Maskapai Indonesia ini membiarkan 2 bayi dan 2 manula tidak dapat tempat duduk di pesawat

lead image

Pesawat penuh sehingga penumpang terlantar dan mengamuk.

Kejadian tidak menyenangkan kembali dilakukan oleh sebuah maskapai Indonesia yang membuat para penumpang tidak kebagian tempat duduk di pesawat. Para penumpang Lion Air marah karena merasa ditipu oleh maskapai singa merah.

Salah seorang penumpang, Tris Destiana, mengungkapkan kemarahannya dengan menuliskan status Facebook dan mengunggah sejumlah foto dan video.

Artikel terkait: Agar Anak Tidak Takut Naik Pesawat Terbang

Tidak kebagian kursi

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/12/Screenshot 3.jpg Maskapai Indonesia ini membiarkan 2 bayi dan 2 manula tidak dapat tempat duduk di pesawat

“LION AIR PENIPU SEJATI

JT 0010 tujuan Denpasar yang seharusnya berangkat pukul 20.45 dari CGK – DPS delay. Bukan hanya sekedar delay yang membuat kami sakit hati & marah. 

Tapi saat kami sudah di pintu pesawat, ternyata pesawat penuh. Sekitar 25 penumpang lebih tidak dapat tempat duduk yang seharusnya yang seharusnya itu adalah HAK KAMI! Ada 2 anak bayi, 1 manula WNI yang sedang sakit, 1 manula WNA, penumpang lokal & sekitar 7 orang penumpang WNA.

Saat itu pihak Lion berkata, “Tenang, Bu, akan ada pesawat selanjutnya. Ibu akan dipindahkan ke pesawat tersebut (sambil menunjukkan bukti percakapan tim mereka). Lalu, kami digiring untuk menaiki bus kembali yang katanya langsung menuju pesawat. 

Tapi ternyata SEMUA ITU TIPU DAYA MEREKA! Kami diturunkan di pintu masuk kembali ke Terminal 1. TIDAK ADA PESAWAT SELANJUTNYA, tadi adalah pesawat terakhir.

Mereka sengaja menipu para penumpang agar bisa keluar dari pesawat tersebut. 

Penumpang Lion Air marah dan meminta kepastian petugas

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/12/25591646 10208743117690434 6780175763596973409 n e1513953349406.jpg Maskapai Indonesia ini membiarkan 2 bayi dan 2 manula tidak dapat tempat duduk di pesawat

Penumpang Lion Air marah dan mendatangi Customer Service.

Ternyata tidak sampai di situ saja, semua penumpang sudah naik pitam. Kami meminta manager yang langsung turun tangan, tapi nyatanya hanya staf-staf yang cuma bisa bilang mohon tunggu saja.

Akhirnya terjadi keributan di Customer Service Lion Air. Akhirnya apa? Mereka menyiapkan tempat menginap dan akan dialihkan ke pesawat paling pagi.

Itu pun setelah lamanya proses percakapan para penumpang. Tapi saya tidak mau TERTIPU lagi dengan Lion Air.

Saya meminta refund dan uang kerugian sesuai UU karena delay lebih dari 3 jam. Uang nominal Rp 300.000, mereka menyetujui.

Tapi saat saya info ini ke penumpang lain, mereka berkata hanya Rp 150.000. Dan saya langsung kembali menguak kebohongan mereka lagi. 

Akhirnya beberapa penumpang juga dapat refund Rp 300.000. Bukankah seharusnya tanpa diminta itu harus dikasih?

Kenapa semua harus dibohongi? Ada konspirasi apa dibalik kursi kami yang tidak ada jatahnya?

Dear all petugas Lion Air malam itu Lion Air Grup Lion Air Community Lion Air. Mungkin kalian bisa berbuat dzolim kepada kami, mungkin kalian bisa dengan mudah  menipu kami.

Kalian bisa ambil uang itu, kalian bisa atur jatah kursi itu, tapi Allah tidak pernah tidur. Dia tahu perbuatan kalian. 

Betapa dzolimnya kalian. Semoga Allah yang balas perbuatan kalian.

Cukup ini terakhir kali saya naik maskapai ini. Isinya petugas yang sering tipu dan membodoh-bodohi penumpang. Sungguh citra Lion Air sangat buruk!

Video penumpang Lion Air marah

Selain menuliskan kemarahannya di status Facebook, Tris juga mengunggah video saat penumpang Lion Air ramai-ramai mendatangi petugas Lion Air di bandara. Simak bagaimana penumpang Lion Air marah berikut ini.

Para penumpang Lion Air marah dan menuntut kejelasan kapan mereka akan diterbangkan. Sayangnya, apa yang dijanjikan petugas saat mereka masih di pesawat berbeda dengan apa yang dikatakan oleh petugas di bandara.

Penjelasan dari pihak Lion Air

Dikutip dari Detik, pihak Lion Air meminta maaf kepada para penumpang pesawat Lion Air JT010 menuju Denpasar yang seharusnya dijadwalkan berangkat pada pukul 22.00 tanggal 20 Desember 2017.

Menurut pihak Lion Air, peristiwa tidak mengenakkan itu terjadi karena pesawat Boeing 737-900 ER yang seharusnya dipakai untuk melayani rute JT010 harus dicek ulang oleh teknisi dan membutuhkan waktu yang lama.

Untuk mengantisipasi keterlambatan, akhirnya Lion Air mengganti dengan pesawat tipe berbeda yang berukuran lebih kecil. Kapasitas pesawat yang tidak mencukupi membuat sebagian besar penumpang tidak terangkut.

Lion Air mengklaim telah memberikan penggantian berupa: uang sebesar Rp 300.000 + Rp 150.000, penginapan, dan transport menuju penginapan serta pilihan untuk reschedule, refund, atau endorse.

Dua puluh penumpang yang terlantar tersebut akhirnya diberangkatkan pada 21 Desember 2017 pada pukul 04.30.

Peraturan ganti rugi jika pesawat delay

Berkaca pada pengalaman penumpang Lion Air marah karena tak mendapat tempat di pesawat, Parents perlu tahu apa yang menjadi hak Anda sebagai penumpang.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan no. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara dan Peraturan Menteri Perhubungan no. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, penumpang berhak mendapatkan ganti rugi dari maskapai jika penerbangan mengalami keterlambatan.

  • Keterlambatan 30 – 90 menit, maskapai wajib memberikan minuman dan makanan ringan.
  • Keterlambatan 90 – 180 menit, maskapai wajib memberikan makanan ringan, minuman, makan siang atau malam, dan memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya atau ke maskapai lainnya apabila diminta oleh penumpang.
  • Keterlambatan lebih dari 180 menit, maskapai wajib memberikan makanan ringan, minuman, makan siang atau malam, dan memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya atau ke maskapai lainnya apabila diminta oleh penumpang. Apabila pemindahan ke jadwal berikutnya tidak memungkinkan, maskapai wajib menyediakan fasilitas akomodasi bagi penumpang sehingga dapat diangkut pada jadwal penerbangan hari berikutnya.
  • Keterlambatan lebih dari 4 jam akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 300.000 per penumpang.
  • Keterlambatan lebih dari 4 jam akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 150.000 per penumpang apabila maskapai menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing) dan maskapai wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain pesawat.

Berkaitan dengan pengalihan penerbangan berikutnya, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk layanan upgrading class. Jika terjadi penurunan kelas, maka maskapai wajib mengembalikan sisa uang kelebihan tiket.

Bagikan artikel ini, Parents, agar banyak orang memahami hak-hak mereka sebagai penumpang. Semoga bermanfaat.

 

Baca juga: 

Istri mengamuk pada suami yang selingkuh, pesawat ke Bali terpaksa mendarat darurat

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.