Jo pasal 287 KUHPidana dengan ancaman diatas 10 tahun penjara.

***

Semoga kisah seperti ini tidak terjadi pada keluarga, saudara, dan rekan kita.

Referensi: Kompas.com

Baca juga

Surat pilu anak korban pemerkosaan setelah pemerkosanya dinyatakan bebas

Mencari pasangan hidup memang bukanlah hal yang mudah dan tidak bisa sembarangan. Bahkan ada banyak sekali muncul kepercayaan tentang cara cepat untuk mendapatkan jodoh di kalangan masyarakat. Namun jangan sampai jika keinginan Anda untuk mendapatkan jodoh harus menjerumuskan Anda ke dalam perbuatan bejat atau krimnal. Seperti kisah Ardiyanto yang tega memperkosa anaknya sendiri sebagai ritual cari jodoh.

Perkosa Putrinya Sendiri Demi Mendapatkan Jodoh

Ardiyanto adalah seorang petani di Desa Rantau Ali, Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan. Ia tega memperkosa putri kandungannya sendiri untuk bisa mendapatkan jodoh. Dilansir dari Kompos.com, Ardiyanto ditangkap petugas setelah tindakan asusila yang ia lakukan dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

ini ayah di Sumatra tega memerkosa ritual cari jodoh

Kapolres Musirawas AKBP Suhendro mengatakan bahwa Ardiyanto ini awalnya menjanjikan kedua putrinya yang masih berusia 17 tahun dan 15 tahun agar bisa mendapatkan jodoh. Ia percaya jika melakukan hal ini maka putrinya akan mendapatkan jodoh yang kaya raya. Ritual ini dilakukan dengan melakukan hubungan badan.

Ardiyanto pun membawa kedua putrinya ke dalam kamar hanya dengan mengenakan handuk. Pria yang sudah berumur 48 tahun kemudian memberikan pisang dan sesuap nasi untuk masing masing putirnya tersebut. Ternyata di dalam makanan yang diberikan tersebut terdapat pil KB yang membuatnya tidak hamil. Setelah memakan pisang dan nasi, ia pun menyetubuhi kedua putrinya secara bergiliran.

ini ayah di Sumatra tega memerkosa ritual cari jodoh seks intim hubungan badan

Dikenakan Pidana Perlindungan Anak

Suhendro kemudian menjelaskan bahwa perbuatan yang dilakukan Ardiyanto ini sudah dilakukan sejak Agustus 2018 lalu. Kejahatan asusila ini terbongkar oleh pihak keluarga karena mencurigai adanya perubahan fisik dari kedua korban pemerkosaan ayah kandung tersebut. Setelah itu kedua korban ini mengaku jika ayahnya kerapkali menyetubuhinya dengan alasan melalukan ritual cari jodoh.

Menurut keterangan Suhendro kepada wartawan Detik.com ia menyatakan bahwa kedua korban adalah kandung pelaku. Kedua putrinya masih berusia di bawah umur dan modusnya adalah mendapatkan jodoh yang kaya raya. Akibat dari perbuatanya ini Ardiyanto akhirnya dikenakan pasal 76 huruf E Undangan Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal KUHPidana dengan ancaman diatas 10 tahun penjara.

ini dia ayah di Sumatra tega memerkosa ritual cari jodoh

Apa yang dilakukan oleh Ardiyanto ini tentu tidak bisa dimaafkan tanpa dijatuhi hukuman yang setimpal. Tindakan asusila sendiri sangat berpengaruh pada tumbuh kembang dan trauma anak sejak kecil. Oleh karenanya keluarga sebagai tempat untuk tempat aman untuk melindungi anak justru dijadikan tempat untuk melakukan kejahatan asusila.

Dari kisah tragis yang harus dialami oleh kedua putri Ardiyanto bisa dijadikan pelajaran penting bagi orangtua. Bahwasanya jangan mencederai anak sendiri hanya untuk melakukan ritual irutal yang tidak dipercayai dan hanya menjadi mitos di kalangan masyarakat. Trauma yang akan dimiliki oleh anak ini akan dibawa hingga ia dewasa dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menyembuhkannya.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Demi ritual cari jodoh, seorang ayah di Sumatra tega memerkosa dua putrinya
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti