TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

"Ngaji Setelah Maghrib, Moment Indah yang akan Selalu Dikenang Anak"

Bacaan 3 menit
"Ngaji Setelah Maghrib, Moment Indah yang akan Selalu Dikenang Anak"

Pandangan dan informasi yang diceritakan di dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan belum tentu didukung oleh theAsianparent atau afiliasinya. TheAsianparent dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas konten di dalam artikel atau tidak bisa diminta pertanggungjawaban untuk kerusakan langsung atau tidak langsung yang mungkin diakibatkan oleh konten ini.

Keluarga adalah tempat ternyaman dan terhangat yang kita miliki. Di keluarga lah kita bisa saling tertawa, bercanda dan bercerita sesuka hati. Ada ayah, ibu dan anak anak yang hatinya telah terpaut menjadi satu. Merangkai kata dan impian bersama sama. Saling berbagi, membantu dan bergandeng tangan demi kebahagiaan bersama. Ya, inilah keluarga idaman setiap orang.

Hidup berkeluarga bagi saya yang sudah berjalan hampir 22 tahun pasti mengalami naik turunnya dinamika berkeluarga. Tak dipungkiri, ada suka dukanya dalam menjalaninya. Namun sebisa mungkin, rasa kecewa, sedih, marah ataupun kesal dapat diselesaikan dengan baik baik. Dan rasa bahagia, gembira, senang dan nyaman teruslah dipupuk hingga memenuhi seluruh atmosfer di keluarga kami.

Bosan? Ya, pasti ada kalanya datang menyapa. Namun kami punya satu kegiatan yang bisa melunturkan rasa sedih dan kecewa sekaligus menyuburkan rasa bahagia dan gembira. Kegiatan apakah itu?

Ngaji bareng setelah maghrib

Ngaji Bareng Setelah Maghrib

Ya, kegiatan yang masih terus kami lakukan sejak kami menikah 21 thn yang lalu adalah ngaji bareng setelah maghrib hingga shalat Isya. Kami biasanya mengisi waktu antara maghrib dan isya ini dengan membaca Al quran, setor hafalan Quran (murojaah), dan bercerita.

Tiga kegiatan ini dilakukan bersama anak anak kami, mulai yang balita hingga yang remaja. Yang balita dan usia SD biasanya membaca Iqro dengan flash card atau buku iqro. Sedangkan anak saya yang remaja membaca Al quran dan sekalian setor hafalannya.

Selain membaca iqro dan Al quran, waktu ini saya manfaatkan untuk bercerita tentang kisah para nabi, kisah orang orang sukses, atau bercerita tentang kejadian kejadian viral yang nantinya kita bisa ambil hikmahnya.

Hal yang paling menyenangkan dalam kegiatan ini adalah ketika melihat anak anak saya antri untuk mengaji. Di sudut lain, ada anak saya yang berusaha menghafal ayat Al quran, dan siap untuk disimak ibunya.

Ngaji Setelah Maghrib, Moment Indah yang akan Selalu Dikenang Anak

Dengan kegiatan ini ,saya berharap agar anak anak saya membiasakan dirinya untuk membaca Alquran setiap hari, sepanjang hidupnya. Memupuk kecintaan mereka terhadap Al quran yang menjadi pedoman dalam menjalani hidupnya di dunia dan di akhirat. Dan tentu saja dengan membaca Al quran kita mengharapkan syafaatnya kelak di hari akhir.

Selain itu dengan mendekatkan anak anak pada Al quran, diharapkan mereka mempunyai pegangan hidup yang kuat, memiliki prinsip dan aqidah yang kuat dan filter yang baik. Kita tahu bahwa zaman sekarang ini banyak sekali tantangannya.

Globalisasi yang masuk tidak bisa kita bendung. Satu satunya senjata untuk menjaga anak anak kita dari gempuran globalisasi adalah dengan mendekatkan mereka pada Tuhannya, pada Nabinya, pada agamanya dan pada kitabnya. Ini akan menjadikan filter terkuat bagi mereka sekaligus menjadi landasan yang kokoh bagi mereka untuk melalui kehidupan yang luar biasa ini.

Ikatan Keluarga Makin Kuat dengan Kegiatan Ngaji Bareng setelah Magrib

Ngaji Setelah Maghrib, Moment Indah yang akan Selalu Dikenang Anak

Moment ngaji bareng setelah magrib ini juga pastinya menjadi wadah terjalinnya ikatan keluarga yang makin kuat. Adanya komunikasi yang hangat antar anggota keluarga dapat mempererat jalinan kasih sayang kami. Kalaupun ada masalah, semua bisa dibicarakan, semua bisa didiskusikan dan semua bisa diselesaikan bersama.

Momen ini juga akan sangat berkesan pada diri anak anak hingga mereka dewasa nanti. Akan banyak kenangan yang mereka goreskan dalam setiap detiknya. Berebut antrian ngaji, berebut untuk bercerita, saling koreksi hafalan, saling sahut menjawab pertanyaan pertanyaan ibunya dan mungkin sedikit aksi dorong dorongan yang membuat si bungsu menangis dan lalu tertawa lagi…hehe.

Ngaji bareng setelah maghrib adalah kegiatan kami yang asik, menyenangkan dan Insyaallah sangat bermanfaat. Bagaimana dengan kegiatan di keluarga bunda? Asik juga kan?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yeyen Robiah

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Seputar Gaya Hidup
  • /
  • "Ngaji Setelah Maghrib, Moment Indah yang akan Selalu Dikenang Anak"
Bagikan:
  • "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

    "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

  • Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

    Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

  • "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

    "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

  • "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

    "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

  • Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

    Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

  • "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

    "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti