Kemampuan kognitif anak bisa meningkat dengan lakukan 3 kebiasaan ini!

lead image

Screen time atau waktu bermain gadget ternyata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan kognitif anak. Di sini, kita perlu peran orangtua untuk mencontohkannya.

Salah satu tanggung jawab orangtua yang juga paling penting adalah membangun kebiasaan baik untuk anak sebelum masa remajanya. Tahukah Anda bahwa ada tiga kebiasaan baik yang diidentifikasi oleh sebuah studi baru yang diterbitkan di Lancet Child & Adolescent Health? Kebiasaan baik ini disebut dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak Anda.

Kebiasaan baik untuk anak terkait dengan kemampuan kognitif anak yang lebih baik

Dalam studi tersebut, peneliti ingin mengamati efek dari tiga kebiasaan pada kemampuan kognitif anak selama 24 jam sehari, yaitu tidur yang cukup, olahraga, dan screen time yang dibatasi.

Mereka menggunakan The Canadian 24-Hour Movement Guidelines for Children and Youth, yang sebelumnya diterbitkan pada tahun 2016, sebagai patokan untuk studi mereka.

Secara khusus, dalam pedoman menyarankan durasi berikut pada setiap kebiasaan untuk anak usia 8 hingga 11 tahun:

  • Setidaknya satu jam olahraga,
  • Maksimum dua jam screen time untuk hiburan,
  • Antara 9 hingga 11 jam waktu tidur dalam setiap hari.

Para peneliti kemudian menganalisis 4.524 anak-anak AS berusia 8 hingga 11 tahun, sambil mempertimbangkan kebiasaan dan kemampuan kognitif anak.

Tidak mengherankan, dua pertiga dari anak-anak memiliki lebih dari dua jam screen time setiap hari. Bahkan, dari 4.524 anak-anak, hanya 5 persen dari mereka yang menjalani rutinitas sesuai dengan pedoman. Sebanyak 29 persen anak-anak bahkan tidak memenuhi satu pun pedoman.

Anak-anak ini dievaluasi melalui 4 aspek: memori, bahasa, kemampuan mereka untuk merencanakan, dan seberapa cepat mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas mental dalam tes berturut-turut.

Apa yang sudah lama ditakuti orangtua akhirnya diverifikasi secara ilmiah. Anak-anak yang terpapar lebih dari dua jam screen time setiap hari menunjukkan hasil lebih buruk daripada mereka yang lebih sedikit dan terbatas screen time-nya.

Rata-rata, anak-anak yang mengikuti panduan ini menunjukkan kinerja 4 persen lebih baik pada tugas mentalnya dibandingkan dengan mereka yang tidak mengikuti pedoman sama sekali.

Jeremy Walsh, salah satu penulis studi mengatakan bahwa, “Kami melihat bahwa waktu dua jam itu tampaknya benar-benar menjadi rekomendasi yang bagus untuk membantu kemampuan kognitif anak,”.

Artikel terkait: Usia Terbaik Memberikan Gadget Pada Anak Menurut Bill Gates

Contohkan kebiasaan baik untuk anak

Studi ini juga menemukan bahwa ketika anak-anak meningkatkan kebiasaan mereka dengan mengikuti pedoman, kemampuan kognitif mereka pun juga meningkat.

Anehnya, pola tidur atau olahraga sendiri tampaknya tidak begitu memengaruhi kemampuan kognitif mereka, hanya screen time.

Artinya, mungkin screen time dapat memengaruhi kemampuan kognitif anak dengan cara yang agak signifikan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan baik perlu ditumbuhkan sejak dini. Dengan begitu, anak-anak akan memasuki masa remaja dengan pikiran perseptif.

Namun, tantangannya terletak pada mengintegrasikan praktik-praktik ini ke dalam rutinitas harian anak Anda.

Pelatih kesehatan, Chris Freytag merekomendasikan para orangtua untuk menjadi teladan dan contoh baik sehingga anak-anak mereka akan mengikutinya. Misalnya, ketika Anda berolahraga secara rutin, anak-anak memiliki kesempatan lebih tinggi untuk meniru kebiasaan Anda.

Tidur lebih awal juga akan membantu anak-anak Anda memenuhi jumlah kebutuhan tidur yang tepat juga.

Mungkin tidak menghabiskan berjam-jam menatap layar gadget juga akan membuat anak-anak Anda ‘menerima’ ketika Anda menetapkan batasan untuk screen time.

“Anda tidak dapat meminta anak-anak Anda melakukan hal-hal yang tidak Anda lakukan. Anak-anakmu memperhatikanmu,” tegas Freytag.

 

Jadi, selalu ingat bahwa anak mencontoh orangtuanya. Jika ingin anak Anda punya kebiasaan baik, contohkan kebiasaan baik pula ya, Bun!

 

 

Dilansir dari artikel Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura
Baca juga:

Panduan Sehat Penggunaan Gadget untuk Anak di Bawah Usia 5 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.