13 Zat Kimia pada Kosmetik dan Produk Kecantikan yang Harus dihindari saat Hamil

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ingin tampil cantik saat hamil adalah hal yang wajar. Tapi usahakan sealami mungkin ya, Bunda. Karena banyak produk kosmetik dan kecantikan yang harus dihindari saat hamil.

Tidak ada salahnya untuk tetap tampil cantik selama kehamilan. Namun, Bunda harus hati-hati, karena ada beberapa zat kimia pada kosmetik yang harus dihindari saat hamil.

Zat kimia tersebut antara lain:

1. Hydroquinone

Hydroquinone di dalam kosmetik berfungsi untuk mencerahkan kulit. Biasa dikenal juga dengan nama lain seperti idrochinone, quinol, 1-4 dihydroxy benzene dan 1-4 hydroxy benzene.

Menggunakan produk yang mengandung hydroquinone saat serapan sistemik dalam tubuh berada pada tingkat 30%-45% bisa berakibat fatal pada kandungan.

Jika ada pigmen gelap yang muncul saat kehamilan, tak perlu buru-buru mencari kosmetik untuk menghilangkannya karena noda gelap tersebut sifatnya hanya sementara.

Hydroquinone biasa ditemukan pada krim pencerah kulit.

2. Retinoids

Retinoid dalam kossmetik berfungsi untuk membantu mengurangi kerutan dan meratakan warna kulit. Zat ini akan membantu percepatan pembaharuan sel dan mengurangi tingkat kerusakan kolagen.

Namun, penggunaan retinoid pada obat yang diminum telah dikaitkan sebagai salah satu penyebab adanya cacat bawaan pada bayi. Sedangkan, retinoid topikal justru disebut tidak terkait dengan komplikasi kehamilan.

Adanya perbedaan ini membuat para dokter menyarankan para ibu hamil untuk menghindari sepenuhnya. Retinoid juga biasa disebut dengan nama lain seperti Differin (adapalen), Retin-A, Renova (tretinoin), asam retinoat, Retinol, Retinyl linoleat, Retinyl palmitate, Tazorac, Tazarotene, retinaldehid, dan isotretinoin.

Zat kimia pada kosmetik yang harus dihindari saat hamil ini terdapat pada produk anti aging atau pencegah penuaan dini.

3. Glycolic acid

Zat kimia Glycolic acid adalah zat kimia yang akan berbahaya pada dosis tingkat tinggi. Zat kimia pada kosmetik yang harus dihindari saat hamil ini dilaporkan sering menjadi penyebab iritasi dan kulit terbakar terutama di bawah sinar matahari.

Glycolic acid biasa ditemukan pada cairan penyegar (skin toner) dan kosmetik pengelupas kulit.

4. Beta hydroxy acids/Salicylic acid

Zat ini biasanya berfungsi untuk membantu pengelupasan sel kulit mati dan mengurangi masalah kulit yang terbakar. Dokter menyatakan bahwa penggunaan obat minum yang mengandung zat ini dapat menyebabkan komplikasi saat kehamilan.

Sedangkan, penggunaannya pada kulit langsung tidak disarankan. Dosis yang dinyatakan aman untuk dikonsumsi hanya sebesar 2% dari dosis normal.

Beta hydroxy acids/Salicylic acid biasanya ditemukan pada peeling cream pada wajah dan tubuh, produk anti jerawat, pembersih maupun penyegar kulit, dan pengelupas kulit

5. Oxybenzone

Zat ini disebut berbahaya pada ibu hamil karena meningkatkan kemungkinan berat badan bayi yang berkurang dan terjadinya gangguan hormon. Penggunaan zat ini juga dapat meningkatkan risiko iritasi kulit..

Mencegah diri dari konsumsi oxybenzone, avobenzone dan oxtinoxate bisa jadi pilihan dan lebih baik beralih ke kosmetik yang mengandung zinc oxide dan titanium dioxide.

Komposisi kosmetik ini biasa ditemui pada produk sun screen.

6. Botox

Botox menjadi zat kimia pada kosmetik yang harus dihindari saat hamil karena dapat menyebabkan invasi pada tubuh bunda. Para ahli juga tidak menyarankan untuk melakukan suntik botox untuk menghaluskan kerutan kulit maupun prosedur lainnya pada ibu hamil karena belum ada penelitian yang menyatakan botox aman untuk janin.

Halaman selanjutnya: Hindari zat kimia pada cat kuku, perawatan rambut, dan krim anti penuaan dini.

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kehamilan