Pementasan The Lonely Clown, mengajarkan anak mengenali kelebihan dirinya

lead image

The Lonely Clown adalah pementasan yang ditampilkan oleh Bandung Philharmonic Children Concert Series (BPCCS), kelompok orkestra yang berbasis di Bandung.

Alkisah, di Kota Sirkus, setiap badut yang lahir mendapat hadiah dari Peri Sirkus. Ada yang mendapat bola, club, dan gelang-gelang. Peri Sirkus selalu berpesan, kelak, hadiah yang mereka terima harus digunakan untuk kebaikan. Karena badut-badut di kota itu terkenal dengan keterampilan juggling-nya, mereka menggunakan hadiah yang mereka terima untuk juggling.

Red Notes Clown adalah badut yang berbeda. Ia tidak memiliki ‘red nose’ seperti badut-badut lainnya, tetapi lahir dengan notasi berwarna merah di dadanya. Hadiahnya juga tidak biasa.

Sebuah tongkat warna-warni. Tongkat tersebut membuat Red Notes Clown sulit bergabung di antara teman-teman jugglers-nya. Maka, Red Notes Clown memutuskan untuk meninggalkan tongkatnya dan mencari bola, club, atau gelang-gelang agar menjadi sama dengan teman-temannya.

Di akhir cerita, Red Notes Clown menyerah menyeragamkan diri. Ia kembali kepada hadiah peri yang diberikan kepadanya kemudian mencoba mengeksplorasinya. Ketika meluangkan waktu untuk mencari tahu fungsi hadiahnya, ia mendapati bahwa tongkatnya adalah seruling. Bukan untuk juggling tetapi untuk mengiringi teman-temannya.

The Lonely Clown adalah pementasan yang ditampilkan oleh Bandung Philharmonic Children Concert Series (BPCCS), kelompok orkestra yang berbasis di Bandung. Pementasan yang digelar di Bandung Independent School 13 Januari 2019 ini bercerita tentang badut kecil yang ‘berbeda’.

“Pertunjukkan ini bukan hanya menarik dari segi musik, namun juga isi cerita yang memberikan nilai moral yang ‘membumi’, khususnya bagi anak-anak,” ungkap Astrini, psikolog dari Bianglala Nanda Managed by Pelita Potensi, sebuah biro psikologi tumbuh-kembang anak di Bandung.

“Anak-anak melihat bahwa setiap kita punya kelebihan masing-masing. Hal ini bisa membantu anak melewati proses tumbuh kembangnya dengan cara yang positif sehingga memiliki mental set yang juga positif untuk menghadapi masa depannya,” lanjut Astrini.

Keistimewaan lain dari pementasan The Lonely Clown adalah kolaborasi Bandung Philharmonic dengan Red Nose Foundation. Red Nose Foundation bergerak di bidang pendidikan. Mereka menyediakan sarana belajar untuk anak-anak kurang beruntung di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Pelatihan sirkus adalah salah satu bentuk rekreasinya.

the lonely clown

“Lingkungan tempat mereka tinggal kurang baik. Banyak di antara mereka yang orangtuanya bekerja sebagai pengupas kerang dan kurang mampu secara ekonomi,” cerita Nurul Adhim, Arts Supervisor dari Red Nose Foundation.

Meskipun sirkus adalah trade mark Red Nose Foundation, tujuan utama yayasan ini bukan menciptakan pesirkus profesional. Sirkus adalah upaya membentuk kepribadian dan membangun keyakinan diri anak-anak.

Red Nose Foundation juga terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa saja, antara lain Bandung Philharmonic. Dengan kolaborasi ini, anak-anak Red Nose Foundation mendapatkan pengalaman dan ilmu-ilmu baru.

Melalui The Lonely Clown, teman-teman kecil kita dari Red Nose Foundation belajar berakting dan berinteraksi dengan musik sambil bersirkus.

Mereka juga bersinggungan langsung dengan profesional dari berbagai bidang. Mulai dari musisi, komposer, sutradara, dan lain sebagainya. Mereka juga bertemu teman-teman sebaya dari kota yang berbeda.

Dengan program BPCCS, Bandung Philharmonic berharap akan banyak tujuan baik yang dapat dicapai. Mulai dari memperkenalkan musik orkestra dengan cara yang menyenangkan untuk anak-anak, membangun bonding antara orangtua dan anak yang dikondisikan menonton bersama, menjalin kerja sama yang positif dengan berbagai pihak seperti Red Nose Foundation ini, serta menanamkan pesan-pesan baik melalui cerita-cerita yang dipersembahkan.

Adakah ada di antara Parents yang tertarik untuk bergabung pada program selanjutnya? Ikuti informasinya di http://www.bandungphilharmonic.web.id/.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.