20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

Berikut ini ucapan Hari Raya Galungan 2025 yang bisa dikirimkan pada keluarga dan kerabat dekat. Lengkap dengan maknanya!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Hari Raya Galungan 2025 diperingati pada 19 November. Berikut ini contoh ucapan Hari Raya Galungan yang bisa dikirimkan pada keluarga dan kerabat dekat. 

Galungan dirayakan dengan menggunakan Rabu Kliwon Wuku Dunggulan, yakni 6 bulan sekali berdasarkan perhitungan kalender Bali.

Yuk, intip inspirasi ucapan dan makna dari perayaan ini!

Artikel Terkait: 6 Artis Kenakan Kebaya Rayakan Galungan, Anggun dan Menawan!

Ucapan Hari Raya Galungan 2025

  1. Selamat Hari Raya Galungan. Semoga kebaikan selalu menang dalam setiap langkah hidupmu.​
  2. Rahajeng Galungan. Semoga damai, kebahagiaan, dan kesejahteraan senantiasa hadir di hatimu.​
  3. Selamat merayakan Galungan. Semoga terang dharma menuntun hidup kita menuju kebahagiaan sejati.​
  4. Rahajeng Galungan lan Kuningan. Semoga setiap penjor yang menghiasi jalan melambangkan harapan baik untuk keluarga.​
  5. Semoga di hari suci Galungan ini, segala harapan baik dikabulkan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.​
  6. Selamat Galungan 2025. Semoga segala bentuk adharma mampu kita atasi dengan kebijaksanaan dan ketulusan hati.​
  7. Rahajeng Rahina Galungan. Dumogi dharma selalu menang ring adharma (Semoga kebaikan selalu menang atas kejahatan).​
  8. Selamat Hari Raya Galungan. Semoga setiap pengorbanan dan persembahan diterima dan diberi keberkahan.​
  9. Rahajeng Galungan. Semoga kemenangan dharma senantiasa tercermin dalam setiap langkah.​
  10. Selamat Hari Raya Galungan. Semoga semangat kebaikan dan syukur mengisi hari-hari kita semua.​
  11. Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Semoga kebahagiaan selalu melimpahi keluarga dan sahabat.​
  12. Dalam Hari Suci Galungan, semoga cinta kasih dan berkah senantiasa mengalir dalam hidupmu.​
  13. Rahajeng nyanggra Galungan. Semoga penuh berkah dan damai.​
  14. Selamat Galungan! Saatnya kita menyambut para leluhur dengan bhakti.​
  15. Semoga kedamaian dan kebahagiaan selalu menyertai di setiap langkah hidupmu.​
  16. Hari Suci Galungan mengingatkan bahwa kebaikan akan selalu menang. Semoga hidupmu selalu dipenuhi Dharma.​
  17. Semoga setiap doa di hari Galungan dikabulkan dan diberi kekuatan untuk menapaki masa depan.​
  18. Jadikan momen Galungan untuk menguatkan tekad dalam menjalani hidup yang bermakna.​
  19. Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan, mari rayakan kemenangan suci dengan cinta dan ketulusan.​
  20. Dalam Galungan ini, semoga terang batin menyinari hari-harimu dan menghadirkan kebaikan di sekitarmu.

Makna Hari Raya Galungan

1. Pertempuran Melawan Raja yang Sombong

Hari Raya Galungan dimaknai kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan) dan keduanya bersatu menjadi kekuatan rohani untuk mendapatkan pikiran yang tenang.

Dengan kata lain, kemenangan ini melawan ego dan sifat negatif yang ada dalam diri seseorang.

Berdasarkan mitologi Hindu Bali, hiduplah seorang keturunan raksasa bernama Raja Mayadenawa yang dikenal sebagai raja paling sakti mandraguna.

Berkat kesaktiannya, ia dapat mengubah diri menjadi apapun yang diinginkan. Kesaktian ini membuat Mayadenawa menjadi sosok angkuh dan sombong.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Di masa pemerintahannya, ia ingin diakui sebagai Tuhan oleh masyarakat Hindu dan melarang umat beribadah ke pura.

Lama kelamaan rakyat pun menderita karena dunia tidak seimbang. Tanaman penduduk rusak dan wabah penyakit merajalela.

Artikel terkait: 10 Muharram Lebaran Anak Yatim, Apa Maknanya? Ini Penjelasan Ulama

Menyikapi hal ini, Bhatara Indra mengutus para dewa turun ke dunia untuk menghancurkan kejahatan yang telah diperbuat Mayadenawa.

Pertempuran yang sungguh tak mudah karean Mayadenawa selalu berhasil mengelabui Bhatara Indra.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Bahkan, ia meracuni sebuah mata air yang mengakibatkan pasukan tempur Bhatara Indra meninggal.

Pada akhirnya, kesaktian yang buruk berhasil dikalahkan oleh kebaikan. Mayadenawa terdesak dan melarikan diri dengan meninggalkan jejak telapak kaki miring, yang kini dikenal dengan nama Tampak Siring. Bhatara Indra berhasil mengalahkan keangkuhan sang raja.

Kemenangan inilah yang bermakna kemenangan umat memenangkan diri dari rasa egois.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Selain berpangku pada kebajikan, perayaan Galungan juga merupakan bentuk ungkapan rasa syukur umat Hindu atas karunia yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Makna Galungan ini juga tertuang dalam lontar “Sundarigama” berbunyi:

“Buda Kliwon Dungulan Ngaran Galungan patitis ikang janyana samadhi, galang apadang maryakena sarwa byapaning idep” Yang bermakna: Rabu Kliwon Dungulan namanya Galungan. Arahkan untuk bersatunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang terang untuk melenyapkan segala kekacauan pikiran.

2. Ada 8 Rangkaian yang Harus Dilewati Umat Hindu Selama Merayakan Galungan

Mengingat perayaan ini memiliki nilai filosofis yang tinggi, tak heran jika dalam prosesnya umat Hindu harus melewati deretan rangkaian sarat makna dengan urutan sebagai berikut:

  • Tumpek Wariga. Upacara ini dilakukan pada Saniscara (Sabtu) Kliwon wuku Wariga, tepatnya 25 hari sebelum Galungan. Pada waktu ini, masyarakat Hindu Bali menghelat upacara dalam rangka memuliakan tumbuhan yang berperan besar dalam kehidupan manusia dan alam semesta
  • Sugihan Jawa. Sugihan Jawa dilakukan pada Kamis Wage Sungsang atau 6 hari menjelang hari raya suci Galungan. Berasal dari dua kata yaitu Sugi berarti bersih dan suci dan jaba yang artinya luar. Pada Sugihan Jawa, umat melakukan upaya nyomia atau menetralisir segala sesuatu yang negatif
  • Sugihan Bali. Dilaksanakan pada Jumat Kliwon Sungsang atau 5 hari menuju hari raya Galungan, Sugihan Bali bermakna penyucian atau pembersihan diri sendiri (Bhuana Alit). Penyucian diri dilakukan dengan mandi dan memohon tirta suci sebagai simbolis membersihkan jasmani dan rohani

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  • Panyekeban. Panyekeban dilaksanakan Minggu Paing wuku Dungulan atau 3 hari sebelum Galungan. Nyekeb berarti merenung atau mengekang diri. Secara filosofis, pada hari Penyekeban umat belajar menahan diri agar tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan agama
  • Penyajan. Dilaksanakan Senin Pon Dungulan, 2 hari sebelum Galungan. Berasal dari kata Saja yang berarti sungguh-sungguh, hari ini bermakna memantapkan diri untuk merayakan Galungan

Artikel terkait: 5 Fakta Menarik Sejarah Hari Pramuka dan Maknanya Bagi Anak

  • Penampahan jatuh sehari sebelum Galungan, yakni Selasa Wage wuku Dungulan. Pada hari inilah umat mempersiapkan diri menyambut Galungan. Penampahan ditandai dengan pembuatan penjor sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain membuat penjor, umat juga menyembelih babi untuk pelengkap upacara. Penyembelihan babi sendiri merupakan simbol membunuh semua nafsu kebinatangan yang ada dalam diri manusia
  • Galungan. Galungan dirayakan pada Rabu Kliwon Dungulan, alias hari kemenangan. Upacara dilakukan mulai pagi hari, dimulai dengan sembahyang di rumah masing-masing lalu beribadah ke pura. Pada hari raya Galungan umat semakin melihat ke dalam diri untuk melakukan kebaikan sepanjang hidup
  • Umanis Galungan. Sehari setelah Galungan, umat Hindu saling mengunjungi sanak saudara atau tempat rekreasi. Waktu ini juga saatnya bermaafan untuk memulai awal kehidupan yang baru. Di beberapa daerah di Bali, anak-anak melakukan tradisi ngelawang yang diyakini dapat mengusir segala aura negatif dan mendatangkan aura positif

3. Perayaan Berjalan 1 Bulan Hingga Pelepasan Penjor

Setelah Galungan, sebulan lagi diadakan perayaan hingga dinyatakan selesai, seperti apa rangkaiannya?

  • Pemaridan Guru berlangsung pada Sabtu Pon Dungulan, 3 hari setelah Galungan. Pada hari ini dimaknai umat sebagai momentum memohon berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Guru
  • Ulihan. Dilaksanakan pada Minggu Wage Kuningan, Ulihan bermakna pulang atau kembali. Konteks ini maksudnya adalah hari kembalinya para dewata dan leluhur ke kahyangan dengan meninggalkan berkat dan anugerah panjang umur
  • Pemacekan Agung. Dilaksanakan Senin Kliwon Kuningan, Pemacekan bermakna keteguhan iman umat manusia
  • Hari Suci Kuningan. Dirayakan pada Sabtu Kliwon Kuningan. Umat memaknainya dengan cara memasang tamiang, kolem, dan endong. Tamiang adalah simbol senjata Dewa Wisnu yang menyerupai Cakra, Kolem adalah simbol senjata Dewa Mahadewa, sedangkan Endong adalah simbol kantong perbekalan Dewata dan leluhur saat berperang melawan adharma. Maknanya agar manusia selalu membentengi diri dengan iman dan hal-hal baik
  • Hari Pegat Wakan. Dilaksakanan pada Rabu Kliwon Pahang, sebulan setelah Galungan. Inilah runutan terakhir perayaan Galungan dan Kuningan. Pada hari ini, umat baru boleh mencabut penjor. Penjor tersebut dibakar dan abunya ditanam di pekarangan rumah.

Artikel Terkait: 6 Artis Kenakan Kebaya Rayakan Galungan, Anggun dan Menawan!

Ternyata dalam juga makna Hari Raya Galungan yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia.

Selamat Hari Raya Galungan ya, Parents!

Semoga selalu mendapatkan keberuntungan melimpah.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

***

Baca Juga:

270 Nama Bayi Perempuan Jawa Unik dan Rangkaiannya, Bermakna Indah!

7 Kerjaan Tertua di Indonesia, Dinasti yang Pernah Berkuasa di Tanah Air

Sejarah dan Keunikan Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala di Bulan Safar