Organ intim sering terasa gatal? Hati-hati kutu rambut kemaluan

Organ intim sering terasa gatal? Hati-hati kutu rambut kemaluan

Hati-hati, kutu juga senang tinggal di area organ intim Anda! Hiiiiii.....

Pthirus pubis atau kutu rambut kemaluan merupakan serangga parasit kecil yang bisa menempati area berambut manapun di tubuh manusia. Namun, umumnya parasit ini lebih ‘betah’ tinggal di rambut kemaluan.

Sama dengan kutu lainnya, jika pthirus pubis bersemayam di area organ intim, tentu saja akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Oleh karena itulah, menjaga kebersihan tubuh wajib dilakukan. 

Artikel terkait: Mencukur rambut kemaluan sebelum melahirkan ternyata perlu, ini alasannya

Gejala kutu rambut kemaluan

Bila Anda kerap merasa gatal berlebih di area berambut seperti rambut kemaluan ataupun ketiak, bisa jadi kutu kemaluan sedang menghisap darah melalui kulit.  Sebab begitulah cara kutu kemaluan hidup sebagai parasit di tubuh manusia.

Ciri-ciri yang paling identik ketika tubuh seseorang dihinggapi kutu kemaluan ialah rasa gatal yang luar biasa pada area kemaluan. Gatal ini akan lebih parah saat malam hari karena saat itulah kutu paling aktif.

Selain itu beberapa ciri ini mungkin dialami penderitanya:

  • Peradangan dan iritasi yang disebabkan oleh garukan
  • Bubuk hitam di pakaian Anda
  • Bintik-bintik biru atau bintik-bintik kecil darah pada kulit Anda, seperti di paha atau perut bagian bawah (disebabkan oleh gigitan kutu)
  • Gatal adalah gejala paling umum dari kutu kemaluan dan merupakan reaksi alergi terhadap air liur mereka.

Tak hanya mengincar tubuh yang memiliki rambut, nyatanya kutu kemaluan juga bisa menyebar ke area lain dengan rambut tubuh kasar, termasuk:

  • Kaki
  • Dada
  • Ketiak
  • Jenggot atau kumis
  • Bulu mata atau alis, dan ini lebih sering terjadi pada anak-anak

kutu rambut kemaluan

Penyebab kutu kemaluan

Pada umumnya, kutu kemaluan paling sering ditularkan selama aktivitas seksual. Di samping itu,  Anda juga bisa memperoleh kutu kemaluan dari seprai, selimut, handuk atau pakaian yang telah terkontaminasi.

Gigitan kutu

Gigitan kutu muncul sebagai bintik-bintik biru di atas kulit pangkal paha, paha, perut, atau area tubuh yang terkena lainnya. Ini biasanya memudar dalam sehari atau lebih.

Tetesan kecil darah atau bercak darah mungkin terlihat di kulit yang terkena dan juga menodai pakaian dalam.

Artikel terkait: Waspada Bisul di Vagina akibat infeksi, kenali penyebab dan cara mengobatinya

Apakah mungkin kita melihat kutu?

Kutu kemaluan berukuran sekitar 1 sampai 2 mm dan umumnya berwarna abu-abu kekuningan atau cokelat. Mereka sulit untuk dilihat dengan mata telanjang karena mereka tetap diam ketika dalam cahaya.

Telur-telur yang diletakkan kutu dengan kuat melekat pada pangkal rambut di atas area yang terkena. Telur kutu ini akan menetas dalam 6 hingga 10 hari.

Kulit telur putih keabu-abuan yang kosong dapat terlihat di pangkal rambut daerah yang terkena. Kulit telur mungkin terlihat seperti ketombe, tetapi tidak seperti ketombe, dan mereka tidak dapat dihilangkan dengan mudah.

Namun ini tidak menunjukkan kutu aktif karena cangkang ini dapat bertahan untuk sementara waktu sampai rambut tumbuh atau rontok dengan sendirinya.

Cara mengatasi kutu kemaluan

Kutu kemaluan dapat diobati di rumah dengan krim insektisida, lotion atau sampo. Dokter umum atau apoteker dapat memberi tahu Anda tentang perawatan mana yang harus digunakan dan bagaimana menggunakannya. 

Beberapa perawatan hanya perlu menereapkan langsung pada area yang terkena, tetapi kadang-kadang seluruh tubuh juga perlu dirawat. Perawatannya sendiri biasanya perlu diulangi 7 hari kemudian untuk menghilangkan kutu yang telah menetas selama waktu itu.

Jika perawatan tidak berhasil, Anda mungkin perlu segera memeriksanakannya kepada tenaga medis. Hal ini mungkin terjadi karena kutu kemaluan dapat mengembangkan resistensi terhadap beberapa perawatan.

Untuk mencegah infestasi kutu kemaluan, hindari kontak seksual atau berbagi tempat tidur atau pakaian dengan siapa pun yang memiliki infestasi. Jika Anda dirawat karena kutu kemaluan, semua pasangan seksual juga harus dirawat.

 

Referensi: News Medical, Mayo Clinic, NHS

Baca juga: 

Ini 5 alasan Anda tak perlu mencukur rambut kemaluan secara rutin

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner