TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

"Anakku, maafkan ibumu yang harus pergi bekerja meninggalkanmu..."

Bacaan 4 menit
"Anakku, maafkan ibumu yang harus pergi bekerja meninggalkanmu..."

Jika Ibu harus bekerja membanting tulang, mohon jangan membenciku...

Langit cerah benderang hari ini.

Betapa indahnya jika Ibu bisa berada di rumah, menemanimu bermain di taman.

Rasanya sangat menyenangkan, mengajarimu bermain sepeda atau sekedar menyuapimu makan siang.

Tapi maafkan Ibu, Nak. Ibu tidak bisa.

Pagi ini ibu harus bergegas, kembali mengejar kereta. Kembali ke kerasnya Ibukota.

Maafkan ibu harus pergi bekerja.

Menitipkanmu pada nenekmu….

Memasrahkanmu kepadanya.

Nak, mohon jangan benci Ibu.

Sungguh karena tangisanmu setiap kali Ibu pamit kerja sudah cukup menyayat hati Ibu, Nak. Jangan tambah beban Ibu dengan membenciku.

Anakku, saat ini yang kamu tahu hanya Ibu tidak ada di sisimu.

Mungkin ibu melewatkan momen langkah pertamamu… Mungkin bukan Ibu orang yang mengajarimu sikat gigi sendiri.

Tapi ketahuilah Anakku, bahwa apa yang Ibu lakukan semata-mata untukmu.

Bukan Nak, ini bukan hanya soal materi.

Ibu ingin kamu belajar, bahwa menjadi seorang Ibu tidak menghentikan langkah seorang wanita dalam berkarya.

Ibu ingin kamu tahu, bahwa meskipun Ibu harus bekerja… Ibu melakukannya dengan suka cita.

Karena tidak ada Ibu yang tidak menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

Karena hujan, panas, atau macet tidak menghentikan tekad Ibu mempersiapkan bekal masa depanmu.

Jika Ibu harus bekerja membanting tulang, mohon jangan benci Ibumu.

Sesungguhnya kami hanya ingin kamu bernasib lebih baik daripada orangtuamu……

–Untuk semua Ibu bekerja di luar sana. Semangat! semua akan indah pada waktunya. – 

 

Baca juga:

8 Kalimat Menghakimi Pada Ibu Bekerja yang Sering Dilontarkan oleh Masyarakat

Menjadi ibu yang bekerja tentu sangat membutuhkan usaha yang lebih, selain usaha ibu juga pasti akan memberikan yang terbaik untuk anak anaknya. Ibu akan rela banting tulang untuk bisa membiayai anaknya hingga tumbuh dewasa dan membiarkan anak pergi ke sekolah dengan tenang. Salah satu puisi berikut menuliskan maafkan ibu karena harus bekerja dan meninggalkan seorang anak. Mari simak ulasan selengkapnya berikut.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Puisi Pamitan Untuk Ibu yang Akan Bekerja

Puisi ini diawali dengan kata maaf kepada si anak yang harus ditinggalkan oleh ibunya keluar kota untuk bekerja. Sang ibu mengatakan maaf karena harus menitipkan sang anak kepada nenek di kampung halaman. Ibunya memohon kepada sang anak untuk tidak membenci apa yang dilakukan oleh ibunya.

ini maafkan ibumu yang harus pergi bekerja meninggalkanmu

Dalam puisi tersebut si ibu meminta maaf karena ia mungkin melewatkan momen langkah awal dan momen mengajari untuk sikat gigi sendiri. Namun ibu ingin menegaskan kepada anak bahwa bukan soal materi yang dikejar, tapi soal pelajaran tentang wanita yang masih bisa berkarier dan berkarya.

Kalimat selanjutnya sang ibu berkata meskipun harus meninggalkan anak, tetapi ibu melakukanya dengan suka cita. Karena tidak ada ibu yang tidak menginginkan yang terbaik untuk anak anaknya. Meskipun hujan, panas, dan macet hal ini tidak menghentikan tekad seorang ibu mempersiapkan bekal masa depan anak.

maafkan ibumu yang harus pergi bekerja ini

Pesan Tersirat dalam Puisi Tersebut

Setelah membaca puisi tersebut, dapat diambil pelajaran yang berharga. Seorang ibu rela untuk jauh dengan anaknya agar anak memiliki masa depan yang indah dan lebih baik. Meskipun begitu, seorang ibu tetaplah seorang ibu yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak anaknya. Tentunya hal ini memerlukan pengorbanan yang lebih seperti tinggal jauh dari anak anaknya.

Secara tidak langsung puisi ini menyampaikan ketakutan jika anak akan membenci ibunya karena tidak pernah ada di sisinya. Namun perlakuan sang ibu ini seringkali disalah artikan oleh anak yang belum paham arti pentingnya biaya kehidupan yang semakin hari semakin mahal. Selain itu, puisi maafkan ibu ini merupakan salah satu harapan ibu agar anak memiliki masa depan yang lebih cerah lagi.

puisi maafkan ibumu yang harus pergi bekerja meninggalkan

Meskipun seorang ibu harus mengalami macet, panas, dan kehujanan ia akan tetap senang untuk melakukan pekerjaanya. Hal ini tentunya demi sang anak yang ada di desa yang telah dititipkan di neneknya. Jadi sebaiknya jangan membenci ibu yang memilih untuk bekerja dan meninggalkan anak di luar kota.

Membaca puisi ini tentu masih terasa haru dan sebuah tamparan bagi anak yang ditinggalkan oleh ibunya. Bukan berarti seorang ibu ingin meninggalkan anaknya dan pergi ke luar kota. Namun ibu akan memberikan yang terbaik untuk masa depan anak anaknya. Tentunya dengan harapan agar anak memiliki masa depan yang lebi cerah dan menjadi pribadi yang lebih dari pribadi orang tuanya.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Febby

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • "Anakku, maafkan ibumu yang harus pergi bekerja meninggalkanmu..."
Bagikan:
  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

  • 20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

    20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

  • 20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

    20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti