TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Legenda Putri Mandalika dari Lombok, Berkorban Demi Menghindari Pertumpahan Darah

Bacaan 4 menit
Legenda Putri Mandalika dari Lombok, Berkorban Demi Menghindari Pertumpahan Darah

Putri Mandalika dipercaya menjelma jadi ribuan cacing oleh masyarakat sekitar.

Mandalika bukan sekadar nama sebuah sirkuit di kawasan Ekonomi Khusus di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Nama tersebut rupanya mengadaptasi kearifan lokal, yakni Legenda Putri Mandalika. Legenda tersebut sangat terkait dengan tradisi masyarakat sekitar, terutama saat upacara Bau Nyale. 

Bau Nyale merupakan tradisi menangkap cacing laut yang dilakukan setiap tanggal 20 bulan 10 berdasarkan penanggalan tradisional sasak. Biasanya lima hari setelah terjadinya bulan purnama antara Februari hingga Maret. 

Cacing-cacing yang ditangkap dalam upacara Bau Nyale dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika. Diceritakan pada masa lalu, ia mengorbankan diri dengan menceburkan ke laut. 

Legenda Putri Mandalika yang Cantik Jelita 

legenda Putri Mandalika

Sumber: Unsplash

Merangkum berbagai sumber, Putri Mandalika merupakan putri kerajaan Tonjang Beru, sebuah kerajaan di wilayah Lombok. Kerajaan tersebut diperintah dengan adil sehingga rakyatnya makmur dan sejahtera. 

Mandalika memiliki paras yang sangat cantik hingga dirinya begitu termasyhur di seantero negeri. Bahkan, pangeran-pangeran dari negeri lain juga sangat mengaguminya. Tidak hanya kecantikan raganya, perilaku dan tutur katanya juga sopan. Sang putri juga gemar menolong orang lain. 

Para pemuda dan pangeran yang terpikat dengan kecantikan sang putri beramai-ramai melamarnya. Banyaknya lamaran yang masuk membuat raja menyerahkan segala keputusan kepada anaknya. Putri Mandalika bimbang, ia memutuskan bertapa untuk memohon petunjuk Yang Maha Kuasa. 

Artikel terkait : Arti Nama Mandalika untuk Buah Hati, Berasal dari Legenda Putri Raja

Menerima Seluruh Lamaran Pangeran 

Usai mendapat petunjuk, sang putri mengumpulkan para pangeran yang melamarnya untuk berkumpul di Pantai Seger, salah satu pantai di garis pantai Pulau Lombok. Para pangeran diminta datang pada tanggal 20 bulan ke 10 berdasarkan penanggalan masyarakat Sasak (suku yang mendiami pulau Lombok). 

Sesuai waktu yang ditentukan, para pangeran bahkan banyak rakyat yang ikut hadir menyaksikan momen penentuan oleh sang putri. Bahkan, mereka berkumpul pada dini hari bahkan sebelum azan subuh berkumandang. 

Putri Mandalika beserta Raja dan Ratu datang saat matahari terbit. Tuan Putri terlihat sangat cantik dan anggun dalam pakaian sutranya. Didampingi para pengawalnya, ia naik ke sebuah bukit seraya mengucapkan pidatonya. 

Intinya, ia sangat menginginkan kedamaian di seluruh negeri. Ia tidak ingin pertumpahan darah terjadi karena dirinya. Akhirnya ia memutuskan untuk menerima lamaran seluruh pangeran. Kata-katanya membuat rakyat dan para pangeran bingung dan bertanya-tanya. 

Artikel terkait : 3 Fakta Menarik Pantai Seger di Lombok, Ada Tradisi Unik yang Melegenda

Menenggelamkan Diri dan Menjelma Jadi Ribuan Cacing 

Legenda Putri Mandalika dari Lombok, Berkorban Demi Menghindari Pertumpahan Darah

Sumber: Instagram/hera096

Usai menyampaikan pidatonya, sang putri justru menceburkan dirinya ke laut. Para pengawal dan rakyat dengan sigap ikut terjun menyelamatkannya. Sayangnya, tubuh sang putri lenyap tergulung ombak. 

Tak lama muncullah hewan kecil-kecil yang menyerupai cacing yang dipercaya sebagai jelmaan sang putri. Cacing tersebut jumlahnya mencapai ribuan dan tidak akan habis meski telah berkali-kali ditangkap. 

Artikel terkait : 7 Fakta Unik Sirkuit Mandalika yang Wajib Parents Ketahui!

Legenda Putri Mandalika dan Tradisi Bau Nyale 

Legenda Putri Mandalika

Sumber: Unsplash/Suleyman Coskun

Oleh masyarakat sekitar, cacing tersebut disebut dengan Nyale, yakni cacing laut. Itulah sebabnya, di Lombok terdapat tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing. Tradisi ini Konon dilatarbelakangi oleh Legenda Putri Mandalika. 

Bau Nyale dilakukan pada tanggal 20 bulan 10 menurut penanggalan tradisional Sasak sesuai tanggal yang disebutkan oleh sang putri dalam cerita. Hati tersebut biasanya jatuh lima hari setelah bulan purnama antara Februari dan Maret. 

Meski tradisi dilakukan dengan menangkap cacing, kehadiran hewan tersebut tidak selalu bisa dipastikan. Ada banyak faktor yang menentukan, misalnya cuaca, musim, hingga kondisi lautan.  

Kepercayaan Masyarakat Sekitar

legenda putri mandalika

Sumber: Unsplash

Mengutip Laman Good News From Indonesia, masyarakat sekitar percaya bahwa nyale yang muncul merupakan bentuk janji sang putri yang menemui rakyatnya lagi pada tanggal tersebut. Mereka juga percaya bahwa nyale bisa menyuburkan sawahnya. 

Saat tradisi Bau Nyale, petani akan membawa pulang segenggam cacing yang kemudian dibersihkan dengan air hangat. Kemudian, dibungkus dengan daun kelapa seperti ketupat yang selanjutnya dipanggang hingga kering. Setelah itu, bisa diolah menjadi hidangan. 

Paling utama, masyarakat akan menyimpan air cucian nyale dan bekas pemanggang, untuk kemudian digunakan untuk menyuburkan sawah. Ini merupakan kepercayaan turun temurun yang masih lestari sampai saat ini.

Itulah cerita tentang Putri Mandalika, putri yang menenggelamkan diri ke lautan demi menghindari pertumpahan darah. Ia sadar bila menerima salah satu pinangan pangeran maka akan terjadi perselisihan dan merusak kedamaian negeri. 

***

Baca juga :

5 Fakta Rara Istiani Pawang Hujan Mandalika, Jadi Sorotan Media Dunia

Mau Nonton MotoGP Mandalika 2022? Ini Harga Tiket dan Syarat Nontonnya!

7 Fakta Unik Sirkuit Mandalika yang Wajib Parents Ketahui!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Faizah Pratama

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Edukasi Sekolah Dasar
  • /
  • Legenda Putri Mandalika dari Lombok, Berkorban Demi Menghindari Pertumpahan Darah
Bagikan:
  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti