TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pengalamanku Membujuk Anak Mogok Makan dengan Video "The Gingerbread Man"

Bacaan 4 menit
Pengalamanku Membujuk Anak Mogok Makan dengan Video "The Gingerbread Man"

Tidak selalu buruk, ini cara unik membujuk si Kecil lewat video YouTube!

Izinkan saya membagikan pengalaman saya membujuk anak mogok makan. Cerita ini terjadi di sekolah tempat saya menjadi kepala sekolah dan anak yang mogok makan adalah salah satu murid kelas dua.

“Don tidak mau makan bekalnya,” kata Bu Terry, guru kelas 2, memberi tahu kepada saya.

Saya segera ke kelasnya, dan melihat Don sedang cemberut di depan kotak bekalnya.

“Don, ayo ikut. Bawa kotak bekalnya,” kata saya. Saya memberi kode kepada Bu Terry bahwa Don saya ajak meninggalkan kelas. Waktu itu saya menjadi Kepala Sekolah SD, dan kerap masuk kelas untuk penanganan anak. Saya dengan senang hati membantu karena tahu ada hal-hal yang perlu ditangani segera, sementara guru tidak bisa hanya fokus pada satu anak.

“Mau ke mana? Aku nggak mau makan bekal,” kata Don.

Saya bisikkan ke telinganya. “Sst ini rahasia. Kita nonton video di ruanganku.”

Don langsung berdiri dan mengikuti saya.

Menonton Gingerbread Man di ruangan saya

membujuk anak mogok makan

Gingerbread Man. (Tri Marsiawati)

Saya memintanya duduk di meja rapat di ruangan saya. Saya buka laptop di depannya dan langsung membuka akun Youtube. Akun Youtube saya sudah diatur aman untuk anak jadi tidak akan ada tampilan membahayakan. Sambil menunggu film terbuka, saya bertanya kepada Don, “Bawa apa bekalnya?”

Don mengatakan, “Biskuit bayi.”

“Coba lihat,” kata saya.

Don membuka kotak bekalnya, dan tampak lima kepingan biskuit mari.

“Mama membawakan tanpa bilang?”

Don mengangguk. Don adalah “anak bonus” di keluarganya. Dia lahir ketika kedua kakaknya telah remaja. Sehari-hari Don berinteraksi dengan orang dewasa, karena itu dia sensitif terhadap perlakukan sebagai bayi atau anak kecil.

“Ini kan mau Natal. Nah kalau di negara-negara Barat, di seputar Natal itu mereka makan gingerbread man, roti jahe berbentuk orang. Ada ceritanya lho. Udah nonton belum?”

Don menggeleng. Dia tidak cemberut lagi.

“Kita buat perjanjian ya. Di cerita ini ada sepasang kakek dan nenek. Kalau Nenek bicara, aku makan biskuit. Kalau si anak yang bicara, Don makan biskuit ya.”

Don mengangguk. Matanya ke arah laptop yang menampilkan judul “The Gingerbread Man”.

Muncullah gambar sepasang kakek nenek yang kesepian. Kakek mencari kesibukan dengan berkebun dan nenek membuat kukis jahe berbentuk manusia.

Di pembukaan, Nenek lima kali berbicara, dengan diseling narator.

“Oh darling. I am baking a gingerbread man today.”
“My gingerbread man looks beautiful, but I feel like something is missing.’
“Oh his mouth.”
“Oh, yes. Now your are complete, My Gingerbread Man.”

Ketika Nenek berbicara saya pun menggigit biskuit mari.

Setelah itu ada lima percakapan antara Nenek dan Gingerbread Man.

GBM (Gingerbread Man): Thank you!
Nenek: You are talking?
GBM: Yeah, and I can run.
Nenek: Come back. Come back.
GBM: Yeah. Run, run, run as fast as you can. Nobody can catch me because I am the Gingerbread man.

Membujuk Anak Mogok Makan dengan Menonton Video

membujuk anak mogok makan

Selama percakapan, saya dan Don bergantian menggigit biskuit. Saya perhatikan, Don menikmati gigitannya dan langsung mengunyah.

Selanjutnya, hanya Gingerbread Man yang bicara ketika dia dikejar Nenek, sapi, babi, ayam, rubah dan burung. “Yeah. Run, run, run as fast as you can. Nobody can catch me because I am the Gingerbread Man,” kata Gingerbread Man sebanyak enam kali.

Belum lagi percakapan dengan rubah dan burung yang berusaha memakannya. Don tambah banyak lagi mengunyah biskuitnya.
Gigitan Don cukup besar, dan dia menghabiskan empat biskuit tanpa sadar selama menonton video.

Ketika cerita selesai, Don saya ajak kembali ke kelasnya membawa kotak makan yang telah kosong. Wajahnya terlihat gembira. Saya dan Bu Terry saling bertatapan tanpa bicara. Bu Terry sudah tahu bahwa misi membujuk Don makan bekal sudah berhasil.

Saya menulis surat kepada mama Don bahwa saya telah memakan sepotong biskuit Don. Saya ceritakan kejadian hari itu, bagaimana saya membujuk anak mogok makan, dan memberi PR kepada Don dan mamanya: menyiapkan bersama bekal untuk dibawa ke sekolah.

Ditulis oleh Endah Widyawati, UGC Contributor theAsianparent.com

Artikel UGC lainnya:

Frekuensi Bercinta Menurun bahkan Hilang saat Hamil, Ada Apa?

Suka Duka Jadi Perempuan Bekerja di Lingkungan yang Mayoritas Pekerjanya Laki-laki

4 Jenis Jurnal Harian yang Perlu Dibuat Ibu dan Manfaatnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Endah Widyawati

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Edukasi Sekolah Dasar
  • /
  • Pengalamanku Membujuk Anak Mogok Makan dengan Video "The Gingerbread Man"
Bagikan:
  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • 17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

    17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • 17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

    17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti