TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Mengenang Ketty Herawati Sultana, pahlawan medis yang meninggal karena COVID-19

Bacaan 4 menit
Mengenang Ketty Herawati Sultana, pahlawan medis yang meninggal karena COVID-19

Dr. Ketty Herawati Sultana, gugur setelah terinfeksi virus Corona. Anak dan rekan sejawatnya mengenang dia sebagai sosok yang menyenangkan, baik dan ulet.

Lagi-lagi, pahlawan medis harus gugur di medan perang melawan pandemi Virus Corona. Salah seorang dokter senior di Rumah Sakit Medistra di Jakarta, dr. Ketty Herawati Sultana, wafat di usia 60 tahun setelah merawat pasien dan terinfeksi COVID-19.

Dia dikenal sebagai dokter yang tak kenal lelah yang merawat siapapun tanpa memperhatikan kondisi kesehatannya sendiri. Salah satu pasien yang pernah dirawatnya adalah Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi yang dikonfirmasi positif COVID-19.

Dr. Ketty Herawati Sultana terinfeksi Virus Corona

Ketty Herawati Sultana

Foto: nytimes

Pada pertengahan Maret lalu, Menteri Budi Karya Sumadi datang ke rumah sakit dengan gejala yang dicurigai sebagai penyakit tipes. Ternyata penyakitnya itu menjadi salah satu kasus awal virus corona di Indonesia.

Saat itu dr.Ketty menjadi salah satu dari tim yang merawatnya. Sesudahnya, dr.Ketty dan beberapa anggota staf yang lain tertular virus itu sendiri, meskipun tidak pernah disebutkan pasti dari mana asal penularannya. 

“Dia meninggal pada 4 April di rumah sakit,” kata putrinya, Dr. Margareta Oktaviani. 

Artikel terkait: Seorang dokter di Medan meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona!

Dr. Ketty Herawati Sultana akhirnya wafat meninggalkan suami dan tiga anak setelah dirawat selama 7 hari di Rumah Sakit Medistra.

Semasa hidup, dia menghabiskan masa kerjanya di Rumah Sakit Medistra sebagai dokter umum. Kematiannya menjadi sorotan kekhawatiran akan risiko tenaga medis yang merawat pasien virus Corona di Indonesia, di mana peralatan pelindung diri terbatas.

Setidaknya ada 44 orang dokter, perawat dan dokter gigi di Indonesia yang telah meninggal dalam pandemi sejauh ini. Dr. Ketty adalah salah satunya.

Sosok dr. Ketty Herawati Sultana di mata anaknya

Ketty Herawati Sultana

Berasal dari Jakarta, dr. Ketty memiliki reputasi sebagai orang yang baik dan murah hati, tetapi juga keras dan ulet dalam bekerja.

“Mama akan merawat pasien manapun,” kata putrinya.

“Dia tidak akan berpikir dua kali apakah itu pasien dengan penyakit menular atau tidak. Jika orang yang sakit membutuhkan bantuan, Mama akan segera merawat pasien itu.”

Dr. Margareta, 29, mengatakan bahwa ibunya sangat memengaruhi hidupnya. Dia menjadikannya teladan dan mengikuti jejaknya menjadi seorang tenaga kesehatan.

“Aku menjadi dokter karena Mama,” katanya. “Aku melihat bagaimana Mama membantu orang lain, bagaimana dia dihormati oleh orang lain dan bagaimana dia dicintai oleh pasiennya.”

Dr. Ketty menyenangkan dan baik hati, kenang rekan sejawat

Mengenang Ketty Herawati Sultana, pahlawan medis yang meninggal karena COVID-19

Seorang teman dan sesama dokter, Anita Puspasari, menceritakan pengalamannya bekerja bersama dr. Ketty. Suatu ketika ada seorang pasien yang bingung apakah akan menjalani prosedur medis tertentu atau tidak. Dr. Ketty secara pribadi membawa pasien itu untuk mengunjungi dokter di rumah sakit lain guna mendapatkan second opinion (pendapat kedua) mengenai penyakitnya.

“Dia ingin menenangkan pikiran pasien,” kata dr. Anita. “Dia membantu semua orang.”

Artikel terkait: Banyak dokter yang gugur akibat Covid-19, dokter Reisa ungkapkan kesedihannya!

Salah satu kebiasaan dr. Ketty yang selalu diingat rekan-rekannya adalah hobi memasaknya. Dia bahkan sering membawa makanan yang telah disiapkannya di rumah ke rumah sakit untuk dibagi-bagikan kepada temannya.

“Dia meminta kami, rekan-rekannya, untuk menikmati masakannya,” kata Dr. Anita. “Dia adalah orang yang sangat menyenangkan dan baik hati. Kita semua merasakan kehilangan yang sangat besar atas wafatnya.”

Kini, dr Ketty telah telah berpulang di sisiNya bersama para pahlawan medis lainnya yang gugur selama pandemi. Selamat jalan dokter, jasamu takkan terlupakan.

Kisah perjuangan dr. Ketty ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Para pahlawan medis telah bertarung mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan orang lain. Maka sudah sepatutnya kita memperlakukan mereka dengan sepenuh hormat. Bukannya malah menjauhi atau bahkan menolak jenazahnya setelah berjuang demi orang lain.

Garda depan dalam melawan pandemi yang sesungguhnya bukanlah pada tenaga kesehatan, melainkan kita, masyarakat. Caranya adalah dengan mematuhi aturan social distancing dan pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu kita dapat menekan persebaran atau membatasi penularan COVID-19 sehingga membantu meringankan pekerjaan para tenaga medis.

Sumber: New York Times 

Baca juga:

Heboh kalung antivirus tangkal corona, dokter: "Itu hoax!"

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Mengenang Ketty Herawati Sultana, pahlawan medis yang meninggal karena COVID-19
Bagikan:
  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

  • 20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

    20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

  • 20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

    20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti