TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Unik, Manusia Berdandan Sebagai Kerbau dalam Tradisi Kebo-keboan

Bacaan 5 menit
Unik, Manusia Berdandan Sebagai Kerbau dalam Tradisi Kebo-keboan

Tradisi Kebo-keboan dari Banyuwangi, dilakukan oleh manusia yang berdandan seperti kerbau.

Kebo, bahasa tidak baku dari kerbau, adalah nama sebuah hewan yang pastinya sudah diketahui banyak orang. Namun, apakah Parents tahu ada sebuah tradisi di Indonesia, tepatnya di Banyuwangi, bernama Kebo-keboan?

Sudah sejak lama masyarakat Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, menyelenggarakan upacara Kebo-keboan setiap setahun sekali. Tradisi biasanya dilakukan di hari Minggu antara tanggal 1-10 bulan Sura.

Hari Minggu dipilih karena ini adalah hari saat seluruh masyarakat tidak bekerja, sedangkan pemilihan bulan Sura alasannya karena masyarakat Jawa percaya bulan ini merupakan bulan yang keramat.

kebo-keboan

Sumber: Instagram @bwitoday

Tujuan dilakukannya tradisi Kebo-keboan adalah untuk wujud rasa syukur masyarakat Suku Osing terhadap hasil panen yang diterima. Selain itu, Kebo-keboan juga berfungsi sebagai upacara pembersihan desa agar masyarakat terhindar dari bahaya.

Saking menariknya upacara tradisi ini, Kebo-keboan selalu menjadi tontonan bagi sebagian orang yang berada di Jawa Timur, bahkan para wisatawan dari dalam dan luar negeri. Berikut adalah fakta mengenai tradisi Kebo-keboan yang mungkin belum Parents tahu.

Artikel terkait: Asal Usul, Sejarah, dan Makna Ogoh Ogoh, Ritual Nyepi Khas Bali

5 Fakta Menarik Tradisi Kebo-keboan dari Banyuwangi

1. Bukan Menggunakan Kerbau Sungguhan

Nama Kebo-keboan sendiri diambil dari bahasa daerah setempat yang berarti kerbau tiruan atau jadi-jadian. Mengapa hewan ini yang dipilih sebagai simbol? Karena kerbau dekat dengan kegiatan petani di sawah dan sudah dianggap sebagai “teman” oleh para petani dalam membajak sawah.

kebo-keboan

Sumber: Instagram @nilre.raharjo

Nah, karena namanya Kebo-keboan atau kerbau jadi-jadian, itu artinya yang diikutsertakan dalam tradisi ini bukan kerbau sungguhan, melainkan manusia yang didandani persis seperti kerbau. Namun, dari sekian banyak peserta, hanya yang bertubuh besar yang akan dipilih untuk memerankan kerbau.

Mereka semua didandani agar mirip dengan kerbau, lengkap dengan tanduk dan lonceng di lehernya. Nah, untuk membuat warna kulit orang yang menjadi kerbau menjadi mirip dengan kulit kerbau aslinya, seluruh tubuh mereka diolesi dengan cairan oli dan arang agar terlihat hitam. Selain itu mereka juga akan bertingkah laku seperti kerbau yang sedang berada di sawah bersama petani selama upacara.

2. Awal Mula Tradisi Kebo-keboan karena Adanya Wabah

Diceritakan dari berbagai sumber, zaman dahulu terjadi wabah penyakit yang menyerang manusia dan tanaman di Desa Alasmalang. Tidak diketahui pasti wabah apa itu. Namun saking parahnya, penyakit misterius tersebut sampai membuat membuat sejumlah warga kelaparan bahkan hingga meninggal dunia.

Untuk memohon petunjuk dan kesembuhan terkait dengan wabah tersebut, seorang sesepuh desa bernama Mbah Kanti kemudian pergi ke bukit untuk melakukan semedi. Dari semedi itulah Mbah Kanti mendapatkan wangsit supaya warga Desa Alasmalang melakukan ritual adat selamatan desa.

kebo-keboan

Sumber: Instagram @dwphotography86

Secara spesifik, wangsit yang didapat Mbah Kanti menyebut bahwa warga harus mengadakan ritual Kebo-keboan dan mengagungkan Dewi Sri sebagai simbol kemakmuran dan keselamatan. Ajaibnya, setelah ritual adat itu dilakukan, penyakit yang menyerang warga dan hama yang menyerang tanaman warga di sawah langsung menghilang.

Sejak itulah tradisi Kebo-keboan rutin digelar setiap tahun. Masyarakat Desa Alasmalang percaya, ritual inilah yang selama ini melindungi mereka dari ancaman penyakit manusia dan tanaman.

Artikel terkait: Tata Cara Siraman Pengantin Jawa, Ritualnya Penuh Makna Mendalam

3. Persiapan Dilakukan Seminggu Sebelum Upacara

Karena termasuk upacara besar, persiapan sebelum melakukan Kebo-keboan bahkan sudah dimulai seminggu sebelumnya, yaitu diawali dengan kegiatan membersihkan lingkungan dusun dan rumah semua warga desa.

Sehari sebelum tradisi Kebo-keboan dilakukan, ibu-ibu berkumpul untuk menyiapkan sejumlah sesaji. Mulai dari tumpeng, kinang ayu, air kendi, ingkung ayam, aneka jenang, dan lain sebagainya. Selain untuk keperluan selamatan, sesaji tersebut juga akan ditempatkan di setiap sudut perempatan jalan di Dusun Krajan.

Unik, Manusia Berdandan Sebagai Kerbau dalam Tradisi Kebo-keboan

Sumber: Instagram @pindle.indonesia

Selain itu, yang juga dipersiapkan oleh para ibu ini adalah perlengkapan upacara seperti pacul, pitung tawar, beras, pisang, kepala, bibit tanaman padi, singkal, pera, dan sejenisnya. 

Malam hari menjelang upacara, barulah giliran para pemuda dusun yang bertugas. Mereka menyiapkan palawija, tebu, ketela pohon, dan lain-lain, yang akan ditanam di sepanjang jalan Dusun Krajan. Di samping itu, mereka juga harus menyiapkan bendungan yang berfungsi untuk mengairi tanaman yang baru ditanam.

4. Tahapan dalam Upacara Tradisi Kebo-keboan

Dimulai pukul 08.00 WIB, upacara dimulai dengan doa dan makan tumpeng bersama. Jumlah tumpeng yang disediakan ada 12 buah, melambangkan perputaran kehidupan manusia, 12 jam siang dan 12 jam malam.

Cerita mitra kami
Mengobati Puting Luka Karena Gigitan Bayi: Masalah Menyusui yang Umum Terjadi
Mengobati Puting Luka Karena Gigitan Bayi: Masalah Menyusui yang Umum Terjadi
Ingin modis dan praktis saat menyusui? 5 barang ini wajib Bunda miliki
Ingin modis dan praktis saat menyusui? 5 barang ini wajib Bunda miliki
Bunda, Yuk Bantu Cegah Alergi Si Kecil dengan Optimalkan Nutrisinya
Bunda, Yuk Bantu Cegah Alergi Si Kecil dengan Optimalkan Nutrisinya
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Unik, Manusia Berdandan Sebagai Kerbau dalam Tradisi Kebo-keboan

Sumber: Instagram @genpibanyuwangi

Setelah itu, barulah dilakukan acara puncak yang disebut ider bumi. Kebo-keboan dan para peserta upacara arak-arakan mengelilingi Dusun Krajan. Di barisan paling depan selain Kebo-keboan, terdapat juga seorang perempuan yang melambangkan Dewi Sri, yang membawa benih padi. Di belakangnya, mengikuti sesepuh desa, tokoh masyarakat, perangkat dusun, pemain hadrah, pemain barong, dan warga dusun.

Sebelum menuju ke tujuan akhir yaitu sawah warga, seluruh peserta menuju bendungan terlebih dahulu. Mereka menyaksikan petugas pintu air membuka bendungan dan air mengalir mengairi tanaman-tanaman yang sudah ditanam warga di sepanjang jalan dusun.

Artikel terkait: 5 Ritual atau Tradisi Kehamilan di Berbagai Daerah Indonesia

5. Kebo-keboan Juga Dilakukan di Desa Lain

Selain di Desa Alasmalang, tradisi Kebo-keboan ternyata juga dilakukan di daerah Banyuwangi lainnya, yaitu Desa Aliyan, Rogojampi. Meskipun namanya sama, tetapi ada sedikit perbedaan dalam ritual yang mereka lakukan. Seperti ini tahapan Kebo-keboan di sana.

Unik, Manusia Berdandan Sebagai Kerbau dalam Tradisi Kebo-keboan

Sumber: Instagram @visitbanyuwangi

  • Pertama tahap persiapan, yaitu pemasangan umbul-umbul di sepanjang jalan desa.
  • Kedua adalah tahap membuat kubangan yang lokasinya disesuaikan rute arak-arakan manusia kerbau. Kubangan melambangkan tempat persemaian padi yang akan menghasilkan butir-butir beras
  • Ketiga yakni membuat gunungan hasil bumi. Gunungan ini berisi buah-buahan dan hasil bumi lain perlambang kesejahteraan
  • Keempat, dilakukannya tahapan ider bumi yaitu mengarak manusia kerbau ke seluruh penjuru desa
  • Kelima atau tahap penutup disebut ngurit, yaitu seorang tokoh berperan sebagai Dewi Sri memberikan benih padi kepada ketua adat. Oleh ketua adat, benih itu lantas diberikan kepada para petani untuk ditanam.
Unik, Manusia Berdandan Sebagai Kerbau dalam Tradisi Kebo-keboan

Sumber: Instagram @visitbanyuwangi

Itu tadi fakta-fakta menarik tentang ritual Kebo-keboan. Jika Parents berkesempatan mengunjungi Banyuwangi atau berencana untuk berwisata ke sana, mungkin bisa disesuaikan dengan waktu pelaksanaan tradisi ini agar bisa menyaksikan langsung uniknya upacara Kebo-keboan.

Baca juga:

Tradisi Bau Nyale, Tradisi Unik Mencari Putri Mandalika di Lombok

Mengenal Sangjit, Tradisi Seserahan ala Tionghoa yang Sarat Makna

13 Tradisi Pernikahan India yang penuh Rtual dan Mitos yang Dipercaya

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

elgawindasari

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Warisan Budaya
  • /
  • Unik, Manusia Berdandan Sebagai Kerbau dalam Tradisi Kebo-keboan
Bagikan:
  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti