TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Opini saya berubah tentang memiliki dan mengurus bayi.

Bacaan 3 menit
Opini saya berubah tentang memiliki dan mengurus bayi.

Saya ingin bercerita pengalaman yang saya alami, serta hal yang membuat opini saya berubah dalam memiliki dan mengurus bayi. Dahulu saya adalah pekerja kantoran, yang memiliki rutinitas hampir sama setiap harinya, pergi bekerja dari pagi hingga sore hari, setelah itu aktivitas bebas. Rutinitas saya masih sama setelah menikah, namun kemudian semua berubah ketika saya sudah melahirkan seorang bayi.

Saya berpikir mengurus bayi sangat mudah, dalam benak saya bayi akan selalu tenang, bisa tidur dan bermain-main sendiri, dan saya bisa sambil bekerja dan mengawasi bayi. Namun ternyata sebulan setelah si bayi lahir, saya mengalami depresi pasca melahirkan, dimana saya merasakan sakit yang luar biasa di bagian luka bekas melahirkan dan sekitar area perut bawah, hal ini berlangsung kurang lebih selama sebulan.

Saat itu saya begitu kewalahan, harus mengurus bayi sendirian, menggendong sambil merasakan sakit yang tak tertahankan, ketika si bayi menangis saya sempat ikut menangis tersedu di depannya. Rasanya raga ini seperti tertekan dan ingin meledak. Namun saya menguatkan diri, meyakinkan diri agar bisa melalui semua ini. Benar saja, beberapa pekan kemudian kondisi saya semakin membaik dan mulai terbiasa juga menghadapi bayi yang seringkali menangis.

Tidak disadari, waktu dan tenaga semua terkuras untuk mengurus bayi, hampir tidak ada waktu untuk mengurus diri sendiri. Beberapa bulan berlalu, hingga si bayi berusia 4 bulan saya bertekad mengajarkan si bayi untuk bisa tidur tanpa ditimang-timang. Ya, salah satu hal terberat adalah harus menggendong dan menimang untuk menidurkan bayi, dimana bayi baru lahir sebagian besar waktunya masih dihabiskan dengan tidur. Walaupun pada mulanya saya tidak tega mendengarnya menangis, saya menguatkan diri sampai si bayi bisa tertidur sendiri di kasur tanpa digendong.

Saat ini si bayi sudah berusia 2 tahun, yang artinya memasuki usia toddler. Walaupun sudah tidak perlu digendong lagi kemana-mana, tetap ada tantangan tersendiri dalam menemani aktivitasnya yang sangat energik, seakan tenaga si bayi tidak ada habis-habisnya. Namun terlepas semua kesulitan yang saya alami, saya bahagia dan bangga melihat tumbuh kembang si bayi, dan hal ini masih akan berlanjut sampai ia kelak menjadi anak-anak kemudian beranjak dewasa.

Meskipun banyak waktu, tenaga, pikiran, emosi yang dikorbankan, salah satu alasan mengurus bayi sendiri adalah supaya ada kelekatan yang kuat dengan orang tuanya, sehingga para Ibu bukan hanya bisa jadi ibu bagi bayi tetapi juga menjadi sahabat, hal positif lain adalah nilai-nilai terpenting dapat ditanamkan dalam diri si bayi untuk bekalnya kelak dalam menjalani hidup. Tanpa disadari si bayi akan bertumbuh besar, sangat sayang untuk melewatkan masa terpenting dimana ia menganggap Ibu adalah dunianya.

Anda mungkin berbeda kondisi dan situasi dalam mengurus anak, jika Anda mengalami stress atau depresi pasca melahirkan, yakinkan diri bahwa Anda mampu melewati ini demi orang-orang yang Anda sayangi. Jika memang terlalu berat, Anda bisa meminta bantuan sejenak kepada orang-orang disekitar Anda untuk menjaga bayi sementara waktu, sampai Anda kembali siap menghadapi bayi dengan senyuman terbaik Anda.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

cecilia

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Kehamilan
  • /
  • Opini saya berubah tentang memiliki dan mengurus bayi.
Bagikan:
  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

  • Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

    Percaya setiap perkataan adalah doa ✨

  • Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

    Perjalanan Hamil yang Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

    Pengalaman melahirkan mengajar kan semua apa adany

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti