Pastikan MPASI Si Kecil Dapat Penuhi Kebutuhan Nutrisi Hariannya

lead image

Pemberian MPASI adalah masa kritis tumbuh kembang si kecil, oleh karena itu, pastikan komponen gizinya terpenuhi.

Di 6 bulan pertama kehidupannya, si Kecil mendapat asupan nutrisi lewat ASI. Dan ketika usianya telah masuk 6 bulan, ASI saja tak cukup untuk penuhi kebutuhan nutrisi hariannya, sehingga Bunda harus memenuhinya dari makanan pendamping ASI atau MPASI. Berikut panduan MPASI bayi 6 bulan yang perlu Bunda ketahui!

Pemberian MPASI adalah salah satu periode penting dalam milestone tumbuh kembang bayi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kegagalan tumbuh kembang banyak terjadi akibat kualitas MPASI yang kurang baik. Itu sebabnya, pemberian MPASI haruslah tepat untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan optimal si Kecil.

Berdasarkan panduan pemberian makanan pendamping ASI yang dikeluarkan oleh Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, energi yang dibutuhkan dari MPASI oleh si Kecil yang berusia 6-8 bulan adalah 200 kkal/hari, sedangkan pada si Kecil 9-12 bulan adalah 300 kkal/hari.

Selain itu, MPASI si Kecil haruslah dibuat dari bahan-bahan makanan bernutrisi untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian. Dengan tercukupinya kebutuhan nutrisi si Kecil, Bunda bisa melihat si Kecil tumbuh dan berkembang optimal sesuai usianya.

Panduan MPASI bayi 6 bulan, 6 nutrisi penting yang tak boleh terlewatkan!

Nutrisi MPASI Harian

Lalu, apa saja nutrisi penting yang harus Bunda pastikan ada dalam panduan MPASI bayi 6 bulan? Ini dia komponen gizi penting yang wajib ada dalam MPASI si Kecil untuk mendukung milestone tumbuh kembangnya:

Panduan MPASI bayi 6 bulan #1 Karbohidrat

Karbohidrat merupakan satu dari tiga nutrisi penting yang wajib ada, karena fungsinya yang sangat vital, yaitu memasok kebutuhan energi si Kecil. Sumber utama karbohidrat untuk si Kecil bisa Bunda temukan pada beras, singkong, kentang, dan ubi.

Panduan MPASI bayi 6 bulan #2 Protein Hewani/Nabati

Inilah nutrisi penting kedua yang berperan penting untuk membangun otot dan membentuk sel-sel tubuh si Kecil. Kecukupan protein memastikan tubuh si Kecil tumbuh dan berkembang optimal sesuai usianya.

Protein hewani dapat ditemukan di bahan makanan seperti, daging/hati ayam dan sapi, ikan, dan telur. Sedangkan protein nabati bisa didapat dari kacang merah, kacang hijau, buncis, ataupun tempe.

#3 Lemak

Nutrisi penting ketiga ini tak hanya memberi cadangan energi, tapi juga membantu pertumbuhan fisik, perkembangan otak, hingga metabolisme tubuh.

Lemak juga membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K dengan lebih cepat. Selain itu, lemak juga dapat menambah rasa gurih alami pada makanan serta membantu melancarkan pencernaan si Kecil.

Lemak dapat diperoleh dari minyak zaitun, santan, mentega atau margarin yang dicampurkan ke dalam MPASI dengan takaran yang sesuai.

#4 Vitamin

Vitamin berfungsi sebagai zat pendukung untuk tumbuh kembang si Kecil, misalnya memperkuat daya tahan tubuh dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi penting dalam makanan.

Vitamin dapat ditemukan dalam sayur-sayuran dan buah-buahan, seperti wortel, tomat, jeruk, mangga, pepaya, pisang, dan sebagainya. Jangan lupa juga untuk mengenalkan si Kecil dengan sayuran hijau seperti, brokoli, sawi, bayam, dan sebagainya.

#5 Kalsium

Kalsium sangat penting untuk membantu pembentukan tulang yang kuat pada tubuh si Kecil. Inilah yang membuat si Kecil bisa tumbuh tinggi dan kuat, karena sokongan kalsium dalam tulangnya yang padat.

Berikan bahan makanan yang mengandung kalsium seperti susu, yoghurt, kuning telur, dan ikan.

#6 Zat Besi

Zat besi sangat berperan penting dalam pembentukan hemoglobin atau sel darah merah pada si Kecil. Zat besi juga berfungsi untuk membantu perkembangan otak dan membantu perkembangan keterampilan motorik dan memori si Kecil.

Makanan yang mengandung zat besi, di antaranya daging, telur, ayam, ikan, brokoli, alpukat, dan bayam.

Pastikan MPASI Si Kecil Dapat Penuhi Kebutuhan Nutrisi Hariannya

Berdasarkan rekomendasi WHO, zat besi yang dibutuhkan si kecil adalah yaitu 11 mg/hari di usia 6-11 bulan. Tingginya kebutuhan zat besi ini ternyata sulit dipenuhi oleh asupan ASI dan MPASI homemade pada umumnya. Sebagai pembanding, 11 mg zat besi setara dengan 5 ikat bayam atau 385 g daging sapi. Oleh karenanya, Bunda dapat mengkombinasikan asupan ASI dan MPASI homemade untuk si Kecil dengan MPASI terfortifikasi CERELAC yang bergizi dan tinggi zat besi. Semangkuk CERELAC setiap hari akan bantu penuhi kebutuhan si Kecil akan zat besi, zink, vitamin A dan C, serta Omega 6 (Asam Linoleat) dan Omega 3 (Asam alfa Linoleat). Selain memiliki berbagai rasa yang enak, CERELAC yang bergizi dan tinggi zat besi juga akan membantu memastikan si Kecil mencapai milestone pertumbuhan yang sesuai dengan tahapan usianya.

Bunda juga tidak perlu khawatir karena CERELAC terbuat dari bahan-bahan alami yang diolah menjadi tepung dengan cara digiling dan dikeringkan, serta difortifikasi dengan segala kandungan gizi yang bermanfaat.

Bunda pastikan untuk memberikan bahan makanan yang variatif dengan kebutuhan gizi yang seimbang agar si Kecil tidak bosan. Konsumsi MPASI yang lahap juga menjadi salah satu faktor yang mengotimalkan tumbuh kembang si Kecil, lho.

Meski milestone tumbuh kembang bayi sangat mungkin berbeda-beda antar setiap anak, Bunda tetap perlu mengawasi dan mengenali kemampuan apa saja yang telah dimiliki si Kecil. Dan, pastikan si Kecil berada di tahap perkembangan yang normal sesuai dengan usianya.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

cahya

app info
get app banner