Tak Kalah Penting, Ini Cara Kembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak

Demi masa depan si kecil, tentu hanya yang terbaiklah yang Bunda siapkan untuknya. Selain memastikan pertumbuhan fisiknya optimal, Bunda juga akan pastikan perkembangan kognitifnya sempurna. Ya, dengan kecerdasan otak yang prima, Bunda yakin masa depan cerah akan terbentang untuk si kecil.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Tapi, tahukah Bunda, kecerdasan otak sangat penting diimbangi dengan kecerdasan interpersonal. Kecerdasan interpersonal sendiri diartikan sebagai kemampuan anak untuk menilai dan memahami kebutuhan orang lain, serta bertindak sesuai dengan situasi yang dihadapinya.

Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal umumnya akan mempunyai kemampuan menilai dan memahami kebutuhan orang lain, serta bertindak sesuai dengan situasi yang dihadapinya.

Cara Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak

Kecerdasan interpersonal dibutuhkan si kecil seiring ia tumbuh besar dan lepas dari ketergantungan orangtuanya, misalnya ketika anak sudah mulai bersekolah dan bersosialisasi. Anak dengan kecerdasan interpersonal yang baik tak akan kesulitan ketika ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru, seperti berkenalan dengan teman baru di sekolah, beradaptasi dengan gurunya, atau orang lain yang ia temui di luar lingkungan rumah.

Itu sebabnya, sangat penting bagi Bunda untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal si kecil sejak dini. Anak dengan kecerdasan interpersonal yang baik umumnya tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan. Selain mudah beradaptasi, si kecil juga akan memiliki empati yang tinggi, kecakapan berkomunikasi yang baik, serta kemampuan untuk bekerja sama dengan teman-temannya.

Nah, inilah beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal si kecil:

1. Pertajam empati, bisa dimulai dari mengajarinya hal-hal sederhana ini

Insting iba dan ingin menolong sesama sesungguhnya dimiliki oleh setiap manusia. Hanya saja, untuk mempertajam hal itu, dibutuhkan dorongan dan bantuan Bunda. Langkah awal yang bisa Bunda lakukan adalah dengan memberi contoh menolong sesama.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kemudian, ajak si kecil untuk melakukan hal yang sama. Hal ini bisa dimulai dengan memberi bantuan kepada temannya yang terjatuh ketika bermain, kehilangan alat tulis di sekolah, atau menangis karena bertengkar dengan teman lainnya.Ya, mulailah dari hal-hal sederhana yang dilihat si kecil sehari-hari.

2. Boleh berbeda, tapi ajari si kecil untuk tidak membeda-bedakan

Perkenalkan si kecil pada perbedaan sejak dini, misal perbedaan fisik, perbedaan agama, hingga perbedaan kelas sosial. Kemudian, berikan pemahaman padanya bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk membeda-membedakan sikap kita kepada teman, karena pada dasarnya semua adalah ciptaan Tuhan. Jadi, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci dan bermusuhan.

3. Sedih dan kecewa, si kecil tak perlu ragu mengekspresikannya

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sedih, senang, atau kecewa, semua itu adalah perasaan yang wajar dialami semua orang. Anak-anak mungkin sedikit sulit mengekspresikan perasaan mereka dengan baik.

Cobalah biasakan untuk menanyakan perasaan anak setiap ada waktu. Misalnya, saat ia pulang bermain, pulang sekolah, atau setelah jalan-jalan. Perlahan, kebiasaan ini akan mengasah kepekaan sosialnya terhadap teman-teman di sekitarnya.

4. Boleh marah, tapi harus tahu cara mengelola emosi yang baik

 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Si kecil tentu butuh latihan agar ia bisa mengelola emosinya dengan baik, baik saat ia marah, kecewa, atau bingung. Tak sedikit dari mereka yang mengekspresikan kesedihan dengan berteriak dan meraung-raung, atau mengekspresikan kegembiraan dengan memukul-mukul.

Nah, tugas Bundalah untuk mengarahkan si kecil agar ia bisa mengekspresikan perasaannya dengan cara yang baik. Boleh menangis saat sedih, tapi tidak boleh mengganggu. Boleh bergembira, namun tidak menyakiti. Ketika anak terlatih mengelola emosi, itu artinya ia berhasil menjaga hubungan baiknya dengan setiap orang, termasuk teman-temannya.

5. Tak over pede, agar si kecil tetap jadi anak yang rendah hati

Dibandingkan meningkatkan kepercayaan diri, jauh lebih sulit menjaga kadar kepercayaan diri anak agar tepat sesuai porsinya. Si kecil dengan kecerdasan interpersonal biasanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi. 

Nah, tugas Bunda adalah menjaga agar si kecil mampu menggunakan kelebihannya itu di jalur yang tepat, misal menjadi ‘pemimpin’ yang baik di antara teman-temannya alih-alih menjadi bossy, atau menjadi penolong bagi teman-temannya yang pemalu, dikucilkan, atau rendah diri. Anak dengan kepercayaan diri tinggi ini biasanya mampu memberi pengaruh positif pada lingkungannya.

Setelah mengenal lebih jauh tentang kecerdasan interpersonal, pastikan Bunda melakukan berbagai persiapan untuk memastikan si kecil siap menghadapi masa depan. Selain persiapan kognitif dengan memberi si kecil akses ke pendidikan terbaik, persiapan nutrisi juga tak kalah penting. Bunda bisa berikan multivitamin yang mengandung minyak ikan untuk perkembangan kecerdasannya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Untuk kecerdasan otak maupun kecerdasan interpersonal, Bunda bisa memilih Cerebrofort Marine Gummy. Vitamin berbentuk gummy untuk anak ini memiliki tekstur kenyal berbentuk ikan yang mengandung DHA dan EPA.

Kandungan minyak ikannya memiliki kadar asam lemak Omega-3 yang mampu menstimulasi kecerdasan si kecil. Kini Bunda bisa tenang, karena ada Cerebrofort Marine Gummy yang akan menemani Bunda dalam menjaga kesehatan dan kecerdasan #AnakMasaDepan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Penulis

atikha