Sebagian besar dari Anda mungkin tahu tentang ekonomi terkuat di dunia. Namun, tahukah Anda tentang negara-negara yang memiliki nilai mata uang terlemah? Nah, berikut ini kami telah merangkum daftar mata uang terlemah atau terendah di dunia.
Sebenarnya, cukup sulit untuk menempatkan mata uang mana yang paling rendah, karena situasi ekonomi berubah dengan cepat di semua negara ini.
Biar tidak penasaran, berikut ini daftar mata uang terlemah di dunia pada tahun 2026.
10 Mata Uang Terendah di Dunia 2026
1. Pound Lebanon (Lebanon)

Lebanon masih menempati posisi puncak sebagai mata uang dengan nilai terendah akibat krisis ekonomi dan perbankan yang ekstrem sejak 2019.
Ketidakstabilan politik yang berkepanjangan dan hiperinflasi telah membuat nilai tukar Pound Lebanon anjlok drastis terhadap mata uang asing.
2. Rial (Iran)

Rial dari Iran juga masih menempati daftar mata uang terlemah di dunia.
Devaluasi dimulai pada 1979 setelah Revolusi Islam, ketika banyak bisnis meninggalkan negara itu karena situasi yang tidak pasti. Kemudian datang Peran Iran-Irak dan sanksi ekonomi karena program nuklir negara itu.
Pemerintah Iran juga membatasi akses ke mata uang asing bagi warganya, yang menyebabkan peningkatan pasar gelap yang signifikan. Semua ini merusak ekonomi dan mendevaluasi mata uang hampir 400 persen.
Kini, mata uang rial semakin merosot dan mencapai titik terendah. Melansir Kompas pada Selasa (14/1), berdasarkan kurs, 1 rial kini bernilai Rp 0,015. Bahkan, nilai tukar rial Iran ke dollar Amerika Serikat (AS) hanya 0.
Sebaiknya, nilai tukar 1 dollar AS bisa mencapai 1.137.500 riyal Iran pada periode yang sama.
Artikel Terkait: Psst, Mata Uang Tertinggi di Dunia Ternyata Bukan Dolar!
3. Dong (Vietnam)

Mata uang terendah kedua adalah Dong dari Vietnam. Negara ini masih berada di jalur yang sulit dari ekonomi terpusat ke ekonomi pasar. Akibatnya, mata uang negara ini sangat terdevaluasi hari ini.
Namun, para ahli bersikeras bahwa pemerintah Vietnam mengambil jalan yang benar dan mungkin segera menyusul tetangganya yang lebih dekat di Asia.
4. Kip Laos (Laos)

Kip Laos (LAK) Laos menghadapi tantangan besar berupa utang luar negeri yang membengkak dan cadangan devisa yang terbatas.
Hal ini menyebabkan nilai Kip terus merosot, diperparah oleh ketergantungan negara yang tinggi terhadap impor barang-barang pokok.
5. Sierra Leone Leone (Sierra Leone)

Mata uang ini menderita akibat inflasi tinggi yang disebabkan oleh kemiskinan sistemik dan dampak ekonomi jangka panjang dari krisis kesehatan masa lalu.
Meski sempat melakukan redenominasi, tekanan ekonomi global tetap membuat Leone berada di jajaran mata uang terbawah.
6. Rupiah (Indonesia)

Walaupun Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Rupiah secara nominal memiliki nilai unit yang sangat kecil terhadap Dolar AS.
Di awal 2026, Rupiah sempat menyentuh level Rp16.800-an per USD, yang dipengaruhi oleh volatilitas pasar global dan dinamika kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
Artikel Terkait: Mengulik Mata Uang Euro Negara Eropa, Lambangnya Sempat Jadi Perdebatan
7. Uzbekistani So’m (Uzbekistan)

Uzbekistan sedang dalam proses reformasi ekonomi dari sistem terkendali menuju pasar bebas, yang sering kali memicu fluktuasi nilai tukar.
Ketergantungan pada ekspor komoditas tertentu seperti emas dan kapas membuat nilai Som rentan terhadap perubahan harga global.
8. Franc Guinea (Guinea)

Meskipun memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah seperti bauksit, Guinea masih berjuang dengan ketidakstabilan politik dan infrastruktur ekonomi yang lemah.
Hal ini membuat nilai tukar Franc Guinea tetap rendah karena kurangnya kepercayaan investor asing.
Artikel Terkait: Mengulik Mata Uang Euro Negara Eropa, Lambangnya Sempat Jadi Perdebatan
9. Guarani Paraguay (Paraguay)

Paraguay menghadapi masalah struktural berupa inflasi yang persisten dan ekonomi yang sangat bergantung pada sektor pertanian.
Kinerja ekspor yang fluktuatif serta keterbatasan diversifikasi industri membuat Guarani sulit untuk menguat secara signifikan.
10. Ariary Madagaskar (Madagaskar)

Mata uang ini mencerminkan kondisi ekonomi Madagaskar yang sangat bergantung pada bantuan internasional dan ekspor bahan mentah.
Faktor kemiskinan yang tinggi serta kerentanan terhadap bencana alam sering kali mengganggu stabilitas nilai tukar Ariary di pasar dunia.
Semoga informasi ini bisa menjadi wawasan Anda tentang mata uang ya!
***
Baca Juga:
17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!
11 Pahlawan Nasional yang Diabadikan di Mata Uang Rupiah, Siapa Saja Mereka?
11 Pahlawan Nasional yang Diabadikan di Mata Uang Rupiah, Siapa Saja Mereka?
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.