Anak Kejang Akibat Terlalu Lama Main Gadget, Saatnya Orangtua Waspada!

Seorang anak menderita kejang dan kelumpuhan sementara akibat terlalu lama main gadget. Peringatan untuk orangtua agar membatasi penggunaan gadget anaknya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Maricon Molvizar Collamar, seorang ibu asal Filipina berbagi pengalaman mengerikan tentang kesehatan anaknya. Lewat sebuah status Facebook, ia berbagi kisah bahwa anaknya mengalami kejang setelah terlalu lama main gadget.

Bahkan, dokter juga mengatakan kalau anaknya, Mikayla, juga sempat mengalami kelumpuhan sementara. Sebabnya juga masih sama, terlalu lama main gadget.

Dampak terlalu lama main gadget

Kejadian bermula sekitar pukul 10.30-11.30 waktu Filipina pada 27 Juni lalu. Tiba-tiba saja Mikayla berteriak memanggil namanya.

Ia pikir anaknya berteriak karena melihat kecoak seperti biasanya. Namun, saat ia menghampiri anaknya, Mikayla sudah di lantai dan kejang-kejang.

Ia mengira bahwa anaknya terjatuh dari lantai kamar mandi maupun sebab lainnya. Namun, ia tak menemukan tanda-tanda bahwa anaknya terjatuh.

“Saat mendudukkannya di kasur, Mikayla bilang, ‘Ma, aku tidak bisa mengerakkan tangan kiriku,’ sehingga membuatku begitu khawatir,” ucapnya.

Kemudian ia meminta Mikayla untuk mengerakkan jemarinya. Namun ia tak mampu melakukannya sama sekali.

“Mikayla bercerita bahwa ia hanya memainkan antingnya, dan tiba-tiba saja ia pusing sekali dan mulai kejang. Ia juga tak dapat menggerakkan tangannya,” tulisnya di status Facebook tersebut.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Dengan sigap, ia membawa anaknya ke rumah sakit untuk CT Scan, MRI, dan EEG. Semua pemeriksaan itu untuk menganalisa otaknya guna mencari penyebab dari kejang yang baru saja dialami Mikayla.

Berdasarkan pemeriksaan ahli saraf anak, Mikayla mengidap fokus kejang yang disebabkan oleh terlalu lama bermain gadget. Maricon memang mengakui bahwa anaknya memang menggunakan gadget terus selama liburan mulai dari Ipad dan menonton televisi.

Sebagai seorang pengusaha, ia harus menyelesaikan pekerjaan sambil mengasuh anak. Jadi, ia memang mengizinkan anaknya untuk bermain gadget sepuasnya.

Ia menyadari bahwa dirinyalah orang yang paling pantas disalahkan dalam hal ini. Karena ia memang sengaja membuat anaknya sibuk dengan gadget agar semua pekerjaannya bisa selesai.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Selain meminum beberapa resep obat, Mikayla juga dibatasi penggunaan gadgetnya. Kini, dosis penggunaan gadget yang diizinkan oleh dokter hanyalah 2 jam sehari.

Apa yang terjadi pada Mikayla bisa jadi pelajaran penting untuk mulai membatasi gadget anak. Karena sesungguhnya, kesehatan anak lebih mahal daripada apapun di dunia ini.

 

Baca juga:

Anak Speech Delay Sampai Usia 4 Tahun, Ayah ini Tetap Optimis

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

 

Semakin berkembangnya zaman membuat banyak orang saat ini yang telah terbiasa beraktivitas dengan gadget. Tak hanya orang dewasa saja, anak kecil saat ini juga dapat memakai gadget. Namun penggunaan gadget yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan. Seperti seorang anak di Filipina yang mengalami kejang karena terlalu lama main gadget.

Anak Kejang Akibat Bermain dengan Gadget

Kejadian ini menimpa seorang anak dari negara Filipina. Cerita yang diungkapkan sang ibu di postingan Facebook terkait hal ini juga banyak menarik perhatian dari para orang tua. Ibu sang anak tersebut diketahui bernama Maricon Molvizar Collamar. Ia membagikan kisah buah hatinya yang mengalami kejang karena bermain dengan gadget dalam waktu yang cukup lama.

Kejadian ini bermula pada tanggal 27 yang lalu pada pukul 10.30 hingga 11.30 waktu Filipina. Sang anak dari Maricon bernama Mikayla berteriak memanggil ibunya. Ia mengalami kejang kejang dan telah berada di lantai. Sontak saja sang ibu langsung mendudukkan anaknya. Mikayla sendiri diketahui tidak dapat menggerakkan tangan kirinya pada saat kejadian tersebut.

Si gadis kecil tersebut juga berucap bahwa sebelumnya ia hanya bermain anting lalu tiba tiba merasakan pusing dan kejang. Ia pun juga diketahui mengalami kelumpuhan sementara. Langsung saja sang ibu membawa putri kecilnya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Rangkaian pemeriksaan seperti CT Scan, EEG, dan MRI langsung dilakukan pada Mikayla.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sikap Orang Tua Terkait Penggunaan Gadget pada Anak

Setelah melewati rangkaian prosedur pemeriksaan, hasil yang dinantikan pun akhirnya muncul. Dokter yang menanganinya juga mengungkapkan bahwa anak perempuan tersebut mengidap fokus kejang. Hal tersebutlah yang menyebabkan si buah hati mengalami kejang kejang dan juga kelumpuhan sementara. Penyebab dari hal itu juga diketahui berasal dari terlalu lama main gadget.

Tentu saja hal ini menjadi sebuah peringatan bagi sang ibu. Ibunda dari Mikayla sendiri merupakan seorang pengusaha yang memiliki rutinitas yang padat. Hal tersebutlah yang membuatnya membiarkan anaknya bermain dengan gadget. Sebagai seorang ibu, tentu saja Maricon merasa bersalah. Karena selama ini, dialah yang membiarkan anaknya terus bermain dengan gadget agar semua pekerjaannya selesai.

Untuk mengatasi fokus kejang yang dialami Mikayla, si gadis kecil tersebut harus meminum obat dari dokter. Ia juga harus dibatasi dalam masalah penggunaan gadget. Dokter yang menangani putri dari Maricon ini hanya mengijinkan penggunaan gadget selama 2 jam saja dalam sehari. Hal ini juga sekaligus sebagai bahan pembelajaran sang ibu dalam mengasuh dan mendidik anaknya.

Kejadian yang dialami Mikayla tersebut menjadi perhatian dari berbagai pihak. Terlebih para orang tua yang memiliki anak kecil. Dari kejang yang dialami Mikayla, dapat diambil pelajaran bahwa penggunaan gadget yang berlebihan tidaklah baik bagi anak anak. Memang biasanya anak akan diam dan tenang, akan tetapi gadget juga tidak baik bagi kesehatan mereka.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Penulis

Syahar Banu