TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Retinopati Prematuritas, risiko kebutaan pada anak yang lahir prematur

Bacaan 3 menit
Retinopati Prematuritas, risiko kebutaan pada anak yang lahir prematur

Bayi prematur memiliki risiko kesehatan yang tinggi. Salah satunya Retinopati Prematuritas yang dapat menyebabkan kebutaan bila tidak segera dideteksi.

Bayi yang lahir prematur memiliki risiko kesehatan yang amat tinggi, salah satunya adalah Retinopati Prematuritas (ROP). Jika tidak dideteksi dini, Retinopati Prematuritas dapat menyebabkan kebutaan pada anak.

Pada tahun 2010 dalam laporan PBB berjudul Born Too Soon diketahui Indonesia menempati urutan ke-5 sebagai negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia. Menurut data WHO (organisasi kesehatan dunia), kelahiran prematur menjadi penyebab kematian kedua tersering pada balita setelah pneumonia.

Selain menjadi penyumbang terbesar angka kematian bayi, kelahiran prematur diketahui juga menyebabkan cacat fisik.

Artikel terkait: Selalu ada harapan hidup bagi bayi prematur, 9 foto senyuman ini membuktikannya

Apa itu Retinopati Prematuritas?

retinopati prematuritas - beda mata normal dan ROP

Perbandingan anatomi mata normal dengan Retinopati Prematuritas. Sumber: Kidshealth.

Retinopati Prematuritas (ROP) adalah perkembangan abnormal pembuluh darah retina mata yang dijumpai pada bayi prematur akibat organ tubuh yang belum matang sempurna saat dilahirkan. Menurut data dari Pokja Nasional ROP dan Bayi Prematur, angka kejadian ROP di Indonesia adalah 11.09% di tahun 2012.

Bila dideteksi sejak dini, bayi prematur yang mengalami ROP bisa mendapatkan terapi untuk mencegah kebutaan. Gangguan mata ROP terjadi pada tahap ringan di mana dapat mengalami perbaikan spontan, hingga tahap berat yang dapat mengakibatkan lepasnya retina dan mengakibatkan kebutaan permanen pada anak.

Menurut Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) menyampaikan bahwa angka kematian bayi prematur di Indonesia telah berkurang berkat kemajuan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di rumah sakit. Di sisi lain, kejadian ROP akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup bayi prematur tersebut.

Kapan skrining ROP harus dilakukan?

  • usia kehamilan kurang dari 34 minggu sudah dilahirkan
  • bayi lahir dengan berat badan kurang dari sama dengan 1500 gram
  • bayi yang memiliki fakor risiko saat dilahirkan: infeksi berat (sepsis), gangguan pernapasan, gangguan jantung, mendapatkan terapi oksigen dosis tinggi dalam jangka panjang, membutuhkan transfusi darah secara berulang

Komplikasi Retinopati Prematuritas

Bila ROP tidak dideteksi sejak dini dan tidak mendapatkan terapi, maka bayi berisiko mengalami kebutaan permanen. Selain itu, ROP juga bisa berkembang menjadi penyakit berikut ini:

  • lepasnya lapisan retina
  • rabun jauh
  • mata juling
  • mata malas
  • glaukoma
  • kebutaan

Peluncuran program Jak-ROP

Retinopati Prematuritas - peluncuran program JAKR-ROP

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah menetapkan panduan ketat deteksi dini ROP sehingga angka kejadian penyakit ini di RSCM terbilang rendah. Namun, masih cukup banyak kasus rujukan ROP dari rumah sakit lain, bahkan untuk stadium yang lanjut.

RSCM bekerja sama dengan Standard Chartered Bank dan Hellen Keller Indonesia meluncurkan program Jak-ROP yang diharapkan dapat mendeteksi dini kasus ROP. Jak-ROP merupakan program mobile di mana tim RSCM akan secara aktif dan rutin mendatangi rumah sakit dengan membawa alat kamera retina untuk memeriksa bayi prematur.

Gambar yang didapatkan dari alat ini akan dikirimkan ke dokter spesialis mata di RSCM untuk dievaluasi kemungkinan terjadinya ROP. Harapannya dengan program Jak-ROP ini dapat menekan angka kebutaan pada anak-anak.

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Baca juga:

Penelitian Terkini: Lahir Prematur Tak Pengaruhi Kecerdasan Bayi

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Retinopati Prematuritas, risiko kebutaan pada anak yang lahir prematur
Bagikan:
  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti