TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ibu Alami Koma 5 Tahun Paska Melahirkan, Keluarga Minta Suntik Mati

Bacaan 3 menit
Ibu Alami Koma 5 Tahun Paska Melahirkan, Keluarga Minta Suntik Mati

Keputusan dilematis harus dipilih keluarga ini. Mereka ajukan suntik Mati ke Mahkamah Agung setelah ibunya koma 5 tahun paska melahirkan anak terakhir.

Humaida mengalami koma 5 tahun setelah melahirkan anak keempatnya. Waktu koma yang berlangsung terlalu lama membuat keluarganya mengajukan fatwa suntik mati atau biasa disebut dengan suntik Euthanesia.

Awalnya ia melahirkan secara normal di Klinik Muhammadiyah pada tahun 2011. Dua jam setelah melahirkan, ia menjalani operasi steril di klinik yang sama.

Setelah operasi selesai, tubuhnya mendadak alami kejang-kejang, nafasnya mendengkur, dan kini ia sudah tidak bisa bergerak sama sekali. Satu-satunya gerakan yang bisa ia lakukan adalah membuka dan menutup mata. Ia pun dinyatakan koma.

Berbagai dokter spesialis sempat dkerahkan untuk membangunkannya dari koma. Namun, hingga kini belum ada hasil.

Suami Humaida, Muntholib adalah orang yang setia menjaganya setiap hari. Ia selalu memandikan dan menggantikan popok istrinya empat kali sehari.

Ia juga memastikan bahwa makanan cair yang dikonsumsi istrinya dapat tersalur dengan baik lewat selang yang dipasang melalui hidung, tenggorokan dan lambung. Makanan cair tersebut disuntikkan selama tiga jam sekali lewat selang.

Karena itulah, kegiatan Munthalib sehari-hari hanya menunggui istrinya di bangsal Rumah Sakit Umum Daerah Panglima Sebaya, Tana Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Ia tak dapat bekerja, hartanya pun sudah habis untuk membiayai istrinya di rumah sakit.

Januar, Anak Munthalib dan Humaida mengatakan bahwa biaya yang dihabiskan selama sebulan di rumah sakit adalah 1 juta rupiah. Biaya tersebut baginya bukanlah angka yang sedikit.

Kini, keluarganya hidup dengan bersandar pada Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). SKTM itulah yang membiayai sebagian besar biaya rumah sakit.

Ibu yang koma 5 tahun dan ayah yang menungguinya di rumah sakit membuat mereka tak mampu mengurusi anak-anaknya secara maksimal. Anak-anak yang masih kecil ia titipkan ke rumah saudara.

Anak yang dilahirkan sesaat sebelum Humaida koma kini sudah berumur 5 tahun.

Humaida koma 5 tahun, keluarganya hampir putus asa

Januar sudah berusaha untuk menghubungi dokter spesialis manapun agar koma 5 tahun yang dijalani ibunya berakhir. Namun, tampaknya semua dokter sudah angkat tangan.

Bahkan, Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan pun tak dapat berbuat banyak untuk ibunya.

Dengan bantuan dari Lembaga Bantuan Hukum Sikap Balikpapan, pada akhir Oktober ini, Januar mengajukan tuntutan ke kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta.

Ada dugaan bahwa telah terjadi kesalahan prosedur saat operasi steril berlangsung. Sekalipun, hingga kini investigasi tentang penyebab koma 5 tahun tersebut belum dilaksanakan secara serius.

Januar juga menyatakan, jika tak ada rumah sakit yang bersedia membantu ibunya bangkit dari koma 5 tahun dan tak ada dokter yang sanggup menyembuhkan ibunya, ia terpaksa mengambil jalan singkat. Yaitu suntik mati.

Keluarga telah menunggu kesembuhan Humaida selama 5 tahun. Tak ada perkembangan yang ditampakkan oleh ibunya. Bahkan, matanya yang setengah terbuka pun tak menunjukkan adanya respon komunikasi sama sekali.

Rutinitas menjagai ibunya yang sakit membuat keluarga – terutama anak-anak Humaida dan Munthalib yang masih kecil-kecil- ikut terbengkelai. Selain itu, biaya yang harus ditanggung juga terus membengkak.

Dengan berat hati, Januar berharap bahwa Mahkamah Agung mengabulkan permohonan keluarga yang mengajukan suntik mati untuk Humaida. Kecuali negara memang memberikan solusi kesembuhan pada ibunya.

Semoga ada solusi terbaik untuk ibu Humaida dan keluarga. Kami berharap, keluarganya makin dikuatkan dalam menjalani ujian ini.

 

Foto: Kompas.com
Referensi : Kompas

Baca juga :

Wanita Hamil Ini Melahirkan dalam Keadaan Koma

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Ibu Alami Koma 5 Tahun Paska Melahirkan, Keluarga Minta Suntik Mati
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti