TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Disangka keracunan makanan, gejala meningitis membuat kaki anak ini harus diamputasi

Bacaan 4 menit
Disangka keracunan makanan, gejala meningitis membuat kaki anak ini harus diamputasi

Hidup bocah ini berubah saat dia mengalami gejala penyakit meningitis pada anak. Orangtua sempat menyangka ia keracunan makanan.

Penyakit meningitis pada anak bukanlah hal yang bisa diabaikan, karena bisa berakibat buruk bahkan mengancam nyawa anak. Sayangnya, orangtua Mitchell menganggap gejala yang dia tampakkan merupakan efek keracunan makanan setelah makan ayam goreng dari restoran cepat saji. 

Akibatnya, anak asal Canvey Island, Essex, Inggris ini harus kehilangan satu kaki dan terancam kehilangan kedua kakinya. Semua ini akibat gejala penyakit meningitis pada anak yang diabaikan oleh kedua orangtuanya. 

Penyakit meningitis pada anak merenggut kaki seorang remaja

penyakit meningitis pada anak

Semua ini berawal ketika pada bulan Agustus tahun lalu, Mitchell makan ayam goreng dari restoran cepat saji yang dibawa  ayahnya. Tak berapa lama, remaja usia 14 tahun ini muntah-muntah sepanjang malam dan lemas. Namun orangtuanya menganggap Mitchell hanya mengalami keracunan makanan junk food. 

Keesokan harinya, orangtua Mitchell terkejut mendapati sekujur kaki anak mereka dipenuhi ruam dan berwarna keunguan. Anak yang suka main bola ini segera dilarikan ke rumah sakit. Setelah diperiksa, dokter mengatakan Mitchell mengalami meningococcal septicaemia, yakni salah satu jenis penyakit meningitis pada anak. 

Mitchell diinduksi untuk masuk ke fase koma, selama lima hari, untuk mencegah dampak yang lebih buruk. Namun, saat Mitchell bangun beberapa hari kemudian, dia menerima kabar bahwa kakinya harus diamputasi akibat kondisi darahnya yang sudah teracuni virus meningitis. 

Artikel terkait: 8 Gejala meningitis pada anak yang harus Parents waspadai

penyakit meningitis pada anak

Kini, Mitchell telah kehilangan salah satu kakinya, dan ia sedang berjuang agar kaki kanannya tidak harus diamputasi. 

Sang ibu, Sharon Sigston membagikan kisah anaknya untuk membuka mata para orangtua lain, agar mewaspadai gejala penyakit meningitis pada anak yang tidak biasa. 

“Mitchell makan ayam goreng di rumah ayahnya, tak lama kemudian dia mulai muntah-muntah. Ayahnya pikir dia keracunan setelah makan ayam goreng. Paginya, dia melihat kaki Mitchell dipenuhi ruam dan berubah menjadi ungu, paramedis segara membawanya ke rumah sakit.

Setelah dia sadar dari koma, seorang dokter spesialis memberitahu Mitchell semuanya. Kaki kirinya telah benar-benar menghitam dan jari-jarinya pun telah layu, bagian tubuh itu telah mati dan harus diamputasi.

Meskipun kakinya harus diamputasi, kami bersyukur karena Mitchell masih bersama kami saat ini. Karena saat dia masuk rumah sakit, kami diberitahu bahwa Mitchell tidak akan mampu bertahan hidup.

Tapi, perjuangan putraku masih belum berakhir. Kami ingin meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan semua orang, bahwa sesuatu seperti gejala keracunan makanan bisa berujung pada hal yang lebih parah, bahkan mengancam nyawa.”

penyakit meningitis pada anak

Mitchell dan ibunya.

Mitchell tak bisa lagi bermain bola

Sharon juga menyampaikan, bahwa anaknya tersebut sangat senang bermain bola. Ketika diberitahu bahwa kakinya harus diamputasi, dia benar-benar cemas tidak bisa bermain bola lagi. Namun ia tetap menerima semua yang terjadi dengan tabah. 

“Kini, fokus utama Mitchell adalah sembuh sepenuhnya, apapun akan ia lakukan,” kata Sharon.

Mitchell mendapatkan kaki palsu prostetik pada bulan Desember tahun lalu, dan sudah belajar berjalan menggunakannya. Sharon dengan bangga bercerita bahwa bulan lalu Mitchell sudah mulai kembali bermain bola bersama tim lamanya. 

Akan tetapi, meski kelihatannya kondisi Mitchell telah membaik. Namun sebenarnya ia berjuang menghadapi komplikasi di kaki kanannya, karena efek dari virus septicaemia. 

“Kami tidak tahu apa dampak jangka panjang yang bisa terjadi akibat septicaemia. Hingga minggu lalu putraku harus menjalani operasi lagi, dan kini kaki kanannya dipasangi gips.”

Mitchell terus berjuang melewati semua ini dengan berani. Bagi Anda yang ingin berdonasi untuk Mitchell bisa klik link di bawah ini.

 https://www.gofundme.com/fund-for-mitchell

penyakit meningitis pada anak

Waspadai gejala penyakit meningitis pada anak

1. Ubun-ubun (bagian lembut dan lunak di atas kepala bayi) dapat menonjol pada bayi usia 6 bulan.

2. Nyeri pada bagian kaki (tangisan atau jeritan anak setiapkali kakinya disentuh dapat merupakan indikasi adanya nyeri pada bagian kaki tersebut).

3. Kaki dan tangan anak terasa dingin.

4. Warna kulit menjadi abnormal (tidak normal)

Pencegahan meningitis pada balita bisa dilakukan dengan vaksinasi dan menjaga daya tahan tubuh anak dari serangan penyakit, baik yang disebabkan oleh virus herpes simplex, bakteri streptococcus maupun jamur cryptococcus.

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Meskipun negara kita bukanlah daerah endemik, di mana penyakit meningitis berkembang pesat, namun vaksinasi tetap bisa diberikan, terutama bila kita berencana membawa balita bepergian ke luar negeri.

 
Sumber: Storytrender, Littlethings

Baca juga:

Kisah Kia: Meningitis parah membuat bayi ini kehilangan kedua tangan dan kakinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Disangka keracunan makanan, gejala meningitis membuat kaki anak ini harus diamputasi
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti