MPASI untuk bayi: Instan vs rumahan, manakah yang lebih baik untuk kesehatan?

lead image

Berbicara mengenai MPASI untuk bayi, apakah MPASI rumahan benar-benar lebih baik dari MPASI instan (pabrikan)? berikut penjelasan dokter!

Orangtua ingin memberikan yang terbaik untuk anak mereka, termasuk dalam hal memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Berbicara mengenai MPASI untuk bayi, apakah MPASI rumahan benar-benar lebih baik dari MPASI instan (pabrikan)? berikut penjelasan dokter!

MPASI untuk bayi, MPASI instan atau MPASI rumahan?

MPASI untuk bayi

Ditemui dalam acara Promina Homemade Cooking Class with Cherly Juno di Jakarta (14/07), dr. Kanya Fidzuno, Sp.A menjelaskan bahwa MPASI sangat dibutuhkan bayi usia 6 bulan ke atas, untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

“Saat usianya dibawah 6 bulan, semua kebutuhan gizi anak bisa dipenuhi dari ASI. Namun, saat anak berusia 6 bulan ke atas, anak membutuhkan MPASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya, yang sudah tidak bisa lagi dipenuhi oleh ASI,” ungkapnya.

Mengenai pilihan jenis MPASI yang akan diberikan (MPASI rumahan atau MPASI fortifikasi), Kanya menyatakan bahwa keduanya sama baiknya untuk bayi.

“Sebenarnya keduanya ((MPASI rumahan atau MPASI pabrikan/fortifikasi) baik. Kalau membuat sendiri memang akan memuaskan hasrat ibu, karena ia sendiri yang membuatkan makanan untuk anaknya.

Namun, saat kita membuat MPASI untuk anak kita sendiri, kita kerap kesulitan menakar jumlah bahan makanan untuk memenuhi zat gizi bayi. Misalnya, kita kesulitan untuk menakar jumlah zat besi, protein, karbohidrat, atau lemak harian yang dianjurkan untuk bayi. Akhirnya gizi yang diberikan ke anak pun, tidak lengkap dan seimbang.

Nah untuk menyiasatinya, hadirlah MPASI pabrikan/fortifikasi ini, untuk membantu ibu-ibu menyajikan makanan untuk bayi dengan gizi lengkap dan seimbang, karena MPASI pabrikan biasanya sudah difortifikasi (ditambah) dengan berbagai zat gizi penting untuk bayi. Selain itu, MPASI pabrikan yang terstandarisasi juga sudah sesuai standar WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia, serta tidak mengandung pengawet atau bahan lain yang berbahaya untuk bayi” jelasnya.

Kanya juga menyebutkan bahwa MPASI fortifikasi bisa menjadi menu MPASI selingan untuk anak.

“Karena sama baiknya untuk anak, MPASI pabrikan bisa menjadi menu selingan. Misalnya dalam 1 hari bayi bisa mengonsumsi 2 kali MPASI rumahan, dan 1 kali MPASI pabrikan,” tambahnya.

Mengapa dokter menyarankan bayi mengonsumsi Promina Homemade 

MPASI untuk bayi

Dalam kesempatan yang sama, Kanya juga menyebutkan alasannya merekomendasiakan anak mengonsumsi Promina Homemade.

“Ada 4 alasan mengapa saya percaya bahwa produk terbaru dari Promina ini baik untuk bayi. Pertama yaitu Tepat Tekstur, artinya produk ini dibuat dengan tekstur yang disesuaikan dengan setiap tahapan usia. Tekstur Promina Homemade ini tepat untuk melatih bayi 8 bulan ke atas untuk mengunyah dan menggigit sebagai stimulasi pertumbuhan gigi dan kemampuan bicara.

Kedua yaitu Tepat Rasa, artinya Promina Homemade memiliki pilihan rasa tepat untuk bayi. Ketiga yaitu Tepat Gizi, artinya produk Promina Homemade ini sudah difortifikasi dengan berbagai zat gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Keempat yaitu Tepat Usia, artinya Promina Homemade dibuat sesuai dengan tahapan usia bayi, yaitu untuk bayi 8 bulan ke atas,” tutupnya.

Promina Homemade merupakan produk terbaru dari Promina yang merupakan bubur MPASI siap masak untuk bayi usia 8 bulan ke atas. Produk ini terdiri dari beras utuh dan daging sayuran asli yang harus dimasak dahulu selama 10 menit dan dapat dikreasikan dengan bahan makanan lainnya. Ada dua varian yang diluncurkan yaitu ayam brokoli labu kuning dan salmon kentang wortel. Layak dicoba sebagai solusi simple masak MPASI bergizi.

Semoga informasi di atas bermanfaat!

Baca juga:

Sharena Delon ungkap alasan memberikan Sea Dedari MPASI di usia 5 bulan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner