Seorang perawat diduga membunuh 8 bayi di rumah sakit, apa alasannya?

Investigasi mengenai pembunuhan bayi yang dilakukan oleh seorang perawat masih terus dilakukan.

Kasus pembunuhan bayi di sebuah rumah sakit di Inggris menjadi sorotan media di seluruh dunia.

Peristiwa pembunuhan terehadap bayi ini makin mengejutkan lantaran yang terlibat dalam kematian ini adalah seseorang yang bertugas menjaga dan melindungi bayi, yaitu seorang perawat yang bekerja di bagian perawatan bayi baru lahir.

Pembunuhan bayi baru lahir dilakukan oleh perawat

Menurut BBC, perawat Inggris bernama Lucy Letby ditangkap pada Selasa, 3 Juli, setelah ia dicurigai bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan bayi yang baru saja lahir.

Perawat ini diduga telah membunuh delapan bayi yang baru lahir dan berusaha membunuh enam orang lainnya di Rumah Sakit Countess of Chester di Chester, Inggris.

Rumah sakit meminta penyelidikan setelah tiba-tiba, tingkat kematian bayi yang tidak dapat dijelaskan terjadi di unit perawatan bayi yang baru lahir. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter tidak bisa menentukan penyebab bayi-bayi ini meninggal.

Investigasi awalnya lebih difokuskan pada kematian delapan orang bayi. Tapi sekarang polisi juga akan menyelidiki kematian 17 dan 15 bayi telah meninggal, yang terjadi pada antara bulan Maret 2015 dan Juli 2016. Pada tahun ini, jumlah bayi yang baru saja dilahirkan yang bisa bertahan hidup justru drastis.

Menurut The Guardian, "Hal ini dianggap sebagai penyelidikan polisi yang paling signifikan terhadap kematian anak di rumah sakit sejak perawat Beverley Allitt, dijuluki 'Malaikat Maut', dipenjara selama 30 tahun karena membunuh empat anak dengan suntikan mematikan dan berusaha untuk membunuh tiga lagi di awal 1990-an. "

Sementara itu, teman-teman rekan kerja dan kenalan Lucy, 28, terkejut mendengar berita bahwa Lucy telah dituduh melakukan pembunuhan bayi-bayi yang baru saja dilahirkan. Letby memang dikenal sebagai seorang perawat yang dikhususkan untuk pekerjaan itu.

Tak hanya itu saja, Lucy pun dikenal sebagai sosok yang sangat baik hati dan bahkan aktif terlibat dengan kampanye penggalangan dana untuk unit neonatal baru untuk rumah sakit. Mereka tidak bisa percaya Lucy bersalah.

Seorang tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya juga memberikan keterangan, bahwa Lucy sangat berdedikasi pada pekerjaannya. "Saya tidak bisa membayangkan itu sama sekali. Bahkan, untuk liburan Lucy hanya menghabiskan seminggu di Torquay bersama orang tuanya," kata tetangganya.

Peristiwa pembunuhan bayi yang dilakukan perawat ini pernah dilakukan.

Kasus pembunuhan bayi serupa sebenarnya pernah terjadi. Contohnya adalah kasus yang pernah terjadi di Amerika Serikat. Dikutip dari laman Detik News, seorang perawat di Texas, Amerika Serikat (AS), telah diadili atas dakwaan pembunuhan bayi.

Perempuan yang berprofesi sebagai perawat ini juga diduga bertanggung jawab atas kematian lebih dari 60 bayi lainnya.

Kasus pembunuhan bayi itu menjerat Genene Jones (66) atas pembunuhan seorang bayi sekitar 30 tahun lalu. Jones yang berprofesi sebagai perawat anak ini diduga terlibat banyak kasus kematian bayi di wilayah Texas.

Apa yang menyebabkan perawat bayi bisa membunuh bayi yang sehusnya ia lindungi?

pembunuhan bayi

Mendengar ataupun membaca berita seperti ini tentu saja akan menimbulkan pertanyaan, apa yang sebenarnya bisa memicu terjadinya pembunuhan terselubung seperti ini?

Sayangnya, sampai saat ini masih belum ada kepastian dari hasil penyelidikan terkait dengan pembunuhan yang dilakukan oleh Lucy Letby.

Namun, Lucy masih ditahan karena kecurigaan dan pihak berwenang atau kematian para bayi. Meskipun begitu, Lucy mesih belum secara resmi menjadi tersangkan dan mendapat tuntutan.

Apakah membunuh seorang bayi bisa disebabkan stres selama bekerja? Atau, apakah hal ini dipicu karena adanya gangguan mental? Apakah itu depresi?

Untuk saat ini, mungkin berbagai spekulasi akan mencul terkait alasan yang yang bisa mendorong seseorang khususnya perawat untuk melakukan pembunuhan pada bayi-bayi yang baru saja dilakukan.

 

Baca juga :

id.theasianparent.com/ibu-bunuh-diri-bersama-bayi-depresi-pasca-melahirkan/

 

 

Artikel ini disadur dari artikel Rosanna Chio, theAsianparent Singapura