TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bayinya kena infeksi saluran nafas, sang ibu:"Jangan cium bayi sembarangan!"

Bacaan 3 menit
Bayinya kena infeksi saluran nafas, sang ibu:"Jangan cium bayi sembarangan!"

Seorang bayi didiagnosis mengalami infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) akibat dicium saat bayi baru lahir.

Bayi baru lahir memang sangat lucu dan menggemaskan. Namun sebaiknya, jangan biarkan orang pernah mencium bayi baru lahir ya Parents. Anda juga sebaiknya berhati-hati bila ingin mencium bayi.

Karena tanpa kita sadari hal itu bisa membahayakan kesehatan tubuhnya yang masih sangat sensitif.

Hindari mencium bayi baru lahir, dampaknya bisa fatal!

mencium bayi baru lahir 1

Peringatan untuk jangan pernah mencium bayi baru lahir itu disampaikan oleh Ariana DiGrigorio, berdasarkan pengalaman buruk yang menimpa anak keempatnya.

Dilansir dari Daily Mail, Ariana bercerita bahwa anak keempatnya, Antonio, didiagnosis mengalami infeksi saluran pernafasan serius akibat Respiratory Syncytial Virus (RSV).

Antonio mengalami gejala flu sejak Desember tahun lalu. Namun selama dua bulan berikutnya, gejala flu yang dialami Antonio tidak kunjung membaik.

Akibatnya Antonio pun harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit dekat rumah mereka di Keansburg, New Jersey.

Ariana membagikan foto Antonio yang menyayat hati, ketika tubuh mungilnya harus dipasangi berbagai tabung dan kabel yang tersambung ke sebuah monitor.

Artikel terkait: Viral bayi kena eksim parah karena disentuh sembarangan, ini tanggapan dokter

mencium bayi baru lahir 5

Akibat virus tersebut, Antonio tidak bisa bernafas sendiri. Sekalinya ia bernafas sendiri, ia harus langsung mendapatkan perawatan pernafasan.

Ariana menjelaskan bahwa Antonio terinfeksi virus RSV setelah mendapatkan ciuman dari orang lain ketika kekebalan tubuhnya melemah.

Kini Antonio telah berusia setahun dan sembuh. Meskipun Antonio telah berhasil melewatinya, tetapi ini adalah pengalaman yang menakutkan untuk keluarga Ariana.

Untuk itu, Ariana berpesan pada orang-orang agar tidak mencium bayi baru lahir terlebih bila sedang mengalami gejala flu atau merasa tidak enak badan.

“Jangan sampai, bayi dirawat di rumah sakit (atau mati) karena orang menciumnya dengan alasan ‘Sangat imut aku harus menciumnya!,” tulis Ariana menulis dalam akun Facebook-nya, pada 23 Agustus lalu yang kini telah dibagikan lebih dari 2.500 kali.

Menurut Ariana kesadaran ini harus dimiliki sendiri oleh orang-orang. Sebab sangat aneh bagi orangtua bayi untuk mengatakan pada orang lain terutama keluarga agar tidak mencium bayinya ketika lahir. Karena seringkali orangtua segan untuk bilang, apalagi bila yang mencium bayi adalah kerabat sendiri.

“Terlebih untuk menghentikan seseorang mencium anakmu setelah mereka melakukannya,” tegasnya.

Selain itu, Ariana juga berpesan pada orang-orang agar mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh bayi baru lahir. Meskipun orang dewasa tidak merasa sakit, tetapi virus tersebut tetap dapat menetap di tubuh mereka selama 24 jam sebelum gejelanya muncul.

Informasi sekilas tentang Respiratory Syncytial Virus (RSV)

Bayinya kena infeksi saluran nafas, sang ibu:Jangan cium bayi sembarangan!

Respiratory Syncytial Virus atau RSV sebenarnya bukanlah sebuah virus yang dapat mengancam jiwa bila kekebalan tubuh seseorang telah terbentuk dengan baik. Namun virus ini bisa menjadi salah satu penyebab kejadian pneumonia dan bronkitis pada bayi.

Dilansir dari Mayo Clinic, tanda dan gejala RSV umumnya muncul sekitar empat hingga enam hari setelah terpapar virus.

Pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua, RSV biasanya menyebabkan tanda dan gejala seperti pilek ringan. Ini termasuk:

  • Hidung tersumbat atau berair
  • Batuk kering
  • Demam ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan

Virus ini sangat mudah menyebar melalui air liur, ingus, dan ludah. Oleh karena itu, tidak mencium dan memegang bayi baru lahir secara sembarangan ialah menjadi salah satu pencegahan terbaik untuk melindungi bayi.

Segera konsultasikan pada dokter bila bayi Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala RSV. Dengan begitu, dokter dapat memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat.

***

TAP ID APP BANNER NEW (6)

Referensi: Daily Mail, Mayo Clinic

Baca juga:

"Gara-gara orang asing menciumnya, putriku kena herpes seumur hidup…" Curahan hati ibu

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bayinya kena infeksi saluran nafas, sang ibu:"Jangan cium bayi sembarangan!"
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti