Perawatan wajah untuk ibu menyusui, 3 panduan ini perlu diperhatikan!

lead image

Haruskah busui berhenti melakukan perawatan wajah? Tidak semua jenis perawatan wajah berbahaya bagi ibu menyusui dan bayi. Ketahui apa saja yang tetap aman dilakukan.

Ketika hamil, Bunda mungkin ragu-ragu ingin melakukan perawatan wajah. Namun setelah bayi lahir, bolehkah melakukan perawatan wajah untuk ibu menyusui?

Ibu hamil memang biasanya ekstra hati-hati dengan apa yang dimakan, diminum maupun yang diaplikasikan di kulit dan rambut. Tak lain untuk menjaga bayi dalam kandungan tetap aman dan sehat.

Setelah Anda melahirkan bayi, sangat sedikit informasi mengenai kaitan antara perawatan wajah untuk ibu menyusui dengan kualitas ASI.

Ibu menyusui perlu mengetahui perawatan dan produk apa yang aman dan tidak aman untuk digunakan. Mengapa? Produk kecantikan yang diaplikasikan pada kulit (mirip dengan makanan dan minuman) akan terserap masuk ke aliran darah dan pada akhirnya memengaruhi ASI.

Ulasan berikut ini akan memandu Bunda dalam mengenali apa yang aman dan tidak aman, terutama produk perawatan wajah untuk ibu menyusui.

Perawatan wajah untuk ibu menyusui #1: Pengobatan jerawat

Perawatan wajah untuk ibu menyusui, 3 panduan ini perlu diperhatikan!

Saat ini banyak sekali obat yang dijual bebas di pasaran, termasuk obat jerawat topikal. Namun memutuskan mana yang aman untuk digunakan saat menyusui mungkin sangat sulit.

Hampir sebagian besar obat jerawat yang dijual bebas menggunakan bahan-bahan yang hampir sama. Paling baik adalah memilih produk dengan bahan yang tidak atau memiliki sedikit efek samping untuk ASI dan juga bayi Anda.

Berikut adalah empat bahan utama yang paling umum digunakan dalam perawatan jerawat topikal yang dijual bebas, menurut Dr. James Abbey dari Infant Risk Center, Texas Tech University Health Sciences Center.

Perlu diingat bahwa penelitian tentang hubungan antara bahan-bahan ini dan menyusui belum banyak.

1. Benzoil peroksida

Obat anti-inflamasi dan anti-mikroba ini umumnya ditemukan di banyak perawatan jerawat. Benzoil peroksida merupakan “pengobatan yang efektif untuk bentuk ringan jerawat komodonal (membentuk whitehead komedo dan blackhead komedo). Bahan ini juga melengkapi resep antibiotik untuk digunakan pada pengobatan jerawat yang lebih parah.”

Meski belum banyak penelitian mengenai efek obat ini pada wanita menyusui, Dr. Abbey menjelaskan bahwa “sebagian besar jaringan dalam tubuh mengandung enzim yang memecah senyawa peroksida dan semua obat yang diserap ini akan cepat dihancurkan.”

Karena itu, benzoil peroksida topikal dapat dianggap sebagai pilihan paling aman untuk mengobati jerawat di kalangan ibu menyusui.

2. Asam salisilat (0,5 hingga 2%)

Meski penelitian mengenai hubungan antara kandungan asam salisilat dengan menyusui masih sangat terbatas, namun sebuah studi menunjukkan bahwa hingga 25% dari obat ini dapat terserap ke dalam aliran darah.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa obat lain yang serupa dapat berpengaruh pada ASI.

Untuk alasan ini, jika Anda sedang menyusui dan mencari pengobatan jerawat, yang terbaik adalah menghindari apa pun yang mengandung asam salisilat.

3. Asam laktat dan asam glikolat

Kandungan ini ditambahkan dalam obat jerawat untuk membantu mengelupas kulit dan sebagai solusi untuk jaringan parut bekas jerawat. Menurut Dr. Abbey, kedua obat itu dapat diserap melalui kulit sebanyak 50%.

Tetapi dia juga menunjukkan bahwa asam laktat dan glikolat secara alami ada pada bayi. Jadi tidak apa-apa untuk menggunakan produk yang mengandung bahan-bahan ini saat menyusui.

Produk dengan zat ini di dalamnya sering dijual sebagai paket untuk pengelupasan kulit.

4. Minyak tee tree

Minyak esensial alami ini dipakai dalam obat jerawat karena sifat antomikrobanya. Minyak tea tree diekstrak dari daun semak Australia yang dikenal sebagai Melaleuca alternifolia.

Belum ada penelitian yang mempelajari seberapa aman minyak tea tree bagi ibu menyusui. Namun, “beberapa studi kasus telah diterbitkan menggambarkan toksisitas minyak pohon teh pada balita yang menelan jumlah yang signifikan.””

Perawatan wajah untuk ibu menyusui #2: Produk pemutih kulit

perawatan wajah untuk ibu menyusui

Bahan umum yang ditemukan dalam banyak produk pemutih kulit adalah hydroquininone. Menurut Kelly Bonyata, penyerapan obat ini melalui kulit saat dioleskan sangat minimal.

Karena itu, tetap aman menyusui meski Bunda menjalani perawatan untuk memutihkan kulit.

Perawatan wajah untuk ibu menyusui #3: Suntikan kosmetik wajah

Perawatan wajah untuk ibu menyusui, 3 panduan ini perlu diperhatikan!

Ronald Sheldon menyarankan untuk tidak melakukan suntikan kosmetik seperti Botox saat menyusui.

Dia mengatakan bahwa prosedur lain seperti perawatan mikrodermabrasi, laser sinar-V, atau Pemulihan Fraxel saat menyusui dapat dilakukan dengan aman.

Harap diperhatikan bahwa artikel ini hanyalah panduan mengenai perawatan wajah untuk ibu menyusui. Untuk masalah kesehatan yang berkaitan dengan Bunda atau bayi (termasuk yang berhubungan dengan perawatan kecantikan), segera cari bantuan medis profesional.

Selalu lakukan perawatan kecantikan di tempat yang terpercaya. Bila Bunda tak yakin apakah perawatan yang Anda lakukan cukup aman atau tidak, hubungi dokter terlebih dahulu.

 

Artikel disadur dari tulisan Nalika Unantenne theAsianparent Singapura.

Baca juga: 

13 Zat Kimia pada Kosmetik dan Produk Kecantikan yang Harus dihindari saat Hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.