TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sedih! Pasien kritis COVID-19 menikah di rumah sakit beberapa jam sebelum meninggal

Bacaan 4 menit
Sedih! Pasien kritis COVID-19 menikah di rumah sakit beberapa jam sebelum meninggal

Kisah-kisah mengharukan di tengan pandemi terus terjadi. Salah seorang pasien COVID-19 menikah di rumah sakit beberapa jam sebelum meninggal.

Ketika cinta sudah menancap di dada, penyakit dan pandemi pun tak jadi penghalang. Seorang pasien COVID-19 menikah dengan tunangannya hanya beberapa jam sebelum dia akhirnya pergi untuk selamanya.

Prof John Wright, seorang dokter dan ahli epidemiologi yang juga kepala Institut Penelitian Kesehatan Bradford menceritakan kisah cinta yang mengharukan itu. Kisah yang berasal dari bangsal perawatan COVID-19 di Bradford Royal Infirmary pada 20 April 2020.

Seorang kekasih yang berada di persimpangan hidup dan mati

Sedih! Pasien kritis COVID-19 menikah di rumah sakit beberapa jam sebelum meninggal

Sophie Bryant dan rekan sejawat di Bradford Royal Infirmary

Kisah bermula ketika Sophie Bryant, seorang perawat baru di Ward One, datang untuk bekerja shift malam. Dia diberi tahu bahwa ada seorang pria muda dengan sejumlah gejala medis serta dicurigai Covid-19, diperkirakan tidak dapat bertahan hidup lebih lama dan sedang menjalani perawatan paliatif.

Di bangsal tersebut juga ada seorang gadis yang menunggu pasien itu dengan mengenakan APD (alat perlindungan diri) lengkap, sarung tangan, celemek, masker dan visor.

Belakangan diketahui ternyata gadis itu adalah kekasih pasien dan sudah bertunangan selama 15 tahun. Dia mengatakan kepada staf rumah sakit bahwa mereka tidak pernah punya waktu atau uang untuk menikah. Cobaan hidup terus menghalangi mereka.

Kondisi memilukan antara cinta dan kematian ini membuat staf rumah sakit terenyuh. Sophie kemudian memanggil pendeta rumah sakit, Joe Fielder, dan bertanya apakah sang pendeta bisa segera menikahkan pasangan itu.

Pasien COVID-19 menikah di rumah sakit, aluminium foil dijadikan cincin pernikahan

Pasien COVID-19 menikah

Cincin pernikahan dari aluminium foil

Sophie mengatakan bahwa sang pendeta tidak bisa melakukan layanan yang mengikat secara hukum tetapi dia bisa datang dan melakukan layanan yang seperti pernikahan. Mereka masih bisa melakukan pemberkatan dan mengucapkan janji suci pernikahan di rumah sakit. Pendeta Joe pun akhirnya datang.

Karena keadaan darurat dan mendadak, mereka tidak punya cincin untuk pernikahan. Tak kurang akal, para perawat pun membuatkan cincin dari aluminium foil.

“Kami membuat cincin timah untuk mereka, dan kami menghubungi putri pasien melalui FaceTime sehingga dia bisa menonton juga,” ujar Sophie.

Artikel terkait: 7 Pahlawan medis ini meninggal karena Covid-19, perjuangannya membuat haru

Bagi Sophie, pengalaman baru melayani pasien menikah ini benar-benar menyenangkan dan mengharukan. Pendeta Joe juga memberkati pernikahan dengan penuh totalitas, dia membuat brosur dengan nama-nama dan semua nyanyian pujian serta doa.

Calon mempelai wanita juga memahami bahwa mereka harus melaksanakan pernikahan dengan memakai seragam APD dan pasien harus mengenakan masker. Meski begitu, mereka semua tetap bersemangat. Dalam balutan APD dan penuh keringat, pendeta Joe memberkati mereka.

Sesudahnya, mereka melakukan sesi pemotretan kecil karena itulah yang diinginkan oleh kedua mempelai. 

“Kami mencoba membuatnya seperti pernikahan sungguhan, dan kemudian kami  juga memberi mereka kue,” kata Sophie.

Sang pengantin wanita sangat sadar bahwa suaminya sedang menjalani detik-detik terakhir hidupnya.

“Saya pikir ini adalah hal terakhir yang mereka rasa bisa mereka lakukan bersama. Setidaknya mereka punya ingatan akhir ini bersama. kami semua menangis,” imbuh Sophie.

Terbata-bata ketika mengucap janji suci pernikahan

Pasien COVID-19 menikah

Menurut perkiraan dokter, pasien itu tidak akan selamat malam itu. Oleh sebab itu, pendeta Joe menggunakan layanan dan perayaan pernikahan yang semirip mungkin dengan layanan pernikahan di gereja.

Pasien itu telah melakukan yang terbaik saat menikah meski kadang sulit untuk mengucapkan janji suci karena harus berjuang untuk bernapas. Sementara pasangannya juga melakukan yang terbaik meski berjuang menahan derai air mata. Mereka tersenyum sekaligus menangis di waktu yang bersamaan. 

Artikel terkait: Tragis! Cuma minum air, ibu 4 anak diduga meninggal kelaparan di tengah pandemi

Beberapa jam setelah menikah, pasien COVID-19 itu menghembuskan napas terakhirnya. Keluarganya sudah siap akan hal itu. Sang istri, sangat bersyukur dan berterima kasih pada staf rumah sakit dan pendeta atas kesempatan untuk melakukan pemberkatan.

“Anda hanya ingin melakukan bagian Anda untuk memperlakukan orang lain dengan bermartabat, untuk membantu mereka mengetahui bahwa mereka dicintai dan diperhatikan. Saya sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk membantu mereka merayakan cinta mereka.” kata Joe.

Masih terlalu dini bagi istri dan putri pasien untuk berkomentar tetapi mereka telah memberikan persetujuan agar kisah mereka dipublikasikan.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Kisah pasien COVID-19 menikah sebelum meninggal ini memberi pelajaran besar bagi kita bahwa cinta sejati itu memang ada. Apa yang dilakukan oleh staf rumah sakit dan pendeta itu menunjukkan pelayanan sepenuh hati atas nama kemanusian.

Sumber: BBC

Baca juga:

Lahir saat pandemi COVID-19, anak kembar ini diberi nama Corona dan Covid

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Sedih! Pasien kritis COVID-19 menikah di rumah sakit beberapa jam sebelum meninggal
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti