TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Kegiatan Sederhana Penuh Makna

Bacaan 2 menit
Kegiatan Sederhana Penuh Makna

Setiap kegiatan yang kita habiskan bersama orang terkasih pun menjadi penuh makna.

Menikah dan memiliki keluarga merupakan sebuah pilihan yang kita ambil secara pribadi bukan paksaan dari pihak manapun. Banyak yang sudah berencana mau dibawa kemana pernikahan ini dan apa yang akan dilakukan setelah menikah nanti.

Demikian juga dengan saya. Ketika saya akan menikah, saya memutuskan untuk resign dan menjadi IRT ikut merantau bersama suami. Saya sadar keputusan itu adalah keputusan besar dimana sebelumnya saya mendapatkan tawaran untuk jenjang karir berikutnya. Namun, di sisi lain saya pun saya sangat bahagia, mungkin karena sebelumnya saya dan suami 4 tahun menjalani hubungan jarak jauh. Saya sudah memiliki gambaran apa saja yang akan dilakukan bersama keluarga, terlebih ketika sudah memiliki anak.

Tak butuh waktu lama, setelah menikah saya langsung diberi kepercayaan untuk hamil, mungkin Tuhan tahu kami sudah bersama 7 tahun dan itu waktu yang cukup untuk saling memahami. Saat hamil, saya sudah memiliki rencana ketika anak lahir nanti akan jalan-jalan kemana saja. List-list tempat pun sudah ada dipikiran dan imajinasi saya. Mulai ke tempat makan hits sampai dengan tempat wisata yang ada di kota tempat kami merantau ini. Maklum anak rantau, yang dipikirkan pertama pasti jalan-jalan, terlebih belum pernah ke kota ini sebelumnya. Membayangkan saja sudah membuat senyum-senyum sendiri. “Akan menjadi kegiatan yang seru untuk kami sekeluarga,” pikirku saat itu.

Namun ketika anak lahir, saya tersadar bahwa saya tidak lagi seperti dulu dimana saya bebas pergi kemanapun yang diinginkan. “Naluri seorang ibu” keluar bersamaan dengan lahirnya anak. Terlebih panemi yang tidak kunjung usai. Tempat-tempat yang sudah dibayangkan sebelumnya pun semakin banyak yang keluar dari list karena saya merasa tidak baik dan tidak cocok untuk membawa anak diumur yang masih balita, alhasil tidak ada satupun tempat yang tersisa dipikiran dan lebih memilih untuk di rumah saja menikmati waktu bersama dengan suami dan anak. Walaupun pergi hanya keliling-keliling cari cemilan sambil mengobrol dengan suami dan memperkenalkan lingkungan ke anak.

Sederhana, tapi bermakna. Mengapa?

Ketika sudah memiliki anak saya sadar betapa waktu sangat berharga dan berlalu begitu cepat. Semakin bertambahnya hari semakin saya mengerti, deep talk dengan suami itu sangat penting, karena kita bukan lagi pacaran yang harus minta untuk dimengerti tanpa berucap, namun dalam berumah tangga komunikasilah pondasi utama. Terlebih ketika sudah memiliki anak dimana waktu banyak tersita untuk anak. Bermain bersama anak di rumah dan melihat sejauh mana tumbuh kembanganya pun bagi saya merupakan aktivitas yang menyenangkan karena saya sadar seberapa cepat anak itu tumbuh dan berkembang. Serta tentu saja, waktu tidak dapat diulang.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

sherly putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Kisah Nyata Seputar Gaya Hidup
  • /
  • Kegiatan Sederhana Penuh Makna
Bagikan:
  • "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

    "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

  • Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

    Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

  • "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

    "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

  • "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

    "Aku dan Suami Sibuk Kerja, Kehilangan Masa Emas Anak, Kuputuskan jadi Ibu Rumah Tangga"

  • Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

    Mendahulukan Diri Sendiri sebelum Anak dan Suami Bukanlah Egois

  • "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

    "Suami Selingkuh saat Aku Hamil, Hampir Bunuh Diri, Tetap Hidup demi Anak"

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti