TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Al Jazeera Mengungkap Perdagangan Bayi-bayi asal Indonesia di Malaysia

Bacaan 4 menit
Al Jazeera Mengungkap Perdagangan Bayi-bayi asal Indonesia di Malaysia

Al Jazeera membongkar jaringan pedangan, dokter, dan pejabat pemerintah di Malaysia yang terlibat dalam perdagangan bayi di Indonesia.

Tim liputan investigasi Al Jazeera berhasil menyelesaikan film dokumenter yang sensional tentang perdagangan bayi yang marak di Malaysia. Bahkan, beberapa di antaranya juga terdapat bayi dari orangtua Indonesia yang menjadi korban perdagangan bayi.

Para sindikat perdagangan bayi ini menjual bayi dengan harga yang berbeda-beda, menyesuaikan dengan kualifikasi yang sudah ditentukan oleh mereka. Para pembeli bayi pun datang dari berbagai macam golongan.

Misalnya, ada yang memang dari golongan pasangan orangtua yang memang sedang mendambakan buah hati, tapi ada juga dari oknum yang sengaja membeli bayi karena ini memberdayakannya sebagai pekerja seksual dan pengemis.

Lantas, bagaimanakah kasus ini bisa terbongkar? Simak penjelasan berikut ini.

Artikel terkait : Maraknya Tren Perdagangan ASI Secara Online di Luar Negri

Perdagangan bayi di Malaysia akhirnya terbongkar

Grup Facebook rahasia yang mengiklankan bayi-bayi yang dapat dibeli.

Grup Facebook rahasia yang mengiklankan bayi-bayi yang dapat dibeli.

Lewat program 101 East, tayangan mereka membongkar perdagangan bayi menyeramkan yang memberikan keuntungan kepada jaringan pedagang, dokter, dan pejabat pemerintah yang terlibat.

Menurut siaran pers Al Jazeera, reporter mereka yang menyamar selama 4 bulan menemukan fakta bahwa:

  1. Bayi diperdagangkan seperti barang komoditas di Malaysia
  2. Harga ditentukan oleh ras, warna kulit, jenis kelamin dan berat badan bayi
  3. Dokter dan pejabat pemerintah yang terlibat memalsukan dokumen kelahiran
  4. Para pihak yang terlibat menyalahkan hukum adopsi yang kompleks di Malaysia sehingga menciptakan pasar ilegal, yang menargetkan pasangan yang tidak bisa punya anak sendiri

Selain itu, reporter 101 East, Chan Tau Chou, juga menemukan bahwa betapa mudahnya untuk membeli bayi di Malaysia. Dimana para pedagang menawarkan kepada calon pelanggan katalog yang berisi foto-foto wanita hamil untuk memilih bayi yang mereka ingin beli.

“Adopsi secara legal membutuhkan waktu bertahun-tahun di Malaysia, dan itu adalah proses yang rumit,” kata Chan.

“Itulah sebabnya banyak orang beralih ke perdagangan bayi. Lalu kemudian mereka membayar dokter dan pejabat pemerintah untuk memalsukan dokumen kelahiran sehingga tidak ada yang tahu bahwa bayi tersebut bukan milik mereka.” lanjut Chan menjelaskan.

Artikel terkait : 4 Perempuan ini terlibat jual beli bayi, apa alasan mereka melakukannya?

Perdagangan bayi – Bayi Indonesia lebih diminati

perdagangan bayi Indonesia di malaysia

Wanita-wanita hamil diiklankan berikut biodata mereka: nama, pekerjaan, dan usia kehamilan.

Tim Al Jazeera yang menyamar sebagai calon pembeli, menemukan bahwa seorang pedagang di Malaysia, yang mengiklankan bayi secara online, juga ‘menyimpan’ 78 wanita hamil asal Indonesia, tidak termasuk ‘stok’ bayi yang sudah lahir.

Pedagang yang menyebut dirinya Bonda (Bunda) ini mengatakan lebih mudah berurusan dengan perempuan Indonesia daripada lokal (Malaysia). Karena berkali-kali perempuan Malaysia yang ingin menjual bayinya berubah pikiran dan menginginkan bayinya kembali.

“Saya tidak mau lagi ambil bayi dari orang lokal (Malaysia), hanya Indonesia. Saya sudah urus lebih dari 1000 orang dari Indonesia. Mereka tidak pernah bertanya kemana bayinya dijual, mereka tidak mau tahu,” kata Bonda.

Bayi-bayi asal Indonesia tersebut nantinya akan dijual dengan harga antara US $ 1.500 (Rp 20.325.000,-) sampai US $ 2.500 (Rp 33.875.000,-).

Banyak bayi baru lahir yang berakhir dengan orangtua yang baik, yang mau mengambil jalan pintas untuk punya anak tanpa harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menjalani proses adopsi.

Namun, tak sedikit juga bayi-bayi yang dibeli untuk dipersiapkan menjadi anak pekerja seks bagi lingkaran para pedofil, atau sindikat pengemis yang akan mengeksploitasi mereka. Sungguh sangat kejam, ya, Bun.

“Tidak ada pemeriksaan terhadap para pembeli, apakah mereka orangtua yang baik atau bukan. Kepentingan anak tidak pernah dipertimbangkan dalam transaksi tersebut,” kata Chan.

perdagangan bayi

Dokumenter lengkap Al Jazeera tentang sindikat perdangan bayi ini disiarkan pada Jumat, 25 November 2016, pada pukul 17.30, Sabtu (26 Nov) pada pukul 11.30 dan 13:30.

Dengan terungkapnya kasus ini, semoga para sindikat perdagangan bayi dapat segera diamankan oleh pihak berwajib, sehingga tak ada lagi kasus serupa. Selain itu, diharapkan juga tidak ada lagi orangtua yang tega menjual anak-anak mereka yang masih bayi dan tak berdosa ke para oknum jahat.

Jangan sampai Bunda melakukan hal serupa ya, lindungi dan sayangi terus buah hati tercinta kita.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Putri Fitria

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Al Jazeera Mengungkap Perdagangan Bayi-bayi asal Indonesia di Malaysia
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti