"
TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

5 Cara Mengatasi Alergi Anak yang Diturunkan dari Orangtua, Kenali Gejalanya

Bacaan 4 menit
5 Cara Mengatasi Alergi Anak yang Diturunkan dari Orangtua, Kenali Gejalanya

Tahukah Parents bahwa gejala alergi bisa beragam sesuai usia? Kenali gejala dan cara mengatasinya di sini.

Melihat anak mengalami alergi bisa menjadi satu kekhawatiran tersendiri karena alergi pun bisa berkembang jadi lebih serius. Namun, jangan khawatir karena ada beberapa cara mengatasi alergi pada anak yang bisa Parents praktikkan.

Mengetahui berbagai alergen atau hal yang menyebabkan alergi beserta gejala, jadi hal lain yang hendaknya diperhatikan. Di sisi lain, rupanya alergi juga bisa berisiko menurun dari keluarga.

Namun, sudah pasti kah si kecil mengalami alergi seperti orangtuanya?

Risiko Anak Alergi Seperti Orangtua

mengatasi alergi pada anak

Memiliki pengalaman alergi yang masih atau telah terjadi, bisa jadi satu hal lain yang Parents khawatirkan bisa dialami oleh anak. Ya, selain bisa dipicu oleh lingkungan, genetik membawa pengaruh cukup besar pada kondisi alergi si kecil.

Risiko alergi bisa lebih tinggi terjadi pada anak yang berasal dari orangtua dengan riwayat alergi. Namun, risiko alergi anak tetap ada lho walaupun Parents tidak mengalami sebelumnya. Artinya, setiap anak memang berisiko dengan tingkat yang berbeda-beda.

Menurut Vandenplas Y et al (2014) dalam jurnal Pediatrik disebutkan bahwa terdapat risiko yang berbeda pada anak dengan riwayat alergi yang dimiliki orangtua. Parents, risikonya ini bisa beragam mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi, diadaptasi dari Kartu Deteksi Risiko Alergi UKK Alergi-Imunologi.

Seorang anak memiliki risiko rendah (5-15%) bila orangtua tidak memiliki riwayat alergi. Risiko anak bisa sedang atau sekitar 20-40% bila salah satu orangtua mengalami alergi. Di sisi lain, risikonya bisa lebih tinggi (40-60%) bila kedua orangtua memiliki alergi.

Reaksi tubuh anak pada alergen pun bisa spesifik sama dengan orangtuanya. Misalnya saja saat Parents mengalami alergi mengonsumsi udang, kemungkinan si kecil juga akan mengalami alergi yang serupa.

Gejala-gejala Alergi pada Anak

mengatasi alergi pada anak

Parents, gejala yang dialami anak bisa beragam atau dikenal juga dengan Allergic March. Kondisi alergi yang terlihat dari gejalanya bisa muncul bergantung pada usia anak.

Misalnya saja alergi pada anak bisa ditandai dengan gangguan pencernaan serta bersin-bersin. Meningkat sesuai usia, gejala lain bisa muncul mulai dari gangguan pernapasan seperti flu, mata memerah dan berair, hingga asma.

Secara umum, ada beberapa gejala yang sebaiknya diwaspadai :
● Kulit ruam dan memerah
● Bengkak pada area wajah, lidah, dan bibir
● Diare
● Muntah-muntah
● Batuk dan bersin
● Sesak napas
● Gatal-gatal
● Batuk-batuk atau bersin

Berbagai Pencetus Alergi di Sekitar

Mengetahui penyebab alergi jadi satu hal lain yang tak kalah penting. Selain karena faktor genetik, ada beberapa hal lain yang bisa memicu alergi si kecil. Beberapa faktor penyebabnya antara lain :
● Berbagai jenis makanan seperti protein susu sapi, telur, kacang, dan ikan
● Lingkungan seperti keberadaan jamur, hewan seperti tungau dan kecoa, bulu hewan, hingga serbuk sari
● Gigitan serangga jenis tertentu
● Bahan kimia seperti cat, detergen, sabun, hingga bahan pada popok

Cara Mengatasi Alergi pada Anak

mengatasi alergi pada anak

Jangan khawatir Parents, ada beberapa cara mengatasi kondisi alergi anak :

1. Mengetahui jenis alerginya

Pada anak, jenis alergi dan gejalanya bisa beragam. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter terkait dengan gejala yang dialami.

Ada baiknya melakukan tes alergi terhadap beberapa jenis alergen tertentu, khususnya beberapa hal yang dicurigai sebagai alergen di sekitar si kecil.

2. Menjauhkan sementara dari alergen

Saat sudah mengetahui penyebab alerginya, hendaknya Parents menjauhkan sementara alergen tersebut pada anak. Bila berkaitan dengan makanan, sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut.

Misalnya saja bila ia alergi pada makanan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk pemberian makanan baru yang belum dikenal sebelumnya.

3. Membersihkan lingkungan rumah

Lingkungan sekitar juga bisa jadi pemicu alergi pada anak. Oleh karena itu mulailah dengan membersihkan lingkungan terdekatnya.

Khususnya kasur dan kamar maupun arena bermain, bersihkan dari debu dan tungau yang bisa jadi pemicunya.

4. Memberikan obat

Saat kondisi tertentu, dokter biasanya akan meresepkan obat, baik obat oles maupun obat oral untuk dikonsumsi. Obat untuk kondisi ini biasanya berjenis antihistamin atau kortikosteroid.

Jadi Parents, orangtua yang memiliki riwayat alergi memang kerap menurunkannya pada anak. Berbagai gejala alergi pada anak sebaiknya tidak diabaikan karena bisa berkembang menjadi lebih serius.

5. Pemberian Susu Hidrolisat Parsial

Pada anak yang tidak memungkinkan diberi ASI, orangtua bisa memberikan susu yang kandungannya lebih ramah untuk penderita alergi. Direkomendasikan untuk memberikan susu pertumbuhan hidrolisiat parsial atau ekstensif sampai usia 4-6 bulan.

Semoga informasi di atas bisa bermanfaat.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • 5 Cara Mengatasi Alergi Anak yang Diturunkan dari Orangtua, Kenali Gejalanya
Bagikan:
  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • 5 Ciri Anak Cerdas, Apakah Si Kecil Juga Memilikinya, Parents?

    5 Ciri Anak Cerdas, Apakah Si Kecil Juga Memilikinya, Parents?

  • Seperti Apa Ciri-Ciri Anak Autis Pintar? Cek di Sini, Parents!

    Seperti Apa Ciri-Ciri Anak Autis Pintar? Cek di Sini, Parents!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • 5 Ciri Anak Cerdas, Apakah Si Kecil Juga Memilikinya, Parents?

    5 Ciri Anak Cerdas, Apakah Si Kecil Juga Memilikinya, Parents?

  • Seperti Apa Ciri-Ciri Anak Autis Pintar? Cek di Sini, Parents!

    Seperti Apa Ciri-Ciri Anak Autis Pintar? Cek di Sini, Parents!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti