Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Kapan Harus Waspada?

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Kapan Harus Waspada?

Apakah benjolan kecil di leher atau belakang anak yang teraba menandakan sesuatu yang berbahaya?

Parents, pernahkah melihat atau meraba benjolan kecil pada bagian leher atau belakang kepala anak? Perlu diketahui bahwa benjolan yang teraba pada anak tersebut adalah kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan.

Di dalam tubuh terdapat sekitar 600 kelenjar getah bening yang tersebar. Kelenjar tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh. Dilansir dari Admedika, jika ada kuman yang menginfeksi suatu area di dalam tubuh, maka kelenjar getah bening yang ada di sekitarnya akan membesar.

Kelenjar getah bening ini akan memproduksi zat kimia untuk membunuh kuman penyebab infeksi dan menyaring bakteri & virus di dalam tubuh yang nantinya akan dihancurkan oleh sel darah putih.

Bagian daerah leher dan belakang kepala merupakan bagian tubuh dimana pembengkakan kelenjar getah bening umum ditemukan.

Artikel terkait: Kenali Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening dan Cara Menanganinya

Faktor Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Pada Anak

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Kapan Harus Waspada?

Biasanya pembengkakan kelenjar getah bening hanya menujukkan gejala yang ringan dan cenderung tidak terdeteksi. Namun jika dibiarkan, pembengkakan ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman seperti nyeri.

Terkadang jika bengkak muncul di leher, anak pun bisa mengalami sesak napas, sulit bicara, dan susah menelan. Sedangkan apabila benjolan muncul di selangkangan, anak bisa merasa sakit ketika membungkuk, bahkan berisiko sulit berjalan.

Pembengkakan kelenjar getah bening pada anak biasanya disebabkan oleh suatu infeksi atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Pilek atau Flu
  • Infeksi pada telinga
  • Sinusitis
  • Infeksi gigi
  • Sakit tenggorokan

Dilansir dari Halodoc, beberapa jenis obat seperti obat antikejang, antibiotik, atau antimalaria juga bisa menyebabkan pembengkakan.

Pada beberapa kasus, kelenjar getah bening pada anak yang membengkak adalah tanda penyakit serius seperti gangguan sistem kekebalan tubuh, penyakit lupus, tumor, dan kanker.

Berbeda dengan pembengkakan karena infeksi, kanker gelenjar getah bening seperti limfoma Hodgkin atau Non-Hodgkin tidak menimbulkan rasa sakit dan terasa keras saat disentuh, mengutip dari Alodokter.

Pengidap kanker limfoma pun akan merasa lemas, demam, gatal-gatal, sulit bernapas, dan berat badannya menurun.

Pada dasarnya kanker atau infeksi kelenjar getah bening ini cenderung mirip dan sulit untuk dibedakan sehingga sebaiknya langsung menemui dokter.

Artikel terkait: 3 Jenis Benjolan di Payudara yang Tidak Berbahaya, Kenali Tanda-Tandanya!

Gejala Berbahaya yang Harus Diwaspadai

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Kapan Harus Waspada?

Parents tidak perlu panik jika terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening anak. Jika besar benjolan yang teraba kurang dari 0,5cm, tidak terasa sakit saat dipegang, dan bisa digerakkan atau berpindah-pindah, maka masih bisa dianggap normal.

Biasanya jika penyakit yang menyebabkan kelenjar getah bening membengkak sudah sembuh, maka pembengkakan pun akan sembuh sendiri dalam waktu 2 hingga 3 minggu.

Jika pembengkakan kelenjar getah bening tidak kunjung reda, bisa jadi menandakan adanya penyakit lainnya.

Segeralah bawa anak ke dokter jika mengalami kondisi seperti ini:

  • Benjolan muncul secara tiba-tiba dan membesar
  • Benjolan terasa keras dan tidak berpindah-pindah
  • Ukuran benjolan besar (lebih dari 4cm)
  • Bertambah benjolan lainnya secara bergerombol
  • Ada rasa nyeri ketika diraba
  • Muncul nanah atau darah
  • Kulit di sekitar pembengkakan berubah menjadi ungu atau kemerahan
  • Keringat dingin, sakit perut, demam tinggi

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Kapan Harus Waspada?

Waspada pula jika benjolan yang terletak di leher disertai dengan demam, ruam, dan kemerahan pada telapak kaki, bibir, serta lidah.

Gejala tersebut bisa jadi gejala penyakit Kawasaki yang dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Penyakit Kawasaki umumnya diderita oleh anak di bawah usia 5 tahun.

Untuk menemukan penyebab pastinya, biasanya dokter akan melakukan Ronsen, USG atau CT Scan. Barulah diberikan penanganan yang tepat untuk mengatasi pembengkakan tersebut

Apabila ternyata pembengkakan disebabkan oleh infeksi, maka akan diberikan obat antivirus atau antibiotik. Namun apabila pembengkakan tersebut disebabkan oleh tumor atau kanker, maka Parents perlu mempertimbangkan pengangkatan tumor atau kemoterapi.

Pembengkakan kelenjar getah bening pada anak memang pada umumnya tidak berbahaya, tapi tetap awasi dan amati kondisi si kecil. Berbeda gejala dan penyebab pembengkakan tersebut akan berbeda pula penanganan yang diberikan sehingga tidak perlu ragu untuk berkonsultasi kepada spesialis anak.

Baca Juga:

10 Penyakit Pada Anak yang Paling Sering Menular

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner