TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Viral anak meninggal karena makan saat berenang, ini penjelasan ahli

Bacaan 3 menit
Viral anak meninggal karena makan saat berenang, ini penjelasan ahli

Apakah anak boleh makan saat berenang? Ini faktanya menurut para ahli.

Baru-baru ini, viral di media sosial tentang kisah seorang anak yang meninggal karena makan saat berenang. Menurut kabar yang beredar, anak berusia 7 tahun tersebut meninggal karena makanan yang ia makan masuk ke dalam paru-paru saat berenang. Benarkah?

Kisah anak meninggal dunia karena makan saat berenang

Dilansir dari laman Facebook Suryadiputra Liawatimena, bocah lelaki ini sedang berenang dan diberi makan sushi saat naik dari kolam renang. Setelah makan, dia kembali ke dalam kolam renang sembari mengunyah makananya.

Tak lama setelah itu, dia naik kembali dari kolam renang dan tiduran di atas kursi. Orangtuanya mengira bahwa anaknya tersebut hanya kelelahan setelah berenang.

Siapa sangka bahwa dugaannya salah, puteranya justru sudah tidak bernapas dan bernyawa. Diduga ia meninggal karena makanan tersebut masuk ke dalam paru-paru saat kembali berenang.

Suryadiputra Liawatimena pun mengingatkan pada para orangtua untuk tidak memberi makan pada anak bila dia belum selesai berenang. Menurutnya, lebih baik berikan anak makan satu jam sebelum atau setelah selesai berenang.

makan saat berenang 1

Artikel terkait: Ingin mengajari bayi berenang? Perhatikan hal-hal berikut ya!

Bahaya makan saat berenang dan sebelum berenang

makan saat berenang 1

Terkait dengan hal ini, dr Wahyuni Indawati, SpA(K), dokter spesialis anak konsultan respirologi RS Pondok Indah (RSPI) mengatakan bahwa memang tidak diperbolehkan makan sambil berenang. Pasalnya, hal ini dapat meningkatkan risiko tersedak.

“Makan sambil berenang, ya, itu nggak boleh. Pada waktu lagi makan kan dia harus koordinasi antara jalan napas sama yang untuk menelan. Karena dia lagi berenang, dia harus konsentrasi untuk napas juga. Akibatnya bisa keselek,” ujarnya dikutip dari Detik Health.

Ia kemudian menjelaskan bahwa sebenarnya makan sebelum atau sesudah berenang tidak masalah. Asalkan tidak mengunyah saat berenang.

“Makan sebelum berenang itu nggak mengganggu. Kalau dia tidak sedang dalam kondisi mengunyah, sih, nggak ada yang spesifik juga. Makan sambil berenang itu yang nggak boleh,” tegasnya lagi.

Wahyuni mengingatkan bahwa makanan yang kita konsumsi perlu waktu untuk dapat dicerna oleh tubuh. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk memberi jeda waktu berenang setelah atau sebelum makan agar lebih aman.

“Kasih jarak waktu 1-2 jam setelah makan, supaya tidak muntah juga,” sarannya.

Lebih lanjut, pakar kesehatan sekaligus ahli gizi bernama Kathryn Brown mengatakan bahwa bila kita mengisi perut hingga penuh sebelum berenang. Ada kecenderungan kita akan mengalami refluks asam lambung atau bahkan rasa mual-mual saat berenang.

Sebab saat kita baru saja mengkonsumsi makanan, perut kita yang penuh akan segera melakukan proses pencernaan makanan.

Proses ini akan memunculkan banyak sekali asam dan berbagai enzim lainnya untuk membantu kelancaran proses pencernaan ini.

Jika kita memaksakan diri untuk bergerak aktif saat berenang, maka proses pencernaan ini akan terganggu dan menimbulkan reflus asam lambung, mual-mual, hingga rasa mulas.

Aturan ini tidak hanya berlaku untuk olahraga berenang saja, tetapi jugasemua olahraga lainnya.

Oleh karena itu, Brown menyarankan agar tidak langsung berenang setelah makan. Lebih baik tunggu dua jam terlebih dahulu baru berenang.

Bila merasa lapar, lebih baik mengonsumsi makanan ringan satu jam sebelum berenang, Hindari asupan kaya serat, lemak, dan protein karena itu dapat membuat perut terasa penuh hingga sangat lama.

TAP-Web-Banner_Ask other parents

Referensi: Facebook Suryadiputra Liawatimena, Detik Health, Dokter Sehat

Baca juga

Waspada Gejala Bayi Tersedak, Ini Langkah-langkah Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Viral anak meninggal karena makan saat berenang, ini penjelasan ahli
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti