Cara Mendeteksi Perasaan Merasa Bersalah Sebagai Orang Tua dan Solusinya

Perasaan merasa bersalah sebagai orang tua seringkali hinggap di benak dan sulit untuk dihilangkan. Ini cara mengatasinya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Menjadi orang tua adalah tugas berat yang tak mudah diemban. Sekalipun kita sudah menyiapkan mental dan pengetahuan yang banyak sebagai orang tua, ada saja perasaan merasa bersalah sebagai orang tua

Apalagi di jaman sekarang ada banyak peran yang harus dijalani seseorang. Misalnya, sebagai orangtua yang bekerja di luar rumah, dan masih menjabat di organisasi tertentu. Belum lagi jika masih menjalani hobinya, aktif di sosial media misalnya.

Ada beberapa gejala yang dapat dilihat jika perasaan merasa bersalah sebagai orang tua mulai tak sehat. Berikut gejala yang biasa dialami:

1. Depresi

Tanpa disadari, rasa bersalah yang ada bisa menyetir orang tua sampai ke tahap merasa depresi. Depresi ini ditandai dengan rasa sedih yang berlarut-larut dan seolah kehilangan energi.

Rasa bersalah itu akan membuat Anda terbayang-bayangi dengan kesalahan yang telah dibuat. Apalagi jika Anda merasa bahwa kesalahan yang dibuat terlalu fatal.

2. Over protective

Karena pernah melakukan kesalahan yang hampir mencelakai anak, akhirnya Anda berubah menjadi orang tua yang over protective alias terlalu “melindungi” anak.

Anda mungkin merasa bahwa melakukan hal itu demi keamanan dan keselamatan anak adalah hal baik, tapi anak akan merasakan yang sebaliknya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Tindakan over protective yang dilakukan pada anak akan dirasa sebagai pengekangan yang berlebihan untuknya. Banyak anak yang akhirnya menemukan banyak cara untuk menipu orang tuanya karena khawatir bahwa keterus terangan akan membuat orang tuanya marah.

Jika Anda tak segera berubah, bisa jadi Anda akan memiliki rasa bersalah yang lain di kemudian hari. Rasa bersalah yang bertumpuk tak hanya buruk untuk kesehatan mental Anda, tapi juga untuk kesehatan mental anak.

3. Menuntut kesempurnaan

Kekhawatiran tidak dapat mendidik anak dengan baik kadang membuat orang tua jadi menuntut hal sempurna dari anaknya. Karena ia berpikir bahwa mendidik anak-anak dengan pendidikan dan kemampuan terbaik akan membuat mereka bertahan hidup dengan baik.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Menginginkan anak menjadi yang terbaik memang hal yang diinginkan oleh orang tua. Namun, ada baiknya dengarkan keinginan anak. Jangan sampai ia gagal meraih potensi terbaiknya karena segalanya sudah diarahkan oleh orang tua.

4. Permisif

Menurut riset dari universitas Alabama, orang tua yang dihantui oleh rasa bersalah cenderung membesarkan anaknya dengan gaya parenting permisif. Gaya parenting ini adalah serba menuruti kemauan anak karena merasa bersalah setelah kurangnya waktu yang dihabiskan bersama.

Jika orang tua meneruskan kebiasaan ini, anak akan menjadi seorang yang mementingkan dirinya sendiri, manipulatif, dan egois. Karena apapun yang dia lakukan tak akan mendapat teguran yang berarti dari orang tuanya.

Dari 4 gejala yang ditunjukkan oleh perasaan merasa bersalah sebagai orang tua pada anak di atas, biasanya akan terlahir pemikiran menyalahkan diri sendiri yang dalam.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Rasa bersalah yang ditunjukkan oleh orang tua pun memiliki banyak alasan.  Alasan itu antara lain adalah:

1. Tidak menghabiskan banyak waktu untuk anak

Solusi:

  • Luangkan waktu sebisanya
  • Kurangi pemakaian gadget di dalam rumah
  • Beri waktu untuk diri sendiri untuk menjaga kesehatan mental. Jangan lupa untuk mengajak anak, pasangan, maupun sahabat bicara agar Anda tak sibuk menghakimi diri sendiri.

2. Kurang sabar saat menghadapi tingkah anak

Solusi:

  • Pastikan bahwa harapan Anda pada anak-anak sesuai dengan tahapan emosi mereka. Misalnya, jangan meminta anak usia balita bersabar menunggu barang yang sedang ia inginkan.
  • Pastikan bahwa interaksi Anda dengan anak lebih mengarah ke hal yang positif daripada negatif.
  • Setiap kali kelepasan marah, tak perlu ragu untuk minta maaf. Dari sini, anak juga akan belajar soal kelapangan hati orang tuanya.

3. Tidak dapat memenuhi kebutuhan anak

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Solusi:

  • Ingatlah bahwa bukan mainan mahal yang akan membuat mereka bahagia, tapi kehangatan cinta orang tuanya.
  • Mengajari anak bersyukur dengan apa yang ia punya memang tak mudah, apalagi jika ia bisa melihat anak-anak lain yang tampak lebih beruntung darinya. Tapi sebagai orang tua, Anda bisa mengajarkan nilai-nilai kerja keras padanya.
  • Ajari anak untuk menghargai waktu yang ia habiskan dengan orang tua dan saudaranya. Karena ikatan erat persaudaraan adalah hal mahal yang tak dapat dibeli dengan uang.

4. Khawatir karena melakukan sesuatu yang salah

Solusi:

  • Melakukan kesalahan itu adalah hal yang wajar, Merasa bersalah juga hal yang normal. Tanpa melakukan kesalahan, kita akan sulit untuk belajar banyak. Hindari menyalahkan orang lain agar rasa bersalah itu tidak merambat ke yang lainnya.
  • Curhat dengan orang yang lebih berpengalaman soal pendidikan anak. Atau bisa juga membaca artikel yang dapat membuat gaya parenting Anda makin baik.
  • Anda memang dapat memutuskan soal pendidikan anak yang terbaik untuknya. Namun, ingat bahwa suara anak juga perlu didengar. Mengerti apa maunya anak akan membuat hubungan Anda dan anak akan semakin dekat.  Kedekatan hubungan akan membuat hubungan bebas dari rasa bersalah.

Terperangkap oleh rasa bersalah orang tua memang tak nyaman. Maka, mencari solusi untuk membebaskan beban soal merasa bersalah sebagai orang tua adalah sebuah keharusan.

Jika pernah alami hal ini, apa yang membuat Anda merasa bersalah sebagai orang tua dan solusi apa yang tepat untuk Anda? Sampaikan pengalaman menghilangkan rasa bersalah Anda di kolom komentar ya Parents

 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
Referensi: Our Everyday Life, Illinois early learning, Family Education.

 

Baca juga:

“Saya Istri dan Ibu Bekerja yang Berhenti Merasa Bersalah”

 

Penulis

Syahar Banu