Kisah haru Hana Chan, anak lima tahun yang mengurus rumah tangga setelah sang ibu tiada

Hana Chan, gadis kecil berusia 5 tahun ini mengurus rumah tangga dan ayahnya seorang diri setelah sang ibu tiada

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Usia lima tahun adalah saat anak belajar mengenal dunianya lewat bermain. Berbeda halnya dengan Hana Chan, di usianya yang baru lima tahun dia sudah mengurus rumah tangga dan ayahnya seorang diri. Kisah haru anak tanpa ibu di China ini menyentuh hati banyak orang.

Jika biasanya anak umur lima tahun baru belajar cara makan yang benar. Namun Hana Chan malah sudah melakukan pekerjaan rumah tangga juga memasak untuk keluarganya. Semua dilakukannya seorang diri tanpa bantuan siapapun.

Kisah haru anak tanpa ibu yang ditinggal  karena kanker

Kisah haru anak tanpa ibu Hana Chan.

Chie, ibu dari Hana menderita kanker payudara. Chie menikah dengan Shingo Yasutake dan sudah pasrah jika dia tak bisa memiliki anak. Namun ternyata, Hana Chan lahir melengkapi kebahagiaan mereka.

Chie, menulis perasaan bahagianya memiliki Hana Chan di blog pribadi:

Bertemu dengan putriku adalah sebuah keajaiban dalam hidup. Aku mencintainya sepanjang hidupku, melebihi apapun juga. 

Ketika Chie sedang menikmati kebahagiaannya menjadi seorang ibu dan istri. Kanker yang menggerogoti tubuhnya kambuh ketika Hana Chan berusia 9 bulan. Chie berjuang agar tetap bisa hidup demi Hana dan Shingo. Dia menumpahkan curahan hatinya di dalam blog.

Dia menulis:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Tak peduli apakah aku menderita kanker atau tidak, aku sudah ditakdirkan untuk meninggal lebih dulu. Tidak ada yang bisa dilakukan. Itulah mengapa aku harus pergi meninggalkan dunia tanpa penyesalan apapun. 

Hana Chan adalah anak tanpa ibu yang harus kehilangan Chie di usia yang masih balita.

Pada saat yang sama, Chie ingin agar Hana belajar sesuatu berharga darinya. Dia ingin putrinya mandiri, dan bisa melakukan hal sebanyak mungkin seorang diri. Dengan begitu ketika dirinya tiada, Hana bisa mengurus dirinya sendiri.

Hana-Chan, tahu cara memasak adalah hal penting dalam hidupmu. Aku akan mengajarimu bagaimana memegang pisau dan mengurus rumah tangga. Pendidikanmu tidak akan sempurna tanpa kemampuan bertahan hidup.  Selama kamu sehat dan mandiri, kamu bisa bertahan di mana saja. 

Itulah pesan yang ditulis Chie untuk Hana di dalam blognya. Ketika Hana berumur 4 tahun dan sudah bisa memegang pisau, Chie memberinya celemek dan mulai mengajari Hana cara memasak.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Anak tanpa ibu ini harus belajar mandiri, sejak dia masih TK.

Chie meninggal ketika Hana berusia lima tahun

Tahun 2008, menjadi kedukaan bagi Hana kecil. Sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya. Namun, warisan Chie berupa kemampuan bertahan hidup, melekat dalam diri Hana.

Di usianya yang masih sangat muda, Hana mengurus semua pekerjaan rumah tangga. Dia mengingat semua yang diajarkan sang ibu kepadanya. Sebuah resep sup miso yang diajarkan Chie adalah masakan andalan Hana.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Hana juga menulis sebuah surat menyentuh hati untuk ibunya yang telah tiada:

Aku ingin memberitahu ibu sesuatu. Sekarang aku bisa membuat bekal makan siang yang lengkap. Apakah ibu terkejut?  Aku tidak menangis lagi. Aku melakukan semuanya sebaik mungkin.

Kisah haru anak tanpa ibu yang mengurus keluarga setelah sang ibu tiada.

Rutinitas harian Hana sangatlah berbeda dengan teman-temannya. Di pagi hari, dia akan bersiap-siap, membuat sarapan, memberi makan anjing peliharaan dan mengajaknya jalan-jalan. Lalu kursus piano sebelum berangkat sekolah TK.

Pulang sekolah, Hana menyelesaikan cucian, membersihkan bak mandi, memasak makan malam untuk ayahnya. Kemudian mengerjakan PR.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Bahkan di usianya yang masih anak TK, dia telah mandiri dan mengambil tanggung jawab mengurus keluarganya.

Buku inspiratif sebagai kenangan dari ibu yang telah tiada

Shingo, ayah Hana ingin agar putrinya selalu mengingat perjuangan hidup sang ibu. Karenanya, dia mengubah postingan blog Chie menjadi sebuah buku dan menerbitkannya.

Buku itu berjudul Hana-Chan no Miso Shiru: 8 Life lessons from Yasutake family. Shingo berharap, Hana akan tumbuh menjadi wanita luar biasa seperti Chie.

Hana bersama sang ayah dan buku dari blog Chie. Anak tanpa ibu berhasil menginspirasi banyak orang.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Buku tersebut bukan hanya simbol cinta dan kasih sayang Chie terhadap putrinya. Namun juga sebuah bukti, tekad seorang ibu yang berjuang bertahan hidup selama mungkin, agar bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama anak semata wayangnya.

Buku tersebut menjadi best seller di Jepang, menjadi inspirasi banyak orang. Bahkan telah diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul sama.

Benar-benar hebat perjuangan Chie, juga hal yang ingin ia wariskan pada anaknya. Hana pun dengan besar hati menerima kepergian sang ibu. Dan menjaga agar warisannya tetap hidup walau Chie telah tiada.

Cinta Shingo pada Chie dan juga Hana, membuatnya menerbitkan buku dari blog Chie. Tujuannya agar kenangan istrinya tetap abadi, dan menjadi inspirasi bagi keluarga lain. Dan cinta seorang ibu tidak akan pernah pudar, walau kematian telah memisahkan.

Disadur dari theAsianparent Singapura

Baca juga:

Mengharukan, Gadis 8 Tahun Menjadi Donor Sumsum Tulang Bagi Ibunya

Penulis

Fitriyani