5 Pengeluaran Jelang Hari Raya Idul Fitri yang Sering Bikin 'Kanker'

5 Pengeluaran Jelang Hari Raya Idul Fitri yang Sering Bikin 'Kanker'

Bila tidak cermat, pengeluaran menjelang Hari Raya Idul Fitri dapat membuat kita tak berdaya di kemudian hari.

Hari Raya Idul Fitri telah di depan mata.  Tanpa kita sadari, pengeluaran  menjelang lebaran sering membuat “kantong kering”. Berikut beberapa hal yang patut kita awasi terkait dengan gaya hidup menjelang Hari Raya.

Yang perlu dipikirkan menjelang Hari Raya Idul Fitri
  1. Harga barang naik

Barang kebutuhan pokok pasti menukik tajam. Hal ini patut diantisipasi sejak jauh-jauh hari. Apalagi jika ada kerabat atau keluarga jauh yang hendak datang menginap, tentulah kebutuhan konsumsi hari raya akan meningkat termasuk kebutuhan sehari-hari.

  1. Budget “Salam Tempel”

Pada Hari Raya Idul Fitri biasanya kita memberikan “amplop” atau “salam tempel”. Untuk pengeluaran ini, sepatutnya kita memberi sesuai kemampuan kita.

  1. Pengeluaran jasa Infal

Bagi yang memiliki bayi atau Balita, dan tetap membutuhkan pengganti suster atau asisten rumah tangga tentunya perlu menyediakan uang lebih untuk jasa infal.

Walaupun suster atau asisten rumah tangga tidak mudik, kita umumnya memberikan gaji dua kali lipat saat Hari Raya.

  1. Pemberian THR pada pekerja rumah tangga

Jika Anda mempekerjakan asisten rumah tangga, supir ataupun karyawan lain, pemberian THR merupakan anggaran lain di hari raya yang perlu dipersiapkan dari jauh-jauh hari.

  1. Belanja baju dan perlengkapan lainnya

Baju dan perlengkapan hari raya, tentu tidak ketinggalan. Namun hendaknya semua disesuaikan dengan kemampuan. Berdasarkan pengamatan, lonjakan pembelian emas dan perhiasan jelang hari raya meningkat drastis. Sebaiknya, kita mengontrol diri, jangan sampai belanja kebablasan dan tagihan kartu kredit meledak setelah hari raya.

Fakta menarik: pegadaian meningkat tajam!

Menurut pengamatan, jelang Hari Raya Idul Fitri biasanya aktifitas pegadaian meningkat hingga 30-40%.  Rata-rata masyarakat menggadaikan perhiasannya berupa emas maupun barang berharga lainnya.

Namun, biasanya minggu terakhir jelang hari raya, mereka yang telah menerima THR (Tunjangan Hari Raya) sudah menebus kembali perhiasan gadaiannya.  Hingga H-2 jelang hari raya, perhiasan emas masih menjadi favorit dan menarik “kantong” masyarakat.

Wah, jangan sampai kebablasan ya!

Baca juga artikel menarik lainnya:

Mengatur Budget Lebaran

Sukses Merayakan Lebaran Walau Tanpa THR

Angpao Lebaran dan Mengajarkan Nilai Uang kepada Anak

 

 

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner