TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Gara-gara KB IUD Berpindah Tempat, Ibu Ini Mengalami Kencing Berdarah

Bacaan 4 menit
Gara-gara KB IUD Berpindah Tempat, Ibu Ini Mengalami Kencing Berdarah

Seorang ibu di Cina mengeluh kencingnya berdarah. Setelah diperiksa, dokter menemukan penyebabnya adalah KB IUD berpindah tempat ke kandung kemih.

Pernah mendengar cerita tentang IUD berpindah tempat?

Alat KB IUD (Intrauterine Device), adalah salah satu alat kontrasepsi yang sering dipakai. Efektif mencegah kehamilan hingga 3 tahun, tanpa harus bolak balik ke dokter.

Tetapi di sisi lain, alat ini juga memiliki efek samping. Jika KB IUD berpindah tempat, bisa menimbulkan bahaya.

Alat KB berbentuk seperti huruf T ini, dipasang di dalam rahim perempuan, untuk mencegah kehamilan jangka panjang. Dan bisa dilepas jika ingin punya anak lagi.

Tetapi, meski alat ini sudah banyak digunakan dan dianggap aman, dia tetap memiliki risiko tersendiri. Salah satunya, apabila IUD berpindah tempat yang bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Kisah Ibu Mengalami Kencing Berdarah karena KB IUD Berpindah Tempat

IUD berpindah tempat

Alat KB IUD jika berpindah tempat bisa menimbulkan bahaya.

Hal ini dialami oleh seorang ibu berusia 26 tahun dari Cina. Dia mengeluh mengalami sakit perut sejak 5 tahun terakhir.

Ketika dokter memeriksa penyebabnya, ternyata KB IUD berpindah tempat dari seharusnya ada di rahim malah ada di kandung kemih. Hal ini menimbulkan masalah di saluran kencing.

Setelah diselidiki, ibu ini menanam KB IUD pada tahun 2011 lalu, namun rupanya KB tersebut kurang efektif karena dia masih bisa hamil dan melahirkan secara cesar pada bulan Februari 2012.

Dikarenakan saat bedah cesar dokter tidak menemukan perangkat IUD di dalam rahimnya, maka setelah pulih dari operasi ibu ini kembali ditanamkan satu lagi alat KB IUD di rahimnya.

Dua KB IUD Tertanam di Tubuh Ibu Ini

IUD berpindah tempat

Setelah mendapat laporan ada masalah dengan kandung kemihnya, dokter di rumah sakit Jilin University melakukan pemeriksaan rontgen pada panggul ibu yang tidak disebutkan namanya tersebut. Hal mengejutkan pun terjadi, KB IUD yang dulu dinyatakan hilang terlihat dalam hasil rontgen.

Dari hasil pemeriksaan sinar X, terlihat bahwa ada dua KB IUD yang tertanam di dalam tubuh pasien tersebut. Satu yang baru saja dimasukkan setelah operasi cesar, dan satu lagi KB IUD berpindah tempat ke dalam kandung kemihnya.

Peneliti membuat laporan atas kasus ini, yang kemudian dipublikasikan di Jurnal Medicine pada bulan Oktober 2017. Dalam laporan tersebut, dinyatakan bahwa penyebab gejala kencing kronis yang dialami si pasien bersumber dari KB IUD berpindah tempat ke saluran kemih.

KB IUD Berpindah Tempat adalah Kasus yang Sangat Jarang Terjadi

Gara-gara KB IUD Berpindah Tempat, Ibu Ini Mengalami Kencing Berdarah

Peneliti juga menyatakan, KB IUD ini memiliki efektifitas 99% untuk mencegah kehamilan, kurang dari 1% ibu yang menggunakan IUD mengalami kehamilan. Dan, pada kasus yang sangat jarang sekali terjadi, alat KB IUD bisa menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti yang dialami oleh ibu di Cina tadi.

Ia mengalami yang disebut perforasi rahim, yakni suatu kondisi dimana IUD menembus dinding rahim, dan berpindah tempat. Kasus ini hanya terjadi pada 1 banding 1000 ibu yang menggunakan IUD.

Ketika IUD melubangi rahim, dia akan bebas bergerak ke banyak tempat. Termasuk rongga di perut dan pelvis, tempat di mana kandung kemih berada, yang kemudian menimbulkan infeksi saluran kencing.

IUD berpindah tempat

Peneliti juga menyebutkan, pasien tersebut harus melakukan operasi untuk mengeluarkan alat KB IUD dari kandung kemihnya, agar tidak mengalami komplikasi lebih lanjut.

Peneliti juga menganjurkan kepada semua ibu yang menggunakan alat kontrasepsi ini, agar selalu waspada dan memperhatikan kalau-kalau KB IUD berpindah tempat. Karena IUD yang hilang dan tidak segera ditangani bisa menimbulkan komplikasi serius.

Waspadai efek samping KB IUD berpindah tempat

Gara-gara KB IUD Berpindah Tempat, Ibu Ini Mengalami Kencing Berdarah

Kasus ibu di atas, patutnya menjadi perhatian bagi semua pengguna KB IUD. Karena efek sampingnya bisa lebih buruk jika alat ini berpindah tempat lebih jauh dari kandung kemih.

Berikut ini efek samping jika KB IUD berpindah tempat:

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
  • Radang perut atau radang pelvis yang kronis
  • IUD menembus organ lain
  • IUD menghambat jalan di usus
  • Infeksi di area tuba falopi
  • Risiko terkena penyakit yang menyebabkan kemandulan
  • Perdarahan dalam rahim
  • IUD melekat di dinding rahim dan tidak bisa lepas

Jika Bunda menggunakan KB IUD dan setelah beberapa lama lokasinya tidak dapat terlacak, disertai gejala sakit di bagian perut bawah, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Lebih baik berjaga-jaga dengan mencegah terjadinya komplikasi.

Gejala yang harus diwaspadai

Gara-gara KB IUD Berpindah Tempat, Ibu Ini Mengalami Kencing Berdarah

Meskipun dinyatakan aman, Bunda tetaplah harus waspada dan hati-hati dalam menjaga kesehatan sendiri. Bila Anda mengalami gejala berikut ini, segeralah menghubungi dokter.

  • Keluar cairan vagina yang terlihat aneh dan tidak biasa
  • Demam dan menggigil
  • Sakit saat berhubungan seks, atau mengeluarkan darah saat berhubungan
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Sakit di bagian pelvis
  • Sakit ketika perut ditekan
  • Mengeluarkan darah walaupun masa menstruasi sudah berakhir

Meski risiko KB IUD berpindah tempat sangatlah kecil, tidak ada salahnya untuk tetap waspada. Apabila Bunda mengalami hal ini, sebaiknya alat ini segera dikeluarkan, untuk mencegah terjadinya kerusakan organ dan komplikasi lain yang lebih serius.

Semoga bermanfaat.

Referensi: Channel News Asia dan Options for Women

 

Baca juga:

KB IUD Berpindah Tempat, Ibu ini Jalani Prosedur yang Menyakitkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Gara-gara KB IUD Berpindah Tempat, Ibu Ini Mengalami Kencing Berdarah
Bagikan:
  • Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

    Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Ptosis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

    Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti