Problema Klasik Ibu Bekerja

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Keseimbangan antara tuntutan keluarga dan pekerjaan selalu menjadi problema klasik yang dihadapi para ibu bekerja.

Menjaga keseimbangan antara karir dan keluarga selalu menjadi problem klasik untuk ibu bekerja.

Menjaga keseimbangan antara karir dan keluarga selalu menjadi problem klasik untuk ibu bekerja.

Beberapa waktu lalu TheAsianParrent.com mengundang Suhaimi Rafdi (CEO Cathay Organisation), Sher-li Torrey (pendiri Mums@Work), Daphne Ling (pengusaha dan pemilik blog Mothers Inc.) dan Michal Sarig (diplomat Israel) untuk menghadiri diskusi mengenai cara menjaga keseimbangan antara karir dan keluarga bagi ibu bekerja.

Mereka merekomendasikan beberapa tips menarik untuk para ibu bekerja seperti Anda. Berikut liputannya.

1. Ibu bekerja harus menjaga keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi

Bagi ibu bekerja, dibutuhkan lebih dari sekedar menjaga keseimbangan antara karir dan keluarga. Hal ini karena seorang perempuan adalah ibu, istri, anak, karyawan (atau atasan) sekaligus.

"Pekerjaan seudah menjadi bagian dari kehidupan pribadi, dan untuk ibu bekerja perbandingannya bukan lagi 50-50," jelas Torrey.

Peranan seorang perempuan bertambah seiring dengan bertambahnya usia dan menjadi ibu bekerja hanyalah salah satu tahapan kehidupan yang dilaluinya.

2. Meningkatkan peran ayah

Anggapan bahwa tempat terbaik untuk seorang perempuan adalah di rumah dan mengasuh anak-anak memang tidak salah. Apalagi jika suami juga bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup untuk menghidupi seluruh keluarga.

Namun bagaimana jika Anda dan pasangan terlibat dalam debat berkepanjangan ketika Anda memilih menjadi ibu bekerja?

Anda membutuhkan seorang suami yang memahami pilihan Anda menjadi ibu bekerja dan tak keberatan menggantikan peran Anda ketika ia sedang tidak bekerja, di mana hal ini cukup jarang ditemui di Indonesia.

Baca juga : Cara Ayah Baru Membantu Ibu

Ajaklah suami berdiskusi tentang tumbuh kembang anak dan yakinkan ia bahwa kehadiran seorang ayah memiliki dampak positif untuk perkembangan anak, baik dari sisi psikologis, akademis, kognitif maupun interaksi sosial.

Kesepakatan antara pasangan untuk berbagai peran sangat penting agar ibu bekerja memiliki peluang untuk meningkatkan prestasi kerjanya.

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Karir dan bisnis