Cegah tanda penuaan, amankah krim anti aging dipakai ibu hamil?

Cegah tanda penuaan, amankah krim anti aging dipakai ibu hamil?

Krim anti aging dimanfaatkan untuk meminimalkan tanda penuaan yang muncul, tapi apakah ibu hamil boleh memakainya?

Krim anti aging merupakan salah satu rangkaian perawatan kulit untuk melawan tanda-tanda penuaan di wajah. Lantas, mulai kapan kita bisa menggunakan jenis perawatan kulit ini?

Melansir dari laman WebMD, sejumlah penelitian menunjukkan jika seseorang yang memasuki usia 20 hingga 30 tahun harus mulai menjaga kulit dari penuaan. Tujuannya agar tanda penuaan yang akan muncul tidak terlalu parah.

“Penting untuk mencegah penyebab penuaan dari faktor lingkungan. Walaupun kerutan halus memang mulai terlihat di awal usia 30 tahun,” ujar Joshua Zeichner, MD,direktur penelitian kosmetik dan klinis dalam dermatologi di Mt. Sinai Medical Center.

krim anti aging

Artikel terkait : 5 kebiasaan sederhana ini ternyata memicu penuaan dini, Bunda perlu tahu!

Zeichner melanjutkan, pencegahan sejak dini dapat meminimalkan tanda penuaan. Seperti, pembuluh darah yang melebar, kerutan yang lebih dalam, dan hilangnya elastisitas pada akhir usia 40 hingga 50 tahun.

Parents bisa mulai memakai krim anti aging jika mulai terlihat tanda-tanda penuaan yang ada di kulit, khususnya wajah. Bisa juga melihat tanda penuaan dari bagian tubuh lainnya yang sering terpapar sinar matahari, seperti tangan dan leher.

Amankah ibu hamil memakai krim anti aging?

Cegah tanda penuaan, amankah krim anti aging dipakai ibu hamil?

Melansir dari Huffingtonpost, Perhimpunan Ahli Obstetri dan Ginekologi Kanada mencatat jika krim anti aging dapat melintasi plasenta dan memasuki aliran darah bayi. Maka, beberapa bahan umum yang sering ada dalam produk anti aging harus dihindari ibu hamil, contohnya retinoid.

Beberapa penelitian telah mengaitkan kandungan retinoid topikal dengan cacat lahir pada bayi. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui harus menghindari pemakaian anti aging yang mengandung retinoid demi keselamatan buah hati.

Selain krim anti aging, apa cara lain yang bisa diterapkan untuk cegah tanda penuaan?

Berikut ini adalah 5 kebiasaan mudah yang dapat mencegah penuaan pada kulit Bunda!

1. Pakai sunscreen

krim anti aging

Sinar ultraviolet (UV) yang terpancar dari matahari dapat merusak jaringan elastis pada kulit. Hasilnya, kulit menjadi mudah keriput sebelum waktunya.

Agar terhindar dari bahaya sinar matahari, Bunda bisa menggunakan tabir surya dengan kadar SPF minimal 15, sebelum beraktivitas di luar ruangan. Sangat disarankan untuk memakainya pada pukul 11.00 hingga 15.00, baik pada cuaca panas atau mendung.

Proteksi lebih bisa Bunda dapatkan dengan memadukan tabir surya dan pelindung kulit lainnya. Contohnya, topi bertepi lebar, payung, kacamata hitam, atau pakaian longgar yang menutupi kulit.

2. Hindari merokok dan terpapar asap rokok

Para perokok lebih cepat mengalami penuaan dini karena adanya kerusakan jaringan tubuh oleh zat-zat beracun pada rokok, dan terjadi hambatan peredaran darah ke wajah.

Hal tersebut akan mempercepat timbulnya keriput dan membuatnya terlihat lebih jelas, serta rona wajah menjadi kusam. Jadi, jika ingin awet muda lebih lama, berhentilah merokok.

Artikel terkait :5 Manfaat seledri untuk wajah, anti jerawat dan anti penuaan!

3. Selain pakai krim anti aging, harus hindari konsumsi minuman beralkohol berlebihan

Minuman alkohol terbukti dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit. Hal ini tidak berbeda jauh dengan efek merokok, yaitu karena kerusakan jaringan kulit akibat efek radikal bebas.

Alkohol juga dapat menurunkan kadar vitamin A, vitamin B3, dan vitamin C, di dalam tubuh. Ketiga vitamin tersebut merupakan antioksidan yang penting untuk regenerasi sel baru.

4. Konsumsi makanan sehat dan lakukan pola makan yang benar

krim anti aging

Makanan dengan kandungan gizi yang buruk bisa menyebabkan penuaan dini. Beberapa contoh makanan yang bisa memicu penuaan dini adalah karbohidrat olahan (misalnya roti atau pasta) dan makanan yang mengandung terlalu banyak gula.

Jenis-jenis makanan lainnya yang sebaiknya dibatasi, antara lain adalah gorengan, kue-kue manis, makanan cepat saji, dan daging berlemak. Sebaliknya, perbanyaklah konsumsi makanan yang kaya antioksidan.

Antioksidan banyak ditemukan di kacang-kacangan, anggur, macam-macam buah beri, brokoli, wortel, teh hijau, dan biji-bijian utuh.

5. Tidur cukup

Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk tidak hanya berdampak buruk untuk kesehatan, tapi juga dapat mengakibatkan penuaan dini kulit.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki gangguan tidur kronis lebih berisiko mengalami gangguan pada kulit, termasuk penuaan dini. Kebiasaan kurang tidur dapat memengaruhi penampilan seseorang sehingga terlihat kurang segar.

Itulah informasi terkait pemakaian krim anti aging yang perlu diperhatikan, termasuk bagi ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat.

Referensi : WebMd dan Huffingtonpost 

Baca juga :

Mudah dan murah! 5 Jenis masker anti aging alami ini aman untuk ibu hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner