TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bunda Ini Berhasil Membiarkan Balita Main Sendiri, Berikut Caranya!

Bacaan 4 menit
Bunda Ini Berhasil Membiarkan Balita Main Sendiri, Berikut Caranya!

Membiarkan balita main sendiri merupakan salah satu cara meningkatkan keterampilan dan kreativitas anak. Berikut cerita Bunda yang berhasil!

Ketika memiliki anak, Parents harus bisa mengembangkan keterampilan dan kreativitas anak sesuai dengan usianya. Salah satu caranya adalah membiarkan balita main sendiri dalam jangka waktu sebentar.

Dengan mengasah anak untuk bisa mandiri mulai dari bermain, Parents akan memberi kesempatan pada anak menemukan kesukaannya sendiri. Dari sana, anak akan mengembangkan banyak hal dalam bermain. 

Kisah Bunda Betha berikut ini bisa menginspirasi Parents dari mana cara untuk memulai membiarkan balita main sendiri. Berikut cerita lengkapnya!

Bermain Mandiri pada Balita

Bermain Mandiri pada Balita

Seberapa sering Bunda membiarkan balita bermain sendiri? Saya selalu membaca bahwa “permainan mandiri” atau bermain sendiri oleh seorang anak sangat penting untuk perkembangannya. 

Di mana dapat mengembangkan imajinasi dan kreativitas mereka. Di sinilah mereka dapat membangun cerita di benak mereka dan membuatnya jadi permainan yang menyenangkan. Anak juga akan menjadi lebih kreatif.

Contohnya ketika anak saya membuat jalan dari kotak kardus dan dia menggeser mobilnya dengan riang. Tidak ada yang mengajarinya melakukan hal itu. Dia hanya berpikir untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan karena dia bisa membuat mobil berjalan di kotak kardus.

Membiarkan balita main sendiri juga dapat mengembangkan keterampilan berbicara. Mungkin awalnya dia hanya bisa menirukan suara benda yang dimainkan, seperti bunyi mobil brem brem atau ngeng ngeng untuk pesawat. Namun lama kelamaan, anak akan bisa menyebutkan beberapa kosakata, menunjukkan warna apa dan bahkan membuat percakapan menggunakan permainan tersebut. 

Anak juga bisa mempelajari perbedaan antara barang yang dimainkan beserta fungsinya, seperti mobil ada ambulans, truk pemadam kebakaran dan mobil polisi. Begitu pun kalau membiarkan balita main sendiri dengan mainan binatang atau lainnya.

Mulai Umur Berapa Bisa Membiarkan Balita Main Sendiri? 

Mulai Umur Berapa Bisa Membiarkan Balita Main Sendiri 

Saya bukan seorang pakar, tetapi dalam pandangan saya, itu tergantung pada kesiapan anak. Namun menurut saya bisa dimulai dari saat dia sudah bisa duduk tanpa terjatuh, saya bisa mulai memperkenalkan anak bermain sendiri selama beberapa menit dan akhirnya dia sendiri yang otomatis mau bermain sendiri. 

Artikel Terkait : 5 Manfaat Bermain Board Game dan Jenisnya yang Cocok untuk Anak, Seru!

Tapi jangan tiba-tiba meninggalkan bayi saat baru belajar bermain sendiri ya! Lihat dulu bagaimana, apakah dia bisa bermain sendirian atau tidak. Tidak ada salahnya untuk bertanya apa yang dia ingin mainkan dan beri contoh cara memainkannya. Misalnya bermain perahu, ajari agar dia bisa memainkan perahu. 

Anak-anak memiliki banyak imajinasi. Saya pikir jika kita terlalu membatasi atau mereka selalu diberitahu “tidak” atau “tidak” atau “tidak seperti itu,” mereka tidak akan belajar. Namun tentunya setiap anak pasti berbeda dengan situasi yang berbeda juga. Apa yang menurut Bunda lebih baik untuk anak Bunda, itulah yang Bunda ikuti.

Satu lagi kalau anak diizinkan bermain sendiri, Bunda harus yakin bahwa dia aman dan senang menikmati permainannya tersebut.

4 Cara Membiarkan Balita Main Sendiri Dengan Aman

1. Ciptakan Ruang Aman Ramah Anak

4 Cara Membiarkan Balita Main Sendiri Dengan Aman

Hati-hati dengan soket dan stop kontak listrik

Cek ruangan apakah ada soket atau colokan yang dapat berbahaya bagi anak. Jangan lupa untuk menghilangkan benda tajam dari ruang bermainnya.

2. Pantau Anak Secara Kontinyu

Saat anak bermain sendirian, jangan lupa untuk melihatnya dari waktu ke waktu dan memastikan dia aman.

3. Pastikan Membiarkan Balita Main Sendiri Sesuai Usianya

Gunakan permainan yang sesuai dengan umurnya. Bila anak masih kecil, usahakan jangan bermain barang-barang yang memiliki potongan kecil karena sangat berbahaya bila ditelan.

4. Normal Kalau Anak Bosan Saat Bermain

Bila dia sudah bosan bermain itu tidak apa-apa. Karena memang rentang fokus balita tidak lama rata-rata lima menit, jadi dia pasti akan bosan. Ajak bermain bersama dan ciptakan hal yang menyenangkan bersama bila dia sudah bosan saat bermain sendirian.

Tertarik untuk mencoba tips dari Bunda Betha di atas, Parents? Jangan lupa yang penting anak usahakan di awal ditemani saat bermain, setelah itu berikan kesempatan untuk membiarkan balita bermain sendiri. Anak akan melakukan kreativitasnya saat melakukan permainan tersebut. Keterampilan dan pengembangan kosakata anak juga akan mulai terbentuk ketika mereka bisa bermain sendirian. 

Bunda memiliki cerita yang sama atau punya kisah menarik lainnya mengenai kehidupan keluarga, kehamilan, atau seputar Parenting lainnya? Yuk share cerita Bunda di aplikasi TheAsianparent.

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Betha TheAsianParent Filipina.

Disclaimer: 

Pandangan dan informasi yang diceritakan di dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan belum tentu didukung oleh theAsianparent atau afiliasinya. TheAsianparent dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas konten di dalam artikel atau tidak bisa diminta pertanggungjawaban untuk kerusakan langsung atau tidak langsung yang mungkin diakibatkan oleh konten ini.

Baca Juga : 

Curhat Ashanty Jadi Ibu Tiri Bikin Terharu

Curhat ayah baru; "Setelah anakku lahir, aku merindukan sosok istriku.."

Curhat ibu rumah tangga "Aku berhenti menanti pujian suami, dan lebih berterimakasih padanya."

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianParent Indonesia

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Parents
  • /
  • Bunda Ini Berhasil Membiarkan Balita Main Sendiri, Berikut Caranya!
Bagikan:
  • "Istriku Melahirkan Anak Orang Lain karena Diperkosa, Aku Harus Apa?" Curhat seorang Suami

    "Istriku Melahirkan Anak Orang Lain karena Diperkosa, Aku Harus Apa?" Curhat seorang Suami

  • #CurhatBunda : “Pengalaman Melahirkan yang Mendebarkan Demi Bertemu Bayi Saya”

    #CurhatBunda : “Pengalaman Melahirkan yang Mendebarkan Demi Bertemu Bayi Saya”

  • “Susahnya Menjadi Seorang Ibu, Saya Baru Merasakannya Sekarang”

    “Susahnya Menjadi Seorang Ibu, Saya Baru Merasakannya Sekarang”

  • "Istriku Melahirkan Anak Orang Lain karena Diperkosa, Aku Harus Apa?" Curhat seorang Suami

    "Istriku Melahirkan Anak Orang Lain karena Diperkosa, Aku Harus Apa?" Curhat seorang Suami

  • #CurhatBunda : “Pengalaman Melahirkan yang Mendebarkan Demi Bertemu Bayi Saya”

    #CurhatBunda : “Pengalaman Melahirkan yang Mendebarkan Demi Bertemu Bayi Saya”

  • “Susahnya Menjadi Seorang Ibu, Saya Baru Merasakannya Sekarang”

    “Susahnya Menjadi Seorang Ibu, Saya Baru Merasakannya Sekarang”

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti