Pilih yang Mana, Menggunakan Pena atau Keyboard untuk Mencatat Pelajaran Anak?

Pilih yang Mana, Menggunakan Pena atau Keyboard untuk Mencatat Pelajaran Anak?

Memilih antara pena atau keyboard untuk belajar anak bisa menimbulkan dilema. Meski demikian, ada baiknya jika Parents mengetahui manfaat menulis dengan tangan yang akan diperoleh anak.

Jika harus memilih, apakah Parents termasuk orangtua yang menggunakan pena atau keyboard untuk media belajar anak? Meski sebenarnya di zaman serba canggih seperti sekarang ini, mencatat menggunakan keyboard kerap dipilih karena dianggap lebih praktis.

Apalagi saat ini banyak tugas sekolah yang menuntut siswa untuk mengerjakan melalui komputer atau laptop dan diketik rapi, bukan ditulis tangan. Namun di balik itu semua, media manakah yang sebenarnya bisa memaksimalkan kemampuan anak untuk bisa belajar menulis dengan maksimal?

Yuk, simak pemaparannya di sini.

Pilih Mana, Pena atau Keyboard untuk Mendukung Kegiatan Belajar Anak?

Masa pandemi seperti ini membuat intensitas pembelajaran via daring dan menulis menggunakan keyboard menjadi lebih tinggi. Padahal, banyak penelitian yang membuktikan bahwa belajar mengetik menggunakan keyboard tidak seefektif menulis dengan media pena. Berikut ini faktanya.

1. Hasil Penelitian Badan Universitas

pena atau keyboard untuk belajar anak

Dalam laporan yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology, studi yang dipimpin oleh Profesor Audrey Van Der Meer, menunjukkan bahwasannya menulis dengan tangan lebih meningkatkan pemrosesan informasi di otak jika dibandingkan dengan menggunakan keyboard. 

2. Menulis Melatih Kemampuan Motorik Anak

pena atau keyboard untuk belajar anak

Ilustrasi menulis menggunakan keyboard pada laptop.

Kegiatan mengetik keyboard adalah memencet tombol. Hal ini tentu berbeda dengan kegiatan menulis yang keutuhan banyak koordinasi tubuh, seperti gerakan tangan, mata, dan otak. 

Koordinasi inilah yang menjadi perbedaan besar bagi anak kecil untuk bisa mengembangkan kemampuan motoriknya.  

3. Menulis adalah Aktivitas yang Rumit 

Pilih yang Mana, Menggunakan Pena atau Keyboard untuk Mencatat Pelajaran Anak?

Menurut Eduard Gentaz, seorang profesor di bidang psikologi Universitas Genewa, menulis langsung menggunakan tangan adalah sebuah aktivitas yang rumit karena membutuhkan banyak keterampilan tubuh.

Untuk menulis dengan baik, seseorang harus bisa menggunakan alat tulis dengan benar. Selain itu, keterampilan untuk menghafal dan mengenal abjad juga diperlukan agar seseorang bisa menuliskan tiap kata dalam satu kalimat.

4. Menulis dengan Pena Melibatkan Aktivitas Memori yang Lebih Tinggi di Otak

Pilih yang Mana, Menggunakan Pena atau Keyboard untuk Mencatat Pelajaran Anak?

Anak yang sedang melakukan kegiatan belajar di sekolahnya.

Menurut Van Der Meer, penggunaan pena sebagai media menulis membuat otak menjadi lebih banyak mengakses memori. Dengan kata lain, menulis dengan pena dan gerakan tangan membuat lebih banyak aktivitas di bagian sensorimotor otak.

5. Menulis dengan Pena Melibatkan Banyak Indra

pena atau keyboard untuk belajar anak

Indra dilibatkan secara penuh saat seseorang melakukan aktivitas menulis dengan pena, misalnya melihat huruf, mendengar suara menulis, merasakan permukaan kertas dan tekstur pena, dan yang lainnya. 

Keterlibatan indra saat menulis dengan pena akan membantu otak untuk terus terbuka fokus pada hal yang sedang dikerjakan. Sehingga, proses belajar dan mengingat akan berjalan dengan lebih baik. 

Artikel Terkait: 5 Cara Mudah dan Sederhana Menstimulasi Indera Pendengaran Anak

6. Menulis dengan Pena Bermanfaat bagi Kesehatan

Pilih yang Mana, Menggunakan Pena atau Keyboard untuk Mencatat Pelajaran Anak?

Wanita yang rajin menulis diari untuk proses penyembuhan luka batin di dalam dirinya.

Siapa yang menyangka bahwasanya menulis dengan tangan bisa bermanfaat bagi kesehatan. Menulis bisa menjadi cara untuk menyembuhkan luka traumatis, baik secara mental maupun fisik. 

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advance in Psychiatric, seseorang yang memiliki kebiasaan menulis dengan tangan diketahui memiliki peningkatan kesehatan tubuh secara holistik. Kebiasaan menulis secara teratur pun sering dikaitkan dengan kesehatan mental, seperti penurunan tingkat stres dan depresi. 

Artikel Terkait: 5 Jenis Gangguan Kesehatan Mental saat Hamil yang Membahayakan Ibu dan Janin

7. Menulis Membantu Menekan Gejala Sulit Tidur

Pilih yang Mana, Menggunakan Pena atau Keyboard untuk Mencatat Pelajaran Anak?

Menuliskan jurnal secara teratur tentang hal baik yang perlu disyukuri dalam sehari bisa meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik. Parents bisa melakukan hal ini bersama buah hati sebelum tidur.

Siapkan sebuah buku tulis khusus untuk menuliskan jurnal ini dan sisihkan waktu paling tidak hanya 15 menit untuk bisa mensyukuri segala hal baik yang terjadi di hari tersebut. Rasa syukur karena masih diberikan rezeki yang cukup, keluarga yang akur, dan tentu saja kehidupan yang sehat.

Oleh karena itu, meskipun media keyboard sudah menjadi umum untuk belajar anak di sekolah, Profesor Van der Meer menganjurkan untuk tetap melatih anak-anak untuk mendapatkan pelatihan menulis dengan pena.

Jadi, sekarang mau pilih yang mana, nih, menggunakan pena atau keyboard untuk belajar anak?

Sumber: Hellosehat, Kompas

Baca Juga:

Stimulasi kemampuan motorik anak dengan 5 aktivitas sederhana, bisa coba di rumah!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner