Viral! Pramugari ini menyusui bayi penumpang yang menangis kelaparan

Viral! Pramugari ini menyusui bayi penumpang yang menangis kelaparan

"Aku menyusui bayi asing dalam penerbangan. Terima kasih Tuhan atas anugerah ASI yang Engkau berikan padaku"

Selasa, 6 November 2018 hanyalah hari yang biasa saja bagi pramugari Philippine Airlines bernama Patrisha Organo (24), tetapi semuanya berubah ketika ia mendengar bayi menangis di pesawat. Ia segera tahu apa yang harus dilakukannya. Sebuah tindakan kebaikan yang nyata ditunjukkan melalui kejadian pramugari menyusui bayi penumpang yang kelaparan tanpa berpikir dua kali.

Pramugari menyusui bayi penumpang yang kelaparan – dan kami semua terharu!

Kita semua pasti pernah merasakan hal ini. Anda berada di pesawat/bus/kereta bersama bayi Anda yang lelah dan lapar. 

Bayi Anda pun mulai menangis – campuran antara rasa marah dan kelaparan – dan tak ada yang bisa dilakukan untuk menenangkannya… kecuali makanan. Anda pun makin stres karena terjebak dalam pesawat dan tak bisa turun.

Inilah yang dialami seorang ibu dalam penerbangan menggunakan Philippines Airlines ketika bayinya menangis. Saat melihat Patrisha mendekat, ia berpikir mungkin bisa meminta tolong pada pramugari tersebut untuk menenangkan bayinya.

Ia tidak tahu bahwa Patrisha memang berniat membantu karena ia sendiri adalah seorang ibu. 

Dalam sebuah postingan Facebook yang beredar viral, Patrisha menjelaskan apa yang terjadi. 

Tepat setelah pesawat lepas landas, ia mendengar suara bayi menangis – “Sebuah tangisan yang membuat Anda ingn melakukan apa pun untuk menolongnya.”

Pramugari tersebut mendatangi ibu sang bayi dan bertanya apakah semuanya baik-baik saja. Ia menyadari bahwa bayi itu menangis karena lapar.

Jadi, Patrisha memberi tahu ibu itu untuk memberi bayinya susu. Sayangnya, ternyata sang ibu kehabisan susu formula. 

Pada saat itu, bayinya mulai meraung begitu keras sehingga para penumpang mulai melihat dan menatap bayi yang kecil itu. Patrisha berkata, “Saya merasakan nyeri di hati. Tidak ada susu formula di pesawat. Saya berpikir hanya ada satu hal yang dapat saya tawarkan yaitu ASI saya sendiri. Jadi, saya pun mulai menawarkan pada ibu sang bayi.”

Dan begitulah awal kisah pramugari menyusui bayi penumpang yang sama sekali tidak ia kenal.

Administrator penerbangan kemudian membawa ibu tersebut ke area dapur pesawat di mana pramugari menyusui bayi penumpang. 

“Saya melihat kelegaan di mata ibunya. Saya terus menyusui bayi tersebut hingga ia tertidur. Kemudian, saya mengantarkan ibu dan bayi itu kembali ke tempat duduknya. Tepat sebelum saya pergi, ibu itu dengan tulus mengucapkan terima kasih,” ujar Patrisha menjelaskan.

Patrisha mengakhiri postingannya di Facebook dengan kata-kata berikut:

“Saya menyusui bayi asing yang tidak saya kenal di dalam pesawat. Terima kasih Tuhan atas hadiah berupa ASI yang saya miliki ini.”

Kita butuh lebih banyak pejuang ASI seperti Patrishapramugari menyusui bayi 1

Sebagian besar cerita yang melibatkan menyusui bayi saat di pesawat tidak memiliki akhir yang bahagia. Hal yang sama berlaku untuk Bunda yang menyusui di depan umum. 

Seringkali, ibu-ibu itu dengan kasar diberi tahu untuk menutupi atau justru harus pindah ke kamar mandi atau tempat lain yang tidak pantas jika mereka ingin menyusui di tempat umum.

Hal ini sebagian besar disebabkan karena kegiatan menyusui diasosiasikan dengan sesuatu berbau seksual dan mendapat stigma negatif. Banyak orang yang menganggap menyusui harus dilakukan di tempat tertutup.

Orang-orang lupa bahwa peran utama payudara ibu adalah untuk memberi makan dan membesarkan bayi. 

Karena sikap ini begitu wajar terjadi dalam masyarakat (terutama di negara-negara Barat), banyak ibu ragu-ragu untuk menyusui di depan umum. Jadi mereka memilih untuk tidak melakukannya atau menutupinya atau bahkan bersembunyi di kamar mandi.

Itu sebabnya cerita pramugrari menyusui bayi penumpang di pesawat sangat menginspirasi. Tindakan Patrisha yang tanpa ragu menyusui bayi asing menunjukkan kepada dunia bahwa menyusui sebenarnya adalah hal yang alami. 

Dunia pun bereaksi positif terhadap kisah pramugari menyusui bayi:
  • Tindakan yang indah! Tidak semua superhero memakai jubah.
  • Sangat indah! Kamu luar biasa!
  • Tindakan yang baik, nona! Saya mengucapkan selamat karena Anda penuh perhatian

Komentar-komentar terus berdatangan – sudah lebih dari 4.500 dan masih terus bertambah.

Apa yang Patrisha lakukan bukan hanya kemenangan untuk ibu menyusui. Ini adalah kemenangan untuk semua ibu di dunia yang tidak mudah menghakimi ibu lainnya.

Ia tidak menghakimi ibu yang bayinya menangis akibat kehabisan sufor. Ia juga tidak mempertanyakan mengapa sang ibu memilih memberikan susu formula kepada anaknya.

Patrisha hanya membantu seorang ibu dengan satu-satunya cara yang ia bisa. Dengan menyusui. Dan tanpa menghakimi.

Seorang warganet mencoba membuat rangkumannya:

Saya menyukai kisah ini. Ini bukan tentang kesalahan seorang ibu. Ini kisah tentang membantu sesama ibu. Orang-orang terlalu cepat menilai pilihan seseorang. Kita harus berhenti menghakimi dan mulailah mempertanyakan diri kita sendiri seberapa jauh kita akan membantu dan membela sesama ibu.

Kami di theAsianparent berterima kasih kepada Patrisha atas perbuatan baiknya yang membantu meringankan pikiran seorang ibu yang sedang stres dalam menenangkan bayi yang kelaparan. Salut!

*Artikel ini disadur dari tulisan Nalika Unantenne di theAsianparent Singapura.

Baca juga: 

Gara-gara menyusui, seorang ibu diusir dari pesawat

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner