TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Menikmati Awal Kehidupan Anakku, Sangat Menakjubkan!

Bacaan 5 menit
Menikmati Awal Kehidupan Anakku, Sangat Menakjubkan!

Kini, ku sedang menikmati jadi ibu baru. Melihat tumbuh kembangnya membuatku terkejut sekaligus merasa bangga!

Kini ku sedang menikmati jadi ibu baru. Baru sekarang akhirnya merasakan tiada pengorbanan yang lebih besar selain daripada pengorbanan seorang ibu kepada anaknya.

Saat belum punya anak, mungkin kita masih belum merasakan terlalu dalam bagaimana rasanya peran besar seorang ibu. Setelah memiliki anak, kita baru tahu apa saja tantangan jadi jadi ibu. 

“Oh, seperti ini tuh rasanya bagaimana ibu merawat dan membesarkan kita,” batinku.

Menikmati Jadi Ibu Baru

Menikmati Jadi Ibu Baru

Masih teringat  momen di mana aku akan melahirkan. Sore itu dengan perjuangan yang sangat hebat, robekan yang tak terhitung. Lahirlah bayi sepanjang lima puluh dua centi dengan berat badan 3,6 kg.

Tak pernah terbayangkan akan memiliki anak seimut itu. Suara tangisan terdengar mengema di ruang sebelah. Sayangnya bidan tidak mengizinkan aku untuk melakukan AMD karena proses jahitan cukup lama dan membuat para bidan berpeluh.

Tiga hari menjalani rawat inap. Sebuah jarum infus menancap di salah satu punggung tanganku. Dalam kondisi harus full istirahat pemulihan pasca lahir. Boleh berdiri tapi tidak boleh duduk, takutnya jahitan merengang kata bidan. Saat itu rasanya satu menit terasa seperti satu hari. Betapa bosannya hanya berbaring dan tidak bisa bergerak bebas. Namun supaya cepat pulih, ku ikuti semua instruksi bidan pemilik klinik itu.

Setelah melewati tiga bulan yang penuh drama keharuan, kesulitan yang kadang meneteskan air mata, setelah masa-masa sulit pemulihan diri dan juga penjagaan bayi newborn, akhirnya aku bisa kembali tertawa saat melihat si kecil sudah pinter merespon segala macam stimulus berupa mengajak si bayi bicara.

Kalau si bayi tersenyum maka seolah kebahagiaan yang tak terkira bagi kedua orang tuanya. Semua capek begadang hanya bisa tidur satu jam saja sehari, mata sudah panda menghitam membentuk lingkaran. Semua ngantuk sudah terbayar dengan seulas senyuman si bayi.

Melihat Perkembangannya, Membuat Takjub dan Haru

Pada usia anakku menginjak empat bulan ini, banyak sekali perkembangan motorik kasar maupun motorik halus yang bisa dia kuasai. Bahkan melebihi standar kemampuan bayi seusianya. Bangga rasanya. Bisa melihat anakku terus bertumbuh membuatku semakin menikmati jadi ibu baru.

Dia sudah menyenangi warna-warna yang mencolok seperti merah tua, biru, dan kuning. Setiap ada benda yang berwarna cerah dia pasti tertarik melihatnya.

Oh iya, sejak usia newborn aku selalu membiasakan bayiku untuk mendengarkan suara rekaman surah al Baqarah setiap malam. Sedangkan menjelang tidur, sambil menyusui atau sambil mengayun si bayi, aku menyanyikan lagu islami, lagu shalawat atau lagu naik delman.

Setelah didengarkan berbagai macam lagu, ternyata anakku sangat menyukai lagu naik delman, kadang ada juga dia bosan dan diselingi lagu lainnya. Tapi lagu naik delman dan lagu burung kutilang termasuk lagu yang lebih sering di putarkan untuk pengantar tidur.

Selain itu  anakku juga sangat tertarik kepada buku berwarna cerah. Dia sangat senang dibacakan buku. Pernah suatu kali aku memberikannya buku tulis kosong, cover depan buku ada gambar yang lucu. Dia memperhatikan dengan detail dan bola matanya hitam membelalak menunjukkan antusiame yang luar biasa.

Ada salah satu perusahaan susu dari Jepang yang memberikan hadiah bagi pembeli sesuai jumlah kaleng sus yang dibeli. Hadiah mainan musical box ternyata kurang diminati oleh si kecil. Dia lebih senang bermain botol aqua kosong yang berbunyi.

Pada usia bayi empat bulan, anakku sudah tertarik dengan benda yang menghasilkan bunyi-bunyian. Bungkus tisu basah, plastiknya pun dimainkan. Sungguh unik sekali bayiku suka benda-benda seperti ini, hahahaha.

Mainan isap berupa tether atau pentil dot justru tidak ia minati. Sudah berapa kali dibelikan mainan malah tidak tidak digunakan. Dengan kesederhanaan pikiran para bayi, sebagai orang tua kita bersyukur bahwa di tengah pandemi saat ini si bayi justru malah lebih memahami kondisi keuangan orang tuanya.

Dari sini, aku pun belajar bahwa mainan yang dibutuhkan anak-anak sebenarnya tidak perlu mainan yang mewah, dengan harga yang mahal. Nyatanya, banyak anak-anak yang lebih senang dengan mainan yang tersedia di dalam rumah, yang tidak terpakai dan yang mudah diperoleh. Termasuk anakku.

Hal yang paling penting, orang tua cukup memastikan kalau mainannya bersih dan si kecil bisa mengeksplorasi mainan dengan mengisap dan memasukkan ke mulut. Rasa ingin tahu si bayi akan tersalurkan ketika semua benda yang ia minati bisa di jilat atau di masukkan ke dalam mulut. 

Ketika si kecil mulai memasukan benda ke dalam mulutnya juga tidak perlu dilarang. Sebab, ini menandakan ankku mulai memasuki fase oral. Biasanya, sih, fase oral bayi  ini dimulai sejak bayi berusia 3 bulan hingga 4 bulan. Di mana bayi mulai memasukkan benda-benda di sekitarnya, termasuk jari ke mulut.

Menikmati Awal Kehidupan Anakku, Sangat Menakjubkan!

Jadi, saat bayi memasuki fase ini nggak perlu dilarang ya, dan jangan sampai salah persepsi dengan menganggap kalau ini tanda bayi kelaparan. 

Selain fase oral, aku pun tengah menikmati tumbuh kembang lainnya. Kini, anakku juga sudah bisa membedakan mana mamanya dan ayahnya. Sebab, penglihatan bayi saat umur 4-5 bulan sudah sangat berkembang. 

Lucu sekali rasanya, saat aku pergi ke WC sebentar saja, anakku sudah menangis. Aku bersyukur karena telah berhasil membangun kelekatan kuat dengan si bayi. Mengingat saat luka jahitanku belum sembuh selama dua bulan, si bayi lebih tenang digendong yang lain daripada ketika ku gendong.

Sebagai ibu yang melahirkannya tentu saja butuh perjuangan untuk membangun kedekatan dengan anak sendiri. Sama dengan ibu yang lainnya, aku pun berharap memiliki kedekatan dengan anakku. Jangan sampai dia lebih dekat dengan orang lain dibandingkan dengan kedua orang tuanya sendiri.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

 

Ditulis oleh Kanisa Putri, VIPP Member theAsianparent ID

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianParent Indonesia

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Menikmati Awal Kehidupan Anakku, Sangat Menakjubkan!
Bagikan:
  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti