Sedang hamil tua, polisi ini bagikan pengalaman bertugas saat pandemi COVID-19

Sedang hamil tua, polisi ini bagikan pengalaman bertugas saat pandemi COVID-19

Meski merasa khawatir dan cemas, tapi petugas polisi hamil yang bernama Reema ini tetap menjalankan tugasnya di tengah pandemi.

Jika sebagian besar ibu hamil memilih untuk berdiam diri di rumah selama pandemi COVID-19 karena takut tertular, tapi tidak dengan petugas polisi hamil ini. Ia justru tetap bekerja di tengah pandemi demi mengamankan kondisi.

Seorang petugas polisi hamil justru memilih mendedikasikan dirinya untuk bekerja meski usia kandungannya sudah masuk trimester ketiga. Pekerjaan yang diambilnya juga cukup berisiko, terutama bagi kesehatan ia dan sang jabang bayi.

Adala Reema Razif, perempuan yang bekerja sebagai seorang staf garis terdepan untuk menangani penyebaran Virus Corona di negara Singapura. Saat ini usia kandungan Reema sudah menginjak 30 minggu.

Artikel terkait : Risiko virus corona bagi ibu hamil dan anak, benarkah sangat berbahaya?

Kisah petugas polisi hamil tetap berjaga di tengah pandemi COVID-19

petugas polisi hamil

Diakui oleh Reema, bukan hal mudah baginya untuk bertugas di tengah pandemi COVID-19, ditambah kondisinya yang sedang mengandung anak ketiga. Tidak bisa dipungkiri, rasa khawatir dan cemas tentu saja pernah ia rasakan.

Melalui akun Facebook pribadinya, Reema mencurahkan seluruh isi hatinya. Termasuk mengutarakan segala tantangan yang ia hadapi ketika bertugas di situasi genting seperti saat ini.

“Hamil 30 minggu di trimester ketiga dan dengan anak ketiga saya, tapi masih bergegas setiap hari tanpa keluhan. Apakah saya ingin berada di rumah? bersama anak-anak? tentu saja! Saya juga merasa khawatir dan cemas. Tapi, tidak mementingkan diri sendiri terpenuhi,” ungkap Reema di unggahan Facebook pribadinya.

Ada perbedaan selama bertugas di tengah situasi pandemi COVID-19

petugas polisi hamil

Reema melanjutkan, bertugas selama pandemi ini tentu saja berbeda dari hari-hari biasanya sebelum penyebaran Virus Corona ini muncul. Kondisi saat ini terasa lebih berat, apalagi risiko dirinya akan terpapar virus juga lebih tinggi.

Walau demikian, setiap hari ia mencoba menjalankan tugas dengan tenang. Tujuannya, agar semua pekerjaan yang diemban bisa terselesaikan dengan baik.

“Kami bekerja secara gila-gilaan, tugas yang panjang dan tidak teratur. Mematuhi peraturan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, mencoba mencegah dan meminimalkan kejahatan, melindungi orang-orang yang tidak bersalah, memberikan bantuan dan memberi saran,” tulis Reema.

“Terpapar bahaya yang tidak dapat diprediksi, menghadapi banyak kepribadian, pengawasan publik, rentan terhadap penghinaan media. Namun, untuk menghadapi dan melalui itu semua, kami harus tetap tenang setiap saat,” lanjutnya pada Jumat (17/04).

Reema memohon agar seluruh pihak bisa bekerja sama menangani pandemi COVID-19

Masih melalui unggah di akun Facebook pribadinya, Reema menyampaikan rasa hormatnya untuk seluruh garda terdepan penanganan penyebaran Virus Corona. Serta, berharap agar seluruh pihak bisa kerja sama untuk memutus rantai penularan virus.

“Saya memberikan rasa hormat saya terutama kepada semua rekan-rekan pekerja garis depan, suami saya dan setiap orang yang saya cintai. Mari kita berbaik hati, mari kita bekerja sama dan ini akan segera berakhir,” ujar Reema.

Artikel terkait : Lama tak pulang karena merawat pasien COVID-19, perawat ini tak dikenali anaknya

Sebagai petugas polisi hamil di Singapura, ia  dapat banyak dukungan 

petugas polisi hamil

Dari unggahannya di Facebook, Reema mendapat banyak dukungan dari warganet. Mereka juga berterima kasih kepada Reema atas dedikasi dan pengorbanannya dalam mendukung keamanan situasi di Singapura saat pandemi COVID-19.

Reema juga dipandang sebagai ‘perempuan super‘, karena masih bekerja di luar rumah selama pandemi. Padahal, kondisi saat ini sangat berisiko baginya yang sedang mengandung.

“Terima kasih nyonya dan terima kasih banyak untuk semua yang tanpa lelah serta pengorbanan dalam membantu menjaga zona merah agar kami tetap aman dan selamat selama krisis pandemi ini. Salut kepada kamu, Reema. Semoga tetap aman dan sehat,” ujar seorang warganet.

“Sebagai sesama ibu hamil, saya benar-benar salut kepada Reema, semoga Tuhan selalu memberkati kamu. Namun, berharap agar ibu hamil benar-benar bisa diperlakukan atau diberi prioritas yang lebih baik,” tulis warganet lain di kolom komentar unggahan Facebook Reema.

Demikianlah kisah seorang petugas polisi hamil di Singapura yang tetap harus bertugas menjaga keamanan di tengah pandemi COVID-19. Semoga Reema dan bayi yang dikandungnya selalu diberi kesehatan.

Baca juga :

Ciri-ciri awal infeksi virus corona pada ibu hamil, Bunda wajib tahu!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner