Parents tak perlu malu untuk meminta maaf kepada anak, ini manfaatnya

Parents tak perlu malu untuk meminta maaf kepada anak, ini manfaatnya

Parents tidak perlu malu untuk meminta maaf kepada anak. Berikut adalah tips dan manfaat mengakui kesalahan kepada anak yang perlu diketahui oleh orangtua.

Terkadang, kita sebagai orangtua merasa gengsi atau malu untuk meminta maaf kepada anak apabila kita melakukan kesalahan. Dengan status sebagai orangtua, membuat kita berpikir bahwa lebih baik membiarkan saja anak melupakan kesalahan kita tanpa perlu meminta maaf.

Padahal sebagai orangtua, seharusnya kita memberi contoh yang baik kepada anak dengan meminta maaf setelah melakukan kesalahan. Meskipun kita ingin dihormati oleh anak, meminta maaf meskipun kita lebih tua darinya bukanlah hal yang buruk, lho!

Tidak hanya meminta maaf, basic manner seperti mengucapkan tolong ketika ingin menyuruh anak melakukan sesuatu dan berterima kasih ketika sudah dibantu juga harus dilakukan oleh orangtua terhadap anak.

Artikel terkait: 3 Prinsip mendidik anak agar tidak jadi orang yang angkuh

Mengapa orangtua tidak boleh malu meminta maaf kepada anak?

memaafkan featured

Meminta maaf kepada anak ketika kita berbuat kesalahan atau keliru, akan mempererat hubungan antar orangtua dan anak. Berikut adalah alasan mengapa orangtua tidak boleh malu meminta maaf kepada anak yang wajib Parents ketahui!

Memberikan contoh kepada anak bagaimana seharusnya bersikap

Anak adalah pengamat yang ulung. Mereka cepat belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari. Emosi-emosi negatif dapat terserap dengan lebih mudah oleh anak. Contohnya mengingkari janji, perilaku abusif, atau kekerasan fisik akan membekas di dalam ingatan anak.

Oleh karena itu, Parents harus memberikan contoh yang baik untuk membentuk karakter anak. Jika orangtua mau meminta maaf pada anak atas kesalahan yang mereka buat, anak akan meniru hal tersebut.

Mereka akan mengerti bahwa jika melakukan kesalahan, yang harus diperbuat adalah meminta maaf terlebih dahulu dan tidak mengulanginya lagi.

Mengajarkan anak untuk bertanggung jawab

Ketika orangtua menyadari kesalahan dan meminta maaf, hal ini akan terekam dengan baik oleh anak. Pesan yang mereka terima adalah tidak ada orang yang sempurna dan semua orang bisa melakukan kesalahan.

Mereka akan belajar bahwa mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas yang sudah dilakukan adalah hal yang benar.

Parents tak perlu malu untuk meminta maaf kepada anak, ini manfaatnya

Menanamkan nilai kejujuran dengan meminta maaf kepada anak

Tidak meminta maaf atas kesalahan sama dengan menyembunyikan kesalahan Anda, sama buruknya dengan berbohong.

Ketika Parents meminta maaf pada anak, mereka akan belajar mengenai pentingnya mengatakan hal yang sebenarnya. Parents juga akan membantu anak untuk memahami pentingnya mengakui kesalahan.

Menunjukkan rasa saling menghormati

Dengan meminta maaf, anak akan merasa dihormati dan tidak dianggap remeh keberadaannya.

Anak akan melihat Anda sebagai sosok yang berjiwa besar dan hal ini bisa menjadi dasar dari hubungan yang sehat antar orangtua dan anak.

Merupakan kesempatan untuk belajar bersama-sama

Anak bisa belajar membedakan apa yang benar dan apa yang salah dari permintaan maaf yang diberikan oleh orangtua.

Kesempatan ini bisa diambil untuk mengajarkan bagaimana seharusnya anak bersikap dalam berbagai kesempatan dan membantu anak untuk dapat tumbuh menjadi individu yang baik.

Artikel terkait: Parents, memaksa anak meminta maaf tak baik bagi perkembangan mentalnya

Tips meminta maaf kepada anak

Anak-anak belajar memaafkan dari kita, orangtuanya.

Anak-anak belajar memaafkan dari kita, orangtuanya.

Seringkali Parents merasa canggung ketika harus meminta maaf kepada anak. Padahal, perlu Anda ketahui bahwa meminta maaf adalah tanda seseorang yang berjiwa besar dan berkarakter kuat. Meminta maaf bukanlah tanda kelemahan.

Berikut adalah beberapa tips dan hal yang harus diperhatikan ketika orangtua meminta maaf pada anak.

  • Jelaskan mengapa Anda meminta maaf
    Setelah melakukan kesalahan kepada anak, akan lebih baik jika kita menjelaskan mengapa kita melakukan kesalahan tersebut. Misalnya, ketika Parents tidak sengaja membuang kertas gambar hasil karya anak, Parents bisa memberikan klarifikasi bahwa tindakan tersebut tidak disengaja.
  • Meminta maaf dengan tulus
    Jangan lupa untuk meminta maaf dengan tulus. Tatap mata anak dan jangan meminta maaf dengan setengah hati.Anak-anak memiliki perasaan yang sensitif sehingga mereka bisa membedakan permintaan maaf yang tulus dan yang tidak.
  • Usahakan untuk tidak mengulangi kesalahan
    Setelah meminta maaf, usahakan agar Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama. Anak juga akan belajar bahwa melakukan kesalahan bisa dimaafkan, tetapi yang berbuat salah juga tidak boleh mengulangi lagi perbuatannya.
  • Menerima permintaan maaf anak
    Jika anak meminta maaf kepada Anda setelah melakukan kesalahan, sebagai orangtua, Anda harus menerima permintaan maafnya.Biarkan anak tahu bahwa Anda bangga bahwa dirinya berjiwa besar dan mampu mengakui kesalahan. Pujilah sikapnya tersebut.

Apakah Parents termasuk orangtua yang malu atau gengsi untuk meminta maaf? Atau justru Parents sudah menerapkan hal-hal di atas dalam mendidik anak?

Sumber: Being The Parent.com

Baca juga:

3 Gangguan emosi anak, hati-hati salah memberi label padanya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

annisa

app info
get app banner