Beberapa Stimulasi Awal untuk Perkembangan Bayi

Beberapa Stimulasi Awal untuk Perkembangan Bayi

Berikut adalah beberapa stimulasi yang dapat Anda lakukan untuk merangsang perkembangan bayi Anda. Selamat mencoba.

Ingin memaksimalkan perkembangan bayi lucu Anda? Jangan lupakan beberapa stimulasi sederhana ini.

[Not a valid template]

 

Baca juga artikel menarik lainnya:

Tahap Perkembangan Anak 0-3 Tahun dari Bulan ke Bulan

Tak Semua Mainan Menstimulasi Otak Secara Efektif

 

Stimulasi pada bayi terjadi sejak dini terutama berkembangnya saraf kognitif. Maka dari itu tidak diperbolehkan orang tua berteriak atau bertengkar di depan bayi. Karena secara tidak langsung saraf-saraf halus akan merespon dan mengingat. Pemberian stimulasi sejak dini akan berdampak besar pada kehidupan anak di kemudian hari. Di masa awal hidupnya tumbuh kembang si bayi berjalan amat cepat, bahkan kelima inderanya sudah merespon sekitar dengan baik.

Cara Mudah untuk Menstimulasi Bayi

1. Melalui Indera Penglihatan

Saat bayi baru lahir penglihatannya amsih kabur, dan hanya mampu melihat sesuatu dengan jarak 20-30 cm. Namun netra bayi mulai menangkap ukuran benda besar atau kecil, serta bayangan warna terang atau gelap. Memasuki usia 4 bulan mata bayi mulai mengikuti pergerakan benda, mulai dapat melihat banyak warna. Para orang tua bisa menstimulasi dengan mendekorasi kamar, beri pola tegas dan warna-warna cerah. Ajak juga bermain cilukba agar dapat membantu koordinasi pergergerakan mata dan tangan.

Perkembangan bayi itu Melalui Indera Penglihatan

2. Melalui Indera Pendengaran

Indera satu ini sebenarnya sudah berkembang sejak di dalam kandungan. Oleh sebab itu banyak bayi yang langsung merespon saat dipanggil ibunya, karena suara ibu sangat familiar. Bayi akan mengenal suara ibunya, merasakan sentuhan dan memandangi wajah si ibu terus-menerus. Mulai tahap ini si ibu sedikit-banyak mengajak si bayi mengobrol, bertutur lembut sambil memberikan kenyamanan. Bersenandung pelan saat bayi mulai rewel, atau membacakan dongeng anak.

3. Melalui Indera Peraba

Seiring perkembangan bayi, Ia akan peka terhadap rangsangan dan sentuhan. Alih-alih memberikan sentuhan yang lembut, malah membuat bayi kaget. Hal ini disebabkan saraf-saraf bayi masih halus, jadi sangat sensitif apabila ada yang meraba tiba-tiba. Ada beberapa cara untuk menstimulasi bayi, yaitu menggendong dan memeluk bayi. Keduanya membuat bayi nyaman karena seperti berada dalam kandungan. Mulai juga mengenalkan bayi pada mainan berbagai bentuk.

3. Melalui Indera Penciuman

Sejak lahir bayi sudah mengenali aroma air susu ibu, makannya sangat cepat bayi bergerak apabila berdekatan dengan sumbernya. Bayi juga mulai mencium aroma tertentu, baik yang membuatnya nyaman maupun berbahaya. Jika baunya tidak sedap Ia akan menangis sangat kencang karena merasa tidak nyaman. Maka dari itu, para orang tua hindari menggunakan parfum atau deterjan dengan aroma menyengat. Ibu juga bisa mulai memperkanalkan bau-bau yang manis dan masih bisa ditangkap hidungnya.

Perkembangan bayi ini Melalui Indera Penciuman

4. Melalui Indera Perasa

Perkembangan bayi sangat cepat termasuk indera perasanya. Ia akan mudah mengenali rasa ASI masih enak diminum atau tidak, biasnya kalau terasa pahit Ia tidak akan mau berdekatan dengan sumber susu. Untuk merangsang indera perasa bayi, si ibu boleh mengonsumsi berbagai jenis makanan dengan rasa yang berbeda. Hal ini dapat memproduksi rasa ASI yang beragam, sehingga bayi mulai belajar rasa apa saja dalam pengecapnya. Saat bertumbuh dewasa nanti, lidah anak sudah terbiasa dengan berbagai rasa.

5. Memberi Mainan yang Aman

Tidak perlu terlalu over protektif terhadap apa yang dipegang oleh bayi, sebab inderanya sedang bekerja untuk mengenali bentuk. Cukup saja memastikan benda dalam keadaan bersih, ataupun cuci tangan bayi sebelum memasukkan tangan ke mulut. Bisa juga dengan memberikan mainan untuk bayi, berupa bentuk-bentuk dasar seperti bulat, segitiga, kotak dan lainnya. Atau mengajaknya bermain saat mandi dengan benda sekitar, seperti cipratan air atau boneka bebek.

6. Memperkenalkan Jam Tidur

Untuk menanggapi sisi tumbuh kembang bayi mulai ajarkan disiplin waktu sejak dini. Umumnya bayi baru lahir tidur 16 jam per hari, jadi si ibu bisa membantu untuk mengontrol waktu tidur. Saat umur bayi diatas 6 bulan baru jadwalkan tidur untuk bayi. Karena bayi umur segini sedang aktif-aktifnya bergerak, dan mengenal banyak hal. Tidak baik menghabiskan waktu untuk bermain, inisiatif dari para orang tua untuk segera menidurkan sang anak.

Perkembangan bayi Kemampuan-Bayi Memperkenalkan Jam Tidur

Stimulasi pada bayi diberikan secara terus-menerus, lakukan hingga menjadi kebiasaan. Ajak bayi berinteraksi juga dengan banyak orang tidak hanya ibu. Mungkin bisa mengajak buah hati bermain dengan ayahnya atau kakaknya. Perkenalkan bayi kepada banyak orang, dengan menunjuk subjek sambil menyebutkan nama. Secara tidak langsung buah hati akan mengenali wajah dan menyimpan dalam memori.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner