Tak Perlu Dibatasi, Ini Panduan Pemberian MPASI untuk Bayi Alergi

Tak Perlu Dibatasi, Ini Panduan Pemberian MPASI untuk Bayi Alergi

Pemberian MPASI bayi alergi tentu harus Bunda cermati sebelum memberi si kecil makan. Begini panduan yang harus Anda ketahui.

Masa MPASI adalah periode si kecil belajar makan, sehingga sudah seharusnya Bunda memperkenalkannya pada segala jenis makanan. Tapi pada bayi alergi, pemberian makanan yang berpotensi menyebabkan alergi tentu harus mendapat perhatian.

Tidak semua makanan yang berpotensi menyebabkan alergi harus dihindari. Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA) menyarankan agar saat memperkenalkan makanan padat kepada bayi, untuk tetap menyertakan makanan yang menyebabkan alergi pada usia 12 bulan dalam bentuk yang sesuai dengan usia si kecil, misalnya telur yang dimasak matang, selai atau pasta kacang tanah halus, susu sapi matang, gandum, ikan, dan makanan laut lainnya.

Dikutip dari laman Allergy.org.au, studi menunjukkan bahwa ini dapat mengurangi kemungkinan mengembangkan alergi makanan pada bayi dengan eksim parah atau alergi telur.

Lalu, bagaimana panduan memberikan MPASI yang tepat untuk bayi alergi?

Alergi bersifat spesifik terhadap satu jenis makanan tertentu 

Dalam pemberian MPASI bayi alergi, Bunda tentu harus lebih cermat. Anda bisa mengamati reaksi setiap jenis makanan. Kalau si kecil alergi ikan tuna, bukan berarti Bunda tak bisa memberinya ikan jenis lain.

Menurut para pakar dari ASCIA, setelah Bunda memperkenalkan satu jenis protein, misalnya ikan, terus berikan jenis protein yang sama secara teratur hingga 3 sampai 5 kali berturut-turut tanpa didampingi makanan lain kecuali yang sudah terbukti bebas alergi. Hanya memberi satu jenis protein satu kali dan kemudian tidak memberikannya secara teratur berpotensi mengembangkan alergi pada jenis protein tersebut.

Catat jenis makanan yang memicu alergi

Untuk saat ini, Bunda memang harus menghindari si kecil dari makanan yang memicu alergi. Tapi, bukan tidak mungkin, suatu saat Bunda bisa mencoba memberikannya lagi. Umumnya alergi makanan bisa hilang seiring bertambahnya usia anak. Saat mencoba memberikan kembali makanan yang memicu alergi, tetaplah berpegang pada aturan satu jenis protein 3-5 hari berturut-turut.

Jadwal pemberian MPASI pada si kecil yang alergi sebaiknya dilakukan di pagi hari

Terutama saat Bunda akan memperkenalkan makanan baru pada si kecil. Alasannya, bila terjadi reaksi alergi yang mengkhawatirkan, Bunda punya banyak waktu untuk segera membawa si kecil ke dokter.

Pilih bahan makanan segar untuk MPASI

Keuntungan menggunakan bahan makanan segar untuk MPASI adalah kandungan nutrisinya yang masih lengkap dan belum rusak akibat proses pengolahan seperti pemanasan. Si kecil juga akan terhindar dari zat pengawet makanan yang seringkali berpotensi menjadi alergen. Pilih sayuran segar yang baru dipanen, buah-buahan lokal yang sedang musim sehingga ketersediaannya selalu terjamin, serta daging dan ikan yang segar dan bukan yang telah dibekukan.

Dengan bahan makanan segar pada MPASI-nya, Si Kecil akan mendapat nutrisi maksimal yang mendukung tumbuh kembangnya.

Bunda juga bisa melengkapi kebutuhan pemberian ASI dan MPASI homemade untuk Si Kecil dengan 1 mangkuk CERELAC. Dibuat dari bahan-bahan terbaik, CERELAC bantu penuhi nutrisi harian yang dibutuhkan Si Kecil setiap hari. Yuk, kenalan lebih jauh dengan CERELAC di www.mamamyuk.co.id.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

cahya

app info
get app banner