Anaknya terluka saat Jakarta mati lampu, Widi Mulia berusaha tidak panik

Anaknya terluka saat Jakarta mati lampu, Widi Mulia berusaha tidak panik

"Ngga papa jangan panik yaa," kata ibu Widi ke dirinya sendiri," tulis Widi mengingatkan dirinya sendiri saat melihat Den Bagus tersandung dari eskalator.

Setiap orangtua tentu tak mau melihat anak-anaknya terluka. Meskipun telah berhati-hati, tetapi kecelakaan selalu bisa saja terjadi dan tak dapat dihindari. Seperti kejadian yang menimpa Den Bagus Satrio Sasono, putra bungsu Widi Mulia dan Dwi Sasono baru-baru ini.

Putra bungsu Widi Mulia dan Dwi Sasono tersandung di eskalator

Dalam akun Instagram pribadinya, Widi Mulia menceritakan pengalaman tidak menyenangkan yang baru saja dialami oleh putra bungsunya Den Bagus Satrio Sasono. Ia bercerita bahwa Si Bungsu yang akrab disapa Den Bagus tersebut baru saja tersandung di sebuah tangga eskalator dan terluka cukup dalam.

“What a Day. Baru kejadian tadi jam 12.00 siang. Den Bagus kesandung tangga eskalator dan jidatnya luka cukup dalam. Beberapa menit kemudian ada pengumuman MRT sementara berhenti beroperasi karena mati lampu,” cerita Widi Mulia dalam unggahan Istagram story-nya, Minggu (4/8/2019).

putra bungsu widi mulia 2

Dalam unggahan tersebut, Den Bagus terlihat sedang menahan sakit dan memeluk Widi dengan erat. Widi pun berusaha menenangkan Den Bagus dengan mengelus halus punggungnya dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

putra bungsu widi mulia 4

Meskipun berusaha tenang dan tegar di depan Den Bagus dan kedua kakaknya, Dru Prawiro Sasono serta Widuri Putri Sasono. Namun sebagai seorang ibu, rasa khawatir dan sedih tergambar jelas di raut wajah Widi.

“Ngga papa jangan panik yaa,” kata ibu Widi ke dirinya sendiri,” tulis Widi mengingatkan dirinya sendiri.

putra bungsu widi mulia 3

Artikel terkait: Ramai isu bullying ini yang diajarkan Widi Mulia pada anak-anaknya

Selain putra bungsu Widi Mulia, kecelakaan di eskalator rentan dialami anak lainnya

Kecelakaan saat menggunakan eskalator memang sering dialami oleh anak-anak. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di berbagai negara lainnya.

Dilansir dari Kompas.com, dalam jurnal yang dikeluarkan Accident Research Center Monash University dijelaskan bahwa sebagian besar kecelakaan eskalator yang dialami anak-anak salah satunya karena mereka tidak diawasi oleh orangtuanya.

Faktor lain karena penggunaan keranjang bayi atau kursi roda, tidak menggunakan pegangan tangan, tidak berada di dalam area bergaris kuning, dan berjalan saat menggunakan eskalator.

Menurut data yang terkumpul, kebanyakan korban dari kecelakaan eskalator adalah anak usia 0-4 tahun yang menggunakan eskalator di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, dan sebagainya.

Anak laki-laki di bawah usia 5 tahun lebih berpeluang untuk mengalami kejadian kecelakaan di eskalator dibandingkan dengan anak perempuan seusianya. Hal ini dikarenakan perbedaan aktivitas dari keduanya.

Artikel terkait:Tips Aman Menggunakan Eskalator Bersama Balita

Anaknya terluka saat Jakarta mati lampu, Widi Mulia berusaha tidak panik

Menurut penelitian ini, mayoritas kecelakaan terjadi di saat-saat yang ramai dan padat. Misalnya di akhir pekan, puncak musim libur, dan sebagainya.

Bila dilihat dari bagian tubuh yang paling banyak mengalami luka dalam kecelakaan ini, kaki menempati urutan pertama, kemudian muka dan kepala, diikuti dengan jari-jari dan tangan. Adapun jenis kecelakaan yang terjadi karena terpeleset, tersandung, atau terjatuh.

Oleh karena itu, para orangtua diingatkan untuk tak membiarkan anaknya tanpa pengawasan saat menggunakan eskalator. Orangtua harus menemani sang anak dan memastikan mereka ada dalam pengawasan dan kondisi yang aman.

Misalnya, sebelum naik ke eskalator anak-anak harus ada di dalam garis kuning dan tidak naik pada pegangan eskalator. Selain itu, orangtua yang membawa anaknya menggunakan kereta bayi sebaiknya menggunakan lift bukan eskalator.

Tips menggunakan eskalator yang aman bersama anak

Anaknya terluka saat Jakarta mati lampu, Widi Mulia berusaha tidak panik

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan eskalator bersama anak menurut lembaga keamanan eskalator dunia Neii:

  • Pastikan untuk menggandeng anak saat sedang berada di eskalator. Jika perlu, gendonglah anak Anda yang masih di bawah 5 tahun agar ia tidak jatuh.
  • Jika anak tidak digendong, maka pastikan bahwa tangannya tidak berada di sela-sela eskalator. Anak senang memegang pegangan hitam yang membuat tangannya berjalan. Namun beberapa anak terus mengikuti pergerakan pegangan eskalator hingga masuk ke sela-sela mesin yang berputar ke bawah.
  • Saat berada di eskalator, ajari anak untuk mengingat agar lebih hati-hati. Misalnya dengan menggunakan aba-aba “1… 2… 3…” sebelum dan sesudah melangkahkan kaki ke eskalator.
  • Minta anak untuk tidak berlarian saat eskalator sedang berjalan.
  • Jangan sampai anak memanjat pada bagian pegangan eskalator maupun pinggiran kacanya.
  • Jangan menggunakan sandal berbahan karet maupun alas kaki dengan model seperti Crocs. Karena sandal model seperti itu akan dengan mudah “termakan” oleh eskalator saat Anda terlambat melangkah.
  • Perhatikan ujung gamis maupun baju panjang Anda. Jangan sampai ada insiden ujung gamis tersangkut jeruji eskalator.
  • Jangan menggendong anak saat sedang menggunakan gamis maupun baju panjang lainnya. Karena jika gamisnya tersangkut, maka keseimbangan tubuh Anda akan terganggu.

Artikel terkait: Gamis Tersangkut Eskalator, Bayi Terlepas dari Gendongan Ibunya dan Jatuh ke Lantai Bawah

putra bungsu widi mulia 1

  • Lihatlah ke depan saat berada di eskalator, pastikan Anda menyadari bahwa eskalator sudah membawa Anda ke ujung lantai tujuan Anda.
  • Jangan memainkan ponsel saat sedang berada di eskalator. Karena orang yang terburu-buru dari belakang rentan menabrak Anda dan berpotensi membuat ponsel Anda jatuh.
  • Patuhi etika di eskalator. Sisi sebelah kiri untuk orang yang hanya berdiri saja, sisi sebelah kanan untuk orang yang butuh berjalan di eskalator agar bisa sampai lebih cepat.
  • Jangan berjalan ke arah sebaliknya saat berada di eskalator. Selain mengganggu pengguna lain, Anda juga akan berpotensi jatuh dan kehilangan keseimbangan.
  • Berpeganglah di pegangan eskalator sekalipun Anda sedang membawa barang di satu tangan
  • Sebaiknya jangan meletakkan barang-barang di eskalator saat tangga sedang berjalan. Jika Anda terlambat mengambilnya, maka barang tersebut rentan terjepit sela-sela eskalator.
  • Gunakan eskalator khusus keranjang belanja jika Anda sedang menggunakan stroller.
  • Usahakan agar tidak berdiri berjajar saat berada di eskalator agar tidak menghalangi jalan orang yang ingin buru-buru.

****

Anda bisa bergabung dengan jutaan ibu lainnya di aplikasi theAsianparent untuk berinteraksi dan saling berbagi informasi terkait kehamilan, menyusui, dan perkembangan bayi dengan cara klik gambar di bawah ini.

putra bungsu widi mulia 9

Referensi: Instagram Widi Mulia, Kompas.com, National Elevator Industry

Baca juga

Ibu Menyelamatkan Anaknya Sebelum Meninggal di Eskalator

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner