Anaknya mulai mengenal cinta, ini cara bijak Novita Angie dalam menghadapinya

Anaknya mulai mengenal cinta, ini cara bijak Novita Angie dalam menghadapinya

Wah, rupanya begini cara menghadapi sikap anak yang mulai mengenal cinta ala Novita Angie!

Menghadapi anak yang sudah mulai memasuki usia remaja mungkin memiliki tantangannya tersendiri ya Parents. Artis sekaligus seleb Mom, Novita Angie memiliki cerita tersendiri soal anaknya yang tengah berada pada masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa ini.

Memiliki dua anak remaja, Angie bercerita tantangan dalam mendampingi putra dan putrinya beranjak dewasa. Keduanya adalah Jemima Jasmine yang berusia 14 tahun dan Jeremy Cornelius berusia 15 tahun.

Dalam acara talkshow 1001 Cara Bicara, ibu 43 tahun ini mengungkapkan bahwa momen mendebarkan dalam mengasuh anak remajanya ialah saat keduanya sudah mulai mengenal cinta.

Novita Angie : “Saat anak-anak sudah mulai cinta-cintaan…”
novita angie

novita angie

“Pengennya sih ngomong ga boleh pacaran, tapi kan gak bisa terlalu dilarang. Tapi aku pribadi ingin mereka jadi remaja yang memang tahu batasan dalam bergaul,” ujar Angie.

Menurut Angie, permasalahan percintaan yang membuatnya harus memutar otak dan mengatur perasaan tak hanya sebatas saat keduanya tengah kasmaran. Menurutnya akan lebih menguras energi saat dirinya melihat putra dan putrinya sedang patah hati.

“Masa saat anak patah hati, mereka sakit hati, dan menangis, kok rasanya aku juga ikut patah hati…” ujarnya kembali.

Selain itu, bagi Angie dan sang suami, ada hal lain terkait pergaulan lawan jenis yang menjadi ketakutannya yaitu ketika pacar dianggap menjadi “segalanya”. Di sisi lain, memang tak jarang remaja dengan orangtua seringkali berkonflik terkait pola pikir dan cara berkomunikasi.

Artikel terkait : Cara menentukan jam malam untuk remaja, begini aturannya!

Cara Novita Angie mencegah kekhawatiran terjadi

Anaknya mulai mengenal cinta, ini cara bijak Novita Angie dalam menghadapinya

Untuk bisa menghadapi dan merangkul kedua anak remajanya ini, Angie menuturkan bahwa kuncinya adalah tidak panik. Penting bagi setiap orangtua untuk bisa membuka diri terhadap berbagai hal yang terjadi pada anaknya.

“Tantangannya sekarang ini aku pribadi ingin anak jadi remaja yang keren dalam artian dia bisa bergaul, tapi tau batasan. Seringkali aku dan suami memberikan do’s and don’ts terkait pergaulan sehari-hari,” tuturnya.

Di zaman informasi yang sudah sangat masif ini kekhawatiran setiap orangtua bisa saja terjadi, namun komunikasi tetap sebaiknya terjalin dengan baik.

Saat anak meminta izin pacaran

Anaknya mulai mengenal cinta, ini cara bijak Novita Angie dalam menghadapinya

Angie sendiri rupanya pernah mendiskusikan mengenai persoalan percintaan anak remajanya.

“Awalnya dia nanya kapan aku pertama pacaran, setelah makin dalem pembicaraan akhirnya ketahuan deh dia sepertinya mau minta izin buat pacaran,” ceritanya.

Menghadapi situasi tersebut ia berusaha tidak panik, namun lebih menanyakan berbagai pemikiran dan alasan sang anak.

“Kenapa memang mau pacaran kak? Supaya ada teman hangout ke mall sama nonton? Aku tanya dulu sih anaknya. Ternyata dia juga bingung kenapa dia mau pacaran, setelah ditanya-tanya ya intinya cuma mau punya status aja sebagai pacar. Jadi ya memang kita gak boleh panik dulu sih,” ujarnya.

Artikel terkait : Bahaya Pornografi dan Kerusakan Hormon pada Diri Anak dan Remaja

Tak ingin banyak bernegosiasi

Saat disinggung mengenai pola pengasuhan orangtua terdahulu, Angie mengungkapkan bahwa sebetulnya banyak hal positif yang bisa diterapkan kini. Hanya saja, menurutnya ada beberapa hal yang perlu disesuaikan.

“Misalnya aja kalau zaman dulu dibilang gak boleh, ya udah gak boleh aja. Nah sekarang kalau bilang gak boleh ke anak kita sebaiknya menjelaskan dulu alasannya apa, konsekuensinya juga, jadi menurutku bagus setegas itu karena ada banyak hal yang gak bisa dinegosiasikan” ujarnya.

Ia sendiri merasa bahwa tidak semua hal yang terjadi bisa dinegosiasikan, ada kalanya sesuatu yang sudah tak boleh tetap tidak boleh dilakukan. Bila anak dibiasakan untuk bernegosiasi, dikhawatirkan ia akan terbiasa bernegosiasi dengan hal yang tak semestinya, misalnya saja saat berhadapan dengan hukum.

“Orangtua juga gak bisa selamanya ada untuk membantu masalah dia, dengan bersikap seperti itu, sebetulnya mendidik mereka untuk jadi fighter untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri,” tutur Angie.

***

Nah kalau Parents punya cerita unik dalam menghadapi anak remaja? Bagikan kisah di kolom komentar maupun di aplikasi kami ya!

TAP-ID-Web Banner-1000x250px-06

Baca Juga :

Parents wajib tahu! Hal ini bisa cegah gangguan mental pada remaja

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

app info
get app banner