Hati-hati naik taksi online, wanita ini dilecehkan saat menuju bandara

Hati-hati naik taksi online, wanita ini dilecehkan saat menuju bandara

Seorang perempuan mendapat pelecehan seksual di taksi online dalam perjalanan menuju bandara.

Saat ini taksi online memang kian digandrungi dan menjadi salah satu moda transportasi pilihan masyarakat urban. Sayangnya, masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan pelecehan seksual di taksi online.

Hal ini menyebabkan masyarakat, terutama perempuan menjadi ragu dan khawatir saat menggunakan taksi online.

Contohnya, kemarin (12/2/2018) seorang perempuan mengalami pelecehan seksual di taksi online saat dirinya menuju bandara menggunakan taksi online. Demikian seperti yang diberitakan oleh Detik News.

kejahatan taksi online

Tidak hanya melakukan tindakan senonoh, driver taksi online ini juga sempat merampas handphone milik korban sebelum menelantarkan korban di kawasan Bandara Soekarno Hatta. Hal ini dipertegas Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono kepada wartawan.

“Korban saat itu dari Bekasi hendak ke Bandara Soekarno Hatta, mau terbang ke luar kota. Tapi korban malah dibawa ke tempat sepi dan dilecehkan oleh pelaku,” ungkap Aris.

Baca juga : Mengapa pelecehan seksual jarang dipolisikan? Ini sebabnya

Kejadian ini bermula saat korban memesan taksi online pukul 4.00 pagi menuju bandara Soekarno Hatta. Namun, pelaku justru membawa mobilnya ke daerah yang sepi dan gelap. Khawatir sesuatu yang buruk anak menimpa dirinya, korban pun mengaku sedang hamil 2 bulan.

Pengakuan ini pun akhirnya membuat pelaku melepaskan korban. Pelaku menelantarkan korban di daerah sekitar Bandara Soekarno Hatta.

pelecehan seksual di taksi online

pelaku pelecehan seksual di taksi online – dokumentasi detik.com

Beruntung, polisi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menangkap pelaku pelecehan seksual di taksi online.  Pelaku pelecehan seksual di taksi online ini diketahui bernama Noviandi ditangkap dengan sejumlah bukti yang disita. Salah satunya adalah kendaraan yang ia gunakan, yaitu Nissan Livina putih dengan nomor B-1748-BIZ.

Apa yang bisa dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya pelecehan seksual di taksi online?

Terkait dengan pemberitaan pelecehan seksual di taksi online, ada beberapa rambu yang perlu Bunda perhatikan jika menggunakan taksi online.

  1. Pastikan nomer plat mobil yang menjemput sama dengan yang tertera pada aplikasi.
  2. Perhatikan foto pengemudi dalam aplikasi dan pastikan foto tersebut sama dengan pengemudi yang menjemput.
  3. Usahakan untuk memberikan informasi pada keluarga nomor kendaraan taksi online yang digunakan.
  4. Jangan ragu untuk memilih rute yang Bunda ketahui atau sesuai dengan petunjuk dalam GPS.
  5. Sempatkan untuk cek bagasi mobil sebelum memulai perjalanan Bunda.
  6. Usahakan jangan terlelap selama perjalanan, jika memang kondisi kesehatan sedang menurun, lebih baik mengajak orang lain sebagai teman perjalanan.

pelecehan seksual di taksi online

Grab dan Gojek Hadirkan Tombol Keamanan untuk Jaga Konsumen

Perusahaan transportasi dalam jaringan Grab menyediakan “tombol darurat” atau “emergency button” sebagai salah satu upaya menjamin keamanan dan keselamatan penumpang dari tindak kejahatan oknum pengemudi.

Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian sebagaimana dikutip Antara mengatakan, “Tombol Darurat” merupakan satu dari berbagai fitur keamanan yang tersedia di Grab untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang.

Pada layar platform Grab terdapat fitur “Pusat Keselamatan” dimana penumpang yang merasa tidak aman untuk mengaktifkan fitur “Bagikan Informasi Perjalanan” (Share My Ride) kepada orang terdekat untuk melacak lokasi dan status perjalanan, lengkap dengan perkiraan waktu kedatangan, dan detail mitra pengemudi.

Sementara itu, aplikasi layanan ride hailing GOJEK menyediakan fitur keamanan baru berupa tombol darurat yang dapat diakses oleh pengguna untuk menjaga keamanan mereka selama perjalanan.

“Tombol ini akan tersambung ke kontak hotline darurat kami,” kata Kepala Transportasi Global GOJEK, Radityo Wibowo, dilansir Antara.

Tombol darurat atau emergency hotline akan disediakan di pojok kanan bawah aplikasi berupa ikon perisai.

Pengguna yang mengakses tombol ini akan tersambung ke layanan Unit Darurat GOJEK, yang bekerja selama 24 jam dan tujuh hari seminggu, dan akan dimintai data-data terkait kasus yang dialami, antara lain nama konsumen, nama mitra pengemudi dan nomor pemesanan. Unit Darurat ini terdiri dari tim internal GOJEK yang bekerja sama dengan kepolisian.

Selalu jada kondisi di mana pun berada ya, Bunda!

Semoga bermanfaat!

Baca juga :

Pelecehan seksual di jalan dengan modus remas payudara, peringatan agar wanita selalu waspada!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner